Nonton Bareng Film Sayap Sayap Patah, Kepala BNPT Ingatkan Waspada terhadap Ancaman Terorisme
Minggu, 28 Agustus 2022 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
"Senantiasa kita terus meningkatkan kewaspadaan kita, senantiasa juga kita terus melakukan langkah-langkah pencegahan jangan sampai paham terorisme berada dalam lingkup keluarga kita, tetangga-tetangga kita dan masyarakat kita yang harus kita jaga bersama," tegas jenderal polisi bintang tiga itu.
Sementara, praktisi hukum yang tergabung dalam Forum Advokat Peduli Pancasila Tito Pandjaitan mengapresiasi BNPT yang mengadakan acada nonton bareng film Sayap Sayap Patah. Ia pun mengimbau semua lembaga untuk mengadakan nobar film tersebut agar semakin terbangun rasa nasionalisme terhadap bangsa.
"Saya mengapresiasi BNPT yang mengajak nonton bersama. Bagi saya bahkan jangan hanya BNPT saja, tapi wajib bagi setiap lembaga atau institusi pemerintahan untuk nonton film ini agar terbangun rasa nasionalisme dan rasa kepercayaan untuk menjaga marwah Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Tito.
Tito menyatakan bahwa dari film tersebut, penonton tergugah karena ternyata menjadi seorang abdi negara mempunyai beban yang berat. Di satu pihak harus berjuang untuk menjaga keamanan yang merupakan tugasnya, tapi di lain pihak juga mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga.
"Itu sedih sekali, menjadi dilema ketika ia harus memilih antara menyelamatkan keluarga atau menjalankan tugasnya sebagai polisi, dalam hal ini Densus 88. Tapi tadi di ending kita melihat ternyata dia menjadi martir buat pekerjaannya," beber dia.
Sementara, praktisi hukum yang tergabung dalam Forum Advokat Peduli Pancasila Tito Pandjaitan mengapresiasi BNPT yang mengadakan acada nonton bareng film Sayap Sayap Patah. Ia pun mengimbau semua lembaga untuk mengadakan nobar film tersebut agar semakin terbangun rasa nasionalisme terhadap bangsa.
"Saya mengapresiasi BNPT yang mengajak nonton bersama. Bagi saya bahkan jangan hanya BNPT saja, tapi wajib bagi setiap lembaga atau institusi pemerintahan untuk nonton film ini agar terbangun rasa nasionalisme dan rasa kepercayaan untuk menjaga marwah Bhinneka Tunggal Ika serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujar Tito.
Tito menyatakan bahwa dari film tersebut, penonton tergugah karena ternyata menjadi seorang abdi negara mempunyai beban yang berat. Di satu pihak harus berjuang untuk menjaga keamanan yang merupakan tugasnya, tapi di lain pihak juga mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga.
"Itu sedih sekali, menjadi dilema ketika ia harus memilih antara menyelamatkan keluarga atau menjalankan tugasnya sebagai polisi, dalam hal ini Densus 88. Tapi tadi di ending kita melihat ternyata dia menjadi martir buat pekerjaannya," beber dia.
(tsa)
Lihat Juga :