5 Hal yang Identik dengan Malas, Tapi Justru Mendukung Produktivitas
Senin, 29 Juni 2020 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
2. MAIN GAWAI BERJAM-JAM
![5 Hal yang Identik dengan Malas, Tapi Justru Mendukung Produktivitas]()
Foto: allure.com
Media sosial yang dikuasai anak muda memberi kesan bahwa kita cuma memakai medsos untuk senang-senang aja. Padahal, banyak platform bermanfaat yang tersedia di gawai yang bikin kita hobi menghabiskan waktu menggunakannya. Lewat YouTube misalnya, kita bukan cuma bisa nonton video prank, tapi juga bisa nonton konten-konten edukasi.
Kita juga bisa mengakses koran daring, membuka jurnal-jurnal ilmiah, bermain gim edukasi, dan lainnya. Bahkan, di medsos pun kita bisa mengeksplorasi akun-akun yang memberikan edukasi pada bidang tertentu. Namun, kita juga perlu sadar bahwa tubuh dan pikiran kita punya batas untuk mampu menatap layar gawai, jadi tetap jangan berlebihan, ya!
3. MENOLAK PEKERJAAN
![5 Hal yang Identik dengan Malas, Tapi Justru Mendukung Produktivitas]()
Foto: Kues/Freepik
Seringkali kita menganggap bahwa orang yang sibuk adalah orang yang produktif, sedangkan orang yang gak sibuk bukanlah orang yang produktif. Menolak pekerjaan pun sering dinilai sebagai refleksi dari kemalasan oleh sebagian orang. Padahal, menolak pekerjaan bisa menandakan bahwa kita udah mengenali kebutuhan diri kita sendiri.
Selain itu, menolak pekerjaan juga bisa berarti kita menghindari beban kerja yang terlalu banyak supaya kita bisa lebih fokus melakukan kewajiban-kewajiban kita dengan maksimal. Memperhatikan kualitas dibanding kuantitas bisa menjadi prinsip yang baik. Hal yang perlu kita ingat adalah, menjadi produktif bukan berarti melakukan banyak pekerjaan, melainkan mendapatkan banyak hasil dari yang kita kerjakan.
4. BERHENTI MELAKUKAN HAL YANG GAK DISUKAI

Foto: allure.com
Media sosial yang dikuasai anak muda memberi kesan bahwa kita cuma memakai medsos untuk senang-senang aja. Padahal, banyak platform bermanfaat yang tersedia di gawai yang bikin kita hobi menghabiskan waktu menggunakannya. Lewat YouTube misalnya, kita bukan cuma bisa nonton video prank, tapi juga bisa nonton konten-konten edukasi.
Kita juga bisa mengakses koran daring, membuka jurnal-jurnal ilmiah, bermain gim edukasi, dan lainnya. Bahkan, di medsos pun kita bisa mengeksplorasi akun-akun yang memberikan edukasi pada bidang tertentu. Namun, kita juga perlu sadar bahwa tubuh dan pikiran kita punya batas untuk mampu menatap layar gawai, jadi tetap jangan berlebihan, ya!
3. MENOLAK PEKERJAAN

Foto: Kues/Freepik
Seringkali kita menganggap bahwa orang yang sibuk adalah orang yang produktif, sedangkan orang yang gak sibuk bukanlah orang yang produktif. Menolak pekerjaan pun sering dinilai sebagai refleksi dari kemalasan oleh sebagian orang. Padahal, menolak pekerjaan bisa menandakan bahwa kita udah mengenali kebutuhan diri kita sendiri.
Selain itu, menolak pekerjaan juga bisa berarti kita menghindari beban kerja yang terlalu banyak supaya kita bisa lebih fokus melakukan kewajiban-kewajiban kita dengan maksimal. Memperhatikan kualitas dibanding kuantitas bisa menjadi prinsip yang baik. Hal yang perlu kita ingat adalah, menjadi produktif bukan berarti melakukan banyak pekerjaan, melainkan mendapatkan banyak hasil dari yang kita kerjakan.
4. BERHENTI MELAKUKAN HAL YANG GAK DISUKAI
Lihat Juga :