WHO Ganti Nama Penyakit Cacar Monyet, Bukan Monkeypox Lagi
Senin, 15 Agustus 2022 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Mereka membahas karakteristik dan evolusi varian virus monkeypox, perbedaan filogenetik dan klinis yang jelas, serta konsekuensi potensial bagi kesehatan masyarakat dan penelitian virologi, pun evolusi di masa depan.
Para ahli mencapai konsensus tentang nomenklatur baru untuk Clades virus yang sejalan dengan praktik terbaik. Mereka sepakat tentang bagaimana Clades virus harus dicatat dan diklasifikasikan di situs repositori urutan genom.
"Konsensus dicapai untuk sekarang merujuk ke bekas Clades Congo Basin (Afrika Tengah) sebagai Clade I dan yang di Afrika Barat Clade II. Additionally, disepakati juga bahwa Clade II terdiri dari dua subclade," jelas WHO.
Baca Juga: 17 Kasus Suspek Cacar Monyet Ditemukan, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Struktur penamaan yang tepat akan diwakili oleh angka Romawi untuk Clade, dan karakter alfanumerik huruf kecil untuk subclade. Dengan demikian, konvensi penamaan baru terdiri dari Clade I, Clade IIa, dan Clade IIb yang mana nama terakhir mengacu pada varian yang kini tengah mewabah secara global.
Sebelumnya, dilaporkan di Brasil bahwa ada sekelompok masyarakat yang mendiskriminasi monyet hingga melakukan penyiksaan terhadap hewan tersebut setelah ditemukan kasus cacar monyet di sana. Hal ini memicu WHO bertindak cepat dengan mengubah nama penyakit itu menjadi Clade virus.
Para ahli mencapai konsensus tentang nomenklatur baru untuk Clades virus yang sejalan dengan praktik terbaik. Mereka sepakat tentang bagaimana Clades virus harus dicatat dan diklasifikasikan di situs repositori urutan genom.
"Konsensus dicapai untuk sekarang merujuk ke bekas Clades Congo Basin (Afrika Tengah) sebagai Clade I dan yang di Afrika Barat Clade II. Additionally, disepakati juga bahwa Clade II terdiri dari dua subclade," jelas WHO.
Baca Juga: 17 Kasus Suspek Cacar Monyet Ditemukan, Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Struktur penamaan yang tepat akan diwakili oleh angka Romawi untuk Clade, dan karakter alfanumerik huruf kecil untuk subclade. Dengan demikian, konvensi penamaan baru terdiri dari Clade I, Clade IIa, dan Clade IIb yang mana nama terakhir mengacu pada varian yang kini tengah mewabah secara global.
Sebelumnya, dilaporkan di Brasil bahwa ada sekelompok masyarakat yang mendiskriminasi monyet hingga melakukan penyiksaan terhadap hewan tersebut setelah ditemukan kasus cacar monyet di sana. Hal ini memicu WHO bertindak cepat dengan mengubah nama penyakit itu menjadi Clade virus.
(dra)
Lihat Juga :