CERMIN: tentang Nia

Sabtu, 13 Agustus 2022 - 13:00 WIB
loading...
CERMIN: tentang Nia
Suka Duka Berduka menjadi karya Nia berikutnya yang mengangkat tema kepura-puraan, kemunafikan, dan homoseksualitas. Foto/Vidio
A A A
JAKARTA - Tahun 2004. Saya sedang merasakan cinta pertama dengan film dan mulai mengonsumsi film dengan beragam tema-tema sulit dari seluruh dunia, dan dikejutkan dengan Arisanyang dirilis di bioskop.

Saya tak bisa membayangkan jika Arisan diproduksi dan dirilis di bioskop dalam lima tahun terakhir. Tema besar film ini memang mengangkat soal gemerlap kalangan sosialita di Jakarta, tapi juga memberi ruang pada isu yang sensitif: homoseksualitas.

Homoseksualitas dalam sinema Indonesia sesungguhnya bukan hal baru. Duet maut sutradara Wahyu Sihombing dan penulis Asrul Sani terlebih dahulu mengeksplorasinya pada 1988 dalam film Istana Kecantikan. Mathias Muchus didapuk menjadi Nico, gay yang harus berpura-pura menjadi normal ketika didesak menikah oleh orang tuanya.

Soal kepura-puraan dan homoseksualitas kembali diolah Nia Dinata dalam Arisan. Meski 'hanya' menjadi subplot, tapi menarik perhatian publik, juga berkat kecemerlangan Tora Sudiro yang menjadi gay dan memadu kasih dengan Surya Saputra.

Sejak itu, kita mengenal Nia sebagai sutradara yang selalu mengedepankan soal LGBTQ+. Beberapa karyanya tak luput dari unsur itu meski selalu dikemasnya tak vulgar dan masih bisa diterima masyarakat.

CERMIN: tentang Nia

Foto: Vidio

Soal LGBTQ+ menjadi isu panas dalam beberapa tahun terakhir. Tapi Nia tetaplah Nia. Ia seperti tak peduli semua itu dan selalu punya cara yang menarik untuk memasukkannya ke dalam cerita yang digarapnya. Seperti pada karyanya yang terakhir, serial Suka Duka Berduka.

Indonesia baru mengenal sistem serial sejak layanan streaming mulai diterima baik oleh masyarakat. Saya memproduksi sekaligus menyutradarai serial Cerita Dokter Cintauntuk Maxstream pada 2019. Kisah 10 episode yang bercerita soal suka duka dokter muda ini dibintangi Deva Mahenra, Prilly Latuconsina, dan Kemal Palevi.

Sejak pandemi, serial mulai ramai diproduksi dan kita mulai melihat upaya untuk memproduksi karya berkualitas yang selama ini sangat jarang kita dapatkan dari stasiun televisi. Begitupun belakangan, tema-tema yang disodorkan serial dalam berbagai layanan streaming cenderung mengulang pola-pola yang sama. Jadinya terasa semakin lama semakin membosankan dan tak menawarkan kesegaran baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Love Scout Episode 9...
Love Scout Episode 9 Tidak Tayang, SBS Siapkan Siaran Spesial
3 Pertanyaan When The...
3 Pertanyaan When The Phone Rings yang Belum Terjawab Jelang Tamat
5 Drama Korea Terpopuler...
5 Drama Korea Terpopuler Desember 2024, When The Phone Rings Juaranya
Rekomendasi
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
Mengenal Liuzhou, Markas...
Mengenal Liuzhou, Markas Wuling Sekaligus Ibu Kota Mobil Listrik Dunia
Usai Ramai Amplop dari...
Usai Ramai Amplop dari Bupati Kuansing, Menhut Lapor Penolakan Gratifikasi ke KPK
Berita Terkini
Ruben Onsu Pasrah Jika...
Ruben Onsu Pasrah Jika Jordi Onsu Bongkar Aibnya: Silakan Saja
Petisi Boikot Sarwendah...
Petisi Boikot Sarwendah Meluas, Eks Manajer Minta Segera Minta Maaf
Konflik dengan Sarwendah...
Konflik dengan Sarwendah Bikin Ruben Onsu Stres, Sahabat: Dia Sudah Sangat Capek
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Maternity Shoot Angga...
Maternity Shoot Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Perhiasan Rp2,88 Miliar Jadi Sorotan
Hidung Lisa BLACKPINK...
Hidung Lisa BLACKPINK Terlihat Lebih Mancung, Operasi Plastik?
Infografis
Tiga Jenis Putusan MK...
Tiga Jenis Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved