CERMIN: Perempuan Itu Bernama Nana
Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: CERMIN: Diplomasi Masakan
Nana yang dalam film hidup pada era 1960-an masih bisa kita temukan pada masa kini. Perempuan yang menyimpan banyak rahasia dan luka. Perempuan yang berusaha menyembunyikan ketakbahagiaannya demi pengabdian kepada suami. Perempuan yang menutup rapat mimpi-mimpi buruknya demi kebersamaannya dengan anak-anaknya.
Nana menyimpan rahasianya dalam rambut yang selalu digelung, ia menyembunyikan hasratnya dalam kebaya yang mengekang dirinya hingga sesak. Sejak ayahnya dipancung karena dianggap komunis, ia hidup dalam diam.
Ia memilih mengabdi sebagai istri yang baik untuk Kang Lurah, pengabdian yang membuatnya lebih tampak seperti pembantu daripada istri. Ia diam ketika tahu suaminya bermain mata dengan perempuan lain di luar rumah.
![CERMIN: Perempuan Itu Bernama Nana]()
Foto: Prime Video
Saya bertemu perempuan yang mirip Nana dalam film Filipina, Seven Sundays. Namanya Cha, satu-satunya perempuan dari empat bersaudara. Ia sedari kecil bermimpi untuk diselamatkan 'prince charming'. Ketika ia menikah dan dikaruniai tiga orang anak, ia menyembunyikan rahasia dari ketiga saudara lelakinya bahwa suaminya gemar berbuat serong dengan perempuan lain.
Alasan yang selalu didengung-dengungkannya ialah, “Ia seorang ayah yang baik!” dan selalu memaafkan perbuatan suaminya. Tapi bagaimana bisa menjalani pernikahan tanpa cinta yang membuat sisi jiwanya semakin keropos setiap hari?
Nana, Cha, dan jutaan perempuan lain di muka bumi ini tahu bahwa dirinya terperangkap dalam hubungan tak sehat, terombang-ambing dalam situasi tak wajar dan berusaha mewajarkan apa pun yang terjadi pada diri mereka. Terkadang juga menormalisasi sejumlah perilaku kekerasan dalam rumah tangga dan tak bisa keluar dari penjara hubungan selama bertahun-tahun.
Nana yang dalam film hidup pada era 1960-an masih bisa kita temukan pada masa kini. Perempuan yang menyimpan banyak rahasia dan luka. Perempuan yang berusaha menyembunyikan ketakbahagiaannya demi pengabdian kepada suami. Perempuan yang menutup rapat mimpi-mimpi buruknya demi kebersamaannya dengan anak-anaknya.
Nana menyimpan rahasianya dalam rambut yang selalu digelung, ia menyembunyikan hasratnya dalam kebaya yang mengekang dirinya hingga sesak. Sejak ayahnya dipancung karena dianggap komunis, ia hidup dalam diam.
Ia memilih mengabdi sebagai istri yang baik untuk Kang Lurah, pengabdian yang membuatnya lebih tampak seperti pembantu daripada istri. Ia diam ketika tahu suaminya bermain mata dengan perempuan lain di luar rumah.

Foto: Prime Video
Saya bertemu perempuan yang mirip Nana dalam film Filipina, Seven Sundays. Namanya Cha, satu-satunya perempuan dari empat bersaudara. Ia sedari kecil bermimpi untuk diselamatkan 'prince charming'. Ketika ia menikah dan dikaruniai tiga orang anak, ia menyembunyikan rahasia dari ketiga saudara lelakinya bahwa suaminya gemar berbuat serong dengan perempuan lain.
Alasan yang selalu didengung-dengungkannya ialah, “Ia seorang ayah yang baik!” dan selalu memaafkan perbuatan suaminya. Tapi bagaimana bisa menjalani pernikahan tanpa cinta yang membuat sisi jiwanya semakin keropos setiap hari?
Nana, Cha, dan jutaan perempuan lain di muka bumi ini tahu bahwa dirinya terperangkap dalam hubungan tak sehat, terombang-ambing dalam situasi tak wajar dan berusaha mewajarkan apa pun yang terjadi pada diri mereka. Terkadang juga menormalisasi sejumlah perilaku kekerasan dalam rumah tangga dan tak bisa keluar dari penjara hubungan selama bertahun-tahun.
Lihat Juga :