5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Jarang Diketahui
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Opu Daeng Risadju merupakan keturunan bangsawan Kerajaan Luwu. Perempuan yang memiliki nama kecil Famajjah ini aktif di organisasi PSII (Partai Syarekat Islam Indonesia). Ia sampai mendirikan cabang PSII di Palopo pada tanggal 14 Januari 1930.
Karena keaktifannya, Opu Daeng Risadju dituduh menghasut dan menyebarkan kebencian di kalangan masyarakat untuk membangkang kepada pemerintah. Atas tuduhan itu, pemerintah kolonial Belanda menjatuhinya hukuman 13 bulan penjara. Ia juga dicopot gelar kebangsawanannya oleh pihak kerajaan karena mengikuti kongres PSII di pulau Jawa.
Pada masa pendudukan NICA, Opu Daeng Risadju memobilisasi dan mendoktrin pemuda untuk melakukan perjuangan. Tidak lama kemudian, ia di penjara dan mengalami penyiksaan yang berdampak pada kehilangan pendengarannya seumur hidup. Opu Daeng Risadju meninggal pada 10 Februari 1964.
Baca Juga: 6 Daerah dengan Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia
3. Nyi Ageng Serang
![5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Jarang Diketahui]()
Foto: SINDOnews
Nyi Ageng Serang memiliki nama kecil Raden Ajeng Kustiyah Retno Edhi. Ia adalah anak seorang Panglima Perang Sultan Hamengku Buwono I bernama Pangeran Natapraja. Sejak kecil, ia membantu ayahnya berjuang melawan Belanda.
Pada usia 73 tahun, Nyi Ageng Serang menjadi pemimpin pasukan dengan tandu dalam Perang Diponegoro melawan Belanda. Ia terkenal dengan strategi perang menggunakan lumbu (daun talas hijau) untuk menyamar. Selain berpartisipasi dalam perang, ia juga menjadi penasehat perang.
4. Nyai Ahmad Dahlan
![5 Pahlawan Perempuan Indonesia yang Jarang Diketahui]()
Foto: SINDOnews
Karena keaktifannya, Opu Daeng Risadju dituduh menghasut dan menyebarkan kebencian di kalangan masyarakat untuk membangkang kepada pemerintah. Atas tuduhan itu, pemerintah kolonial Belanda menjatuhinya hukuman 13 bulan penjara. Ia juga dicopot gelar kebangsawanannya oleh pihak kerajaan karena mengikuti kongres PSII di pulau Jawa.
Pada masa pendudukan NICA, Opu Daeng Risadju memobilisasi dan mendoktrin pemuda untuk melakukan perjuangan. Tidak lama kemudian, ia di penjara dan mengalami penyiksaan yang berdampak pada kehilangan pendengarannya seumur hidup. Opu Daeng Risadju meninggal pada 10 Februari 1964.
Baca Juga: 6 Daerah dengan Tradisi Unik Rayakan Kemerdekaan Indonesia
3. Nyi Ageng Serang

Foto: SINDOnews
Nyi Ageng Serang memiliki nama kecil Raden Ajeng Kustiyah Retno Edhi. Ia adalah anak seorang Panglima Perang Sultan Hamengku Buwono I bernama Pangeran Natapraja. Sejak kecil, ia membantu ayahnya berjuang melawan Belanda.
Pada usia 73 tahun, Nyi Ageng Serang menjadi pemimpin pasukan dengan tandu dalam Perang Diponegoro melawan Belanda. Ia terkenal dengan strategi perang menggunakan lumbu (daun talas hijau) untuk menyamar. Selain berpartisipasi dalam perang, ia juga menjadi penasehat perang.
4. Nyai Ahmad Dahlan

Foto: SINDOnews
Lihat Juga :