10 Serial Anime Copy Cat yang Lebih Jelek dari Aslinya
Minggu, 14 Agustus 2022 - 23:16 WIB
loading...
A
A
A
Guilty Crown tidak punya pikiran asli di ceritanya. Anime ini mengikuti siswa cerdas/pahlawan revolusioner masa depan yang mendapatkan kekuatan mengagumkan setelah bertemu seorang cewek misterius. Guilty Crown mengulangi banyak plot Code Geass, tapi terburu-buru, sehingga banyak momen kocak yang tidak disengaja yang membatasi parodi diri sendiri.
![10 Serial Anime Copy Cat yang Lebih Jelek dari Aslinya]()
Foto: Kombo
Setelah kesuksesan Attack on Titan, semua orang tidak sabar melihat apa yang akan dilakukan Wit Studio. Tapi, tidak ada yang menyangka kalau mereka akan membuat Attack on Titan lainnya, yaitu Kabaneri of the Iron Fortress. Alih-alih menggunakan ketenaran mereka mengejark ambisi lain untuk membuat adaptasi atau proyek asli, yang dilakukan Wit Studio adalah membuat ulang perang manusia melawan Titan.
Singkatnya, Kabaneri adalah Attack on Titan, tapi di Jepang Feodal steamunk dengan kereta dan zombie bersenjata. Semua Kabaneri punya keunggulan karena animasi dan desain karakter yang mengesankan. Tapi, bahkan visual yang eye-catching pun tidak bisa menaikkan klona pertama Attack on Titan dari imitasi yang jelek.
![10 Serial Anime Copy Cat yang Lebih Jelek dari Aslinya]()
Foto: Kombo
Jujur, ada banyak anime yang terinspirasi atau tiruan langsung Neon Genesis Evangelion sehingga mereka bisa berkualifikasi untuk subgenre sendiri. Tapi, Darling in the FranXX mengambil tiruan ini hingga level berikut hanya dengan menjadi Evangelion. Anime ini benar-benar mengambil tema robot raksasa hingga dongeng latar belakang Evangelion.
Bisa dibilang kalau Darling in the FranXX hanya menjadi klona Evangelion di separuh keduanya ketika dongeng dunia diungkap. Tapi, secara tersurat, anime itu dikonsepkan sebagai klona Evangelion sejak awal. Darling in the FranXX dibuat mantan karyawan Gainax. Tidak sulit membaca anime ini karena usaha gagal mereka untuk mengulangi kesuksesan Evangelion.
![10 Serial Anime Copy Cat yang Lebih Jelek dari Aslinya]()
Foto: Kombo
Sementara tidak menua dengan sempurna, Future Diary masih menjadi salah satu anime paling berpengaruh di masanya. Tanpa game Deus, seluruh subgenre game kematian tidak akan sepopuler sekarang. Platinum End bukanlah pengecualian. Dan, itu bukan karena serial itu mengikuti formula death game Future Diary. Alih-alih, anime ini benar-benar meniru Future Diary.
Kedua anime ini sama-sama mengangkat pertarungan menjadi dewa. Mereka menampilkan kontestan yang diberi kemampuan supernatural. Perbedaannya, Platinum End mengambil tepi konyol Future Diary hingga ekstrem paling muda dan tidak terasa. Hasil akhirnya tidak seofensif serial itu, tapi anime itu jelek banget sampai membuat Future Diary terlihat tertahan.
![10 Serial Anime Copy Cat yang Lebih Jelek dari Aslinya]()
Foto: Kombo
Puella Magi Madoka Magica begitu berpengaruh. Anime ini bertanggung jawab menelurkan seluruh anime cewek ajaib dekonstruktif dan edgy yang mendominasi 2010-an. Banyak anime yang meniru kegelapan Madoka dalam level dangkal dan lebih remaja. Tapi, imitasi terdekat dan paling blak-blakan adalah Yuki Yuna Is a Hero.
7. Kabaneri of the Iron Fortress — Attack on Titan

Foto: Kombo
Setelah kesuksesan Attack on Titan, semua orang tidak sabar melihat apa yang akan dilakukan Wit Studio. Tapi, tidak ada yang menyangka kalau mereka akan membuat Attack on Titan lainnya, yaitu Kabaneri of the Iron Fortress. Alih-alih menggunakan ketenaran mereka mengejark ambisi lain untuk membuat adaptasi atau proyek asli, yang dilakukan Wit Studio adalah membuat ulang perang manusia melawan Titan.
Singkatnya, Kabaneri adalah Attack on Titan, tapi di Jepang Feodal steamunk dengan kereta dan zombie bersenjata. Semua Kabaneri punya keunggulan karena animasi dan desain karakter yang mengesankan. Tapi, bahkan visual yang eye-catching pun tidak bisa menaikkan klona pertama Attack on Titan dari imitasi yang jelek.
6. Darling in the FranXX — Neon Genesis Evangelion

Foto: Kombo
Jujur, ada banyak anime yang terinspirasi atau tiruan langsung Neon Genesis Evangelion sehingga mereka bisa berkualifikasi untuk subgenre sendiri. Tapi, Darling in the FranXX mengambil tiruan ini hingga level berikut hanya dengan menjadi Evangelion. Anime ini benar-benar mengambil tema robot raksasa hingga dongeng latar belakang Evangelion.
Bisa dibilang kalau Darling in the FranXX hanya menjadi klona Evangelion di separuh keduanya ketika dongeng dunia diungkap. Tapi, secara tersurat, anime itu dikonsepkan sebagai klona Evangelion sejak awal. Darling in the FranXX dibuat mantan karyawan Gainax. Tidak sulit membaca anime ini karena usaha gagal mereka untuk mengulangi kesuksesan Evangelion.
5. Platinum End — Future Diary

Foto: Kombo
Sementara tidak menua dengan sempurna, Future Diary masih menjadi salah satu anime paling berpengaruh di masanya. Tanpa game Deus, seluruh subgenre game kematian tidak akan sepopuler sekarang. Platinum End bukanlah pengecualian. Dan, itu bukan karena serial itu mengikuti formula death game Future Diary. Alih-alih, anime ini benar-benar meniru Future Diary.
Kedua anime ini sama-sama mengangkat pertarungan menjadi dewa. Mereka menampilkan kontestan yang diberi kemampuan supernatural. Perbedaannya, Platinum End mengambil tepi konyol Future Diary hingga ekstrem paling muda dan tidak terasa. Hasil akhirnya tidak seofensif serial itu, tapi anime itu jelek banget sampai membuat Future Diary terlihat tertahan.
4. Yuki Yuna Is a Hero — Puella Magi Madoka Magica

Foto: Kombo
Puella Magi Madoka Magica begitu berpengaruh. Anime ini bertanggung jawab menelurkan seluruh anime cewek ajaib dekonstruktif dan edgy yang mendominasi 2010-an. Banyak anime yang meniru kegelapan Madoka dalam level dangkal dan lebih remaja. Tapi, imitasi terdekat dan paling blak-blakan adalah Yuki Yuna Is a Hero.
Lihat Juga :