NOAH Hadirkan Inovasi Teknologi Deep Fake Lewat Video Klip Kota Mati
Senin, 29 Agustus 2022 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, vokalis kelahiran Langkat, Pangkalan Brandan, 16 September 1981 ini sendiri mengisahkan bahwa lagunya sendiri simpel ceritanya tentang matinya sebuah harapan tapi masih dijaga mungkin dari lirik lagunya sendiri bisa menggambarkan cuman intinya kenapa lagu itu yang dipilih sekarang karena sempat mau dibikin klip tapi gak karena misi kita kedua pengen bikin video klip lagu yang gak sempat dibikin video klipnya.
Dalam kesempatan yang sama, Arlan Djoewarsa selaku Artist & Repertoire Manager Musica Studios menjelaskan bahwa teknologi "deep fake" dalam video klip ini dipakai untuk menghadirkan kesan serupa seperti era "Tak Ada Yang Abadi", sehingga Ariel bisa terlihat seperti bertahun-tahun lalu.
"Teknologi yang dipakai adalah 'deep fake', 'mesh tracking, XR virtual production. Butuh beragam teknologi untuk mendapatkan kesan di era tersebut," katanya.
Arlan Djoewarsa mengungkapkan bahwa sentuhan teknologi dan kreatifitas yang digunakan NOAH ini sebagai cara bagaimana NOAH bisa ikuti perkembangan industri jaman sekarang kalo tadi kayak menggrab millenial dan seterusnya dari album kita rilis baru baru ini justru menggrab market yang sangat luas marketnya yang era dulu suka Peterpan
"Jadi kita rilis lagu lagu lawas Peterpan dengan aransemen di remake dengan sound yang baru itu untuk ada nuansa nostalgia tetapi juga menggrab generasi yang lebih muda jadi kedepan tentu seperti yang ibu Acin katakan tadi bahwa Noah selalu memberikan terobosan baru dan itu pun yang jadi tantangan buat label dan jadinya seperti apa tunggu saja," ungkap Arlan
Dalam kesempatan yang sama, Arlan Djoewarsa selaku Artist & Repertoire Manager Musica Studios menjelaskan bahwa teknologi "deep fake" dalam video klip ini dipakai untuk menghadirkan kesan serupa seperti era "Tak Ada Yang Abadi", sehingga Ariel bisa terlihat seperti bertahun-tahun lalu.
"Teknologi yang dipakai adalah 'deep fake', 'mesh tracking, XR virtual production. Butuh beragam teknologi untuk mendapatkan kesan di era tersebut," katanya.
Arlan Djoewarsa mengungkapkan bahwa sentuhan teknologi dan kreatifitas yang digunakan NOAH ini sebagai cara bagaimana NOAH bisa ikuti perkembangan industri jaman sekarang kalo tadi kayak menggrab millenial dan seterusnya dari album kita rilis baru baru ini justru menggrab market yang sangat luas marketnya yang era dulu suka Peterpan
"Jadi kita rilis lagu lagu lawas Peterpan dengan aransemen di remake dengan sound yang baru itu untuk ada nuansa nostalgia tetapi juga menggrab generasi yang lebih muda jadi kedepan tentu seperti yang ibu Acin katakan tadi bahwa Noah selalu memberikan terobosan baru dan itu pun yang jadi tantangan buat label dan jadinya seperti apa tunggu saja," ungkap Arlan
Lihat Juga :