CERMIN: Ada Apa dengan Larry Hall?
Rabu, 17 Agustus 2022 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Persepsi juga mungkin akan membuat kita berpikir bahwa James akan mudah 'bersahabat' dengan Larry setelah tahu segala perbuatan yang dilakukannya. Tapi sesungguhnya kita tak pernah betul-betul tahu apa yang dipikirkan manusia. Kita tak pernah betul-betul memahami hati manusia.
![CERMIN: Ada Apa dengan Larry Hall?]()
Foto: Apple TV+
Dalam sebuah adegan, Taron Egerton yang berperan sebagai James memperlihatkan emosi berlapis-lapis ketika Larry menceritakan segala petualangannya kepada James. Di sudut penjara yang tenang, dengan tenang pula, Larry menceritakan semuanya tanpa tedeng aling-aling. James bergidik, marah seperti ingin menghabisi Larry saat itu juga, tapi ia juga harus menahan diri agar misinya tercapai.
Baca Juga: CERMIN: tentang Nia
Hingga setelah Larry selesai dengan ceritanya dan James kembali ke selnya, ia muntah. Ia tak bisa menahan lagi gejolak yang dirasakannya. Otak, hati dan perutnya tak sinkron satu sama lain dan reaksi normal yang dikeluarkannya adalah muntah.
Sebagaimana kita, para penonton, yang masih tak habis pikir: betulkah ada manusia sebiadab Larry yang tenang-tenang saja bertindak sebagai malaikat maut bagi belasan gadis remaja?
Meski penulis sekaliber Stephen King memuja Black Birdsebagai mahakarya dari Dennis Lehane yang brilian dan mencekam, beberapa kali saya tersendat menonton miniseri ini. Saya selalu bergidik setiap Paul Walter Hauser yang bermain sebagai Larry muncul.
![CERMIN: Ada Apa dengan Larry Hall?]()
Foto: Apple TV+
Rasanya saya hampir pasti tak sanggup membaca materi aslinya dari buku berjudul In with the Devil: A Fallen Hero, a Serial Killer, and a Dangerous Bargain for Redemption yang ditulis James Keene dan Hillel Levin. Dan saya melihat kepahlawanan dari sisi James.

Foto: Apple TV+
Dalam sebuah adegan, Taron Egerton yang berperan sebagai James memperlihatkan emosi berlapis-lapis ketika Larry menceritakan segala petualangannya kepada James. Di sudut penjara yang tenang, dengan tenang pula, Larry menceritakan semuanya tanpa tedeng aling-aling. James bergidik, marah seperti ingin menghabisi Larry saat itu juga, tapi ia juga harus menahan diri agar misinya tercapai.
Baca Juga: CERMIN: tentang Nia
Hingga setelah Larry selesai dengan ceritanya dan James kembali ke selnya, ia muntah. Ia tak bisa menahan lagi gejolak yang dirasakannya. Otak, hati dan perutnya tak sinkron satu sama lain dan reaksi normal yang dikeluarkannya adalah muntah.
Sebagaimana kita, para penonton, yang masih tak habis pikir: betulkah ada manusia sebiadab Larry yang tenang-tenang saja bertindak sebagai malaikat maut bagi belasan gadis remaja?
Meski penulis sekaliber Stephen King memuja Black Birdsebagai mahakarya dari Dennis Lehane yang brilian dan mencekam, beberapa kali saya tersendat menonton miniseri ini. Saya selalu bergidik setiap Paul Walter Hauser yang bermain sebagai Larry muncul.

Foto: Apple TV+
Rasanya saya hampir pasti tak sanggup membaca materi aslinya dari buku berjudul In with the Devil: A Fallen Hero, a Serial Killer, and a Dangerous Bargain for Redemption yang ditulis James Keene dan Hillel Levin. Dan saya melihat kepahlawanan dari sisi James.
Lihat Juga :