Sejarah Operasi Plastik, di Era India Kuno Digunakan untuk Menghukum Pelaku Zina

Rabu, 10 Agustus 2022 - 17:30 WIB
loading...
Sejarah Operasi Plastik, di Era India Kuno Digunakan untuk Menghukum Pelaku Zina
Tren operasi plastik tidak pernah pudar dan semakin digemari masyarakat. Foto Ilustrasi/Getty Images
A A A
JAKARTA - Tren operasi plastik tidak pernah pudar dan semakin digemari masyarakat. Melansir laman National Health Service (NHS) Inggris, tujuan utama operasi plastik adalah untuk mengembalikan penampilan dan fungsi jaringan kulit yang rusak akibat berbagai sebab sehingga hasilnya akan semirip mungkin dengan kondisi normal.

Mungkin ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa operasi plastik benar-benar menggunakan plastik dalam implementasinya. Sebenarnya operasi plastik tidak ada kaitannya dengan plastik. Kata plastik pada istilah operasi plastik diambil dari bahasa Yunani ‘plastikos’ yang berarti memberi bentuk atau membentuk.

Di sisi lain, banyak pihak yang menyamakan bedah plastik dengan bedah kosmetik. Padahal, keduanya adalah tindakan yang berbeda. Masih menurut NHS, bedah kosmetik merupakan operasi yang dilakukan semata-mata hanya untuk mengubah penampilan seseorang menjadi lebih menarik.Meski organ atau bagian tubuhnya normal, namun dengan melakukan bedah kosmetik, orang atau pasien tersebut akan jauh merasa lebih percaya diri dan bangga dengan penampilan barunya.

Baca Juga: Negara-negara Ini Surganya Operasi Plastik, Wujudkan Kecantikan Impian

Operasi plastik rupanya mempunyai sejarah yang cukup panjang. Laman CNN Style menyebut, prosedur operasi plastik yang paling tua sudah dilakukan pada masa Mesir kuno. Operasi tersebut awalnya diketahui dalam sebuah dokumen bertajuk Edwin Smith Papyrus, yakni terkait bedah trauma awal berisi studi kasus berbagai diagnosis dan cedera. Sayang, tidak ada sumber pasti yang menyebutkan tahun dilakukannya operasi plastik pertama kali.

Dalam Edwin Smith Papyrus itu, disebutkan bagaimana orang-orang kuno di Mesir melakukan perawatan atas luka patah tulang, cedera hidung, sampai ‘mengembalikan’ posisi hidung yang bergeser ke posisinya semula dengan menggunakan alat yang terbuat dari kayu. Selain itu, ada pula alat yang terbuat dari serat kain dan sumbat linen yang menahan posisi hidung tetap pada tempatnya.

Orang-orang Mesir dideteksi juga pernah menggunakan kaki palsu. Hal tersebut diketahui dari mumi yang ditemukan pada tahun 2000-an. Namun, masih terjadi perdebatan, apakah prosedur tersebut masuk dalam sejarah awal dilakukannya operasi plastik.

National Geographic menyebut, operasi plastik juga dilakukan oleh masyarakat India Kuno untuk menghukum pelaku perzinaan. Selain itu, mereka yang melanggar kriminal dan hukum militer juga akan menerima hukuman sadis ini. Jenis hukuman yang mereka dapatkan adalah dengan mengangkat bagian hidung dari wajah. Efek yang didapat tentu lebih kepada sosial, di mana si penerima hukuman akan merasa malu.

Setelahnya, dokter-dokter di India menggunakan cangkok kulit untuk merekonstruksi wajah sejak 800 SM. Prosedur operasi plastik itu dikenal dengan nama Sushruta Samhita, yang juga digunakan untuk menguatkan ajaran kebaikan serta menjauhkan masyarakat dari ajaran keburukan pada masa India kuno. Sushruta Samhita diambil dari nama Sushruta, yang kerap disebut sebagai bapak bedah plastik.

Baca Juga: 9 Artis Korea Blak-blakan Akui Lakukan Operasi Plastik
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1398 seconds (10.101#12.26)