Lukman Sardi Dukung Sineas Film Pendek, Gaet 10 Sutradara dalam Original Series Piknik Pesona
Rabu, 31 Agustus 2022 - 23:30 WIB
loading...
Aktor sekaligus Head of Creative Original Production Vision Pictures Lukman Sardi turut berpartisipasi dalam proyek terbaru Vision+ dan Palari Films. Proyek tersebut adalah original series yang berjudul Piknik Pesona. Foto/MPI/Intan Afika Nuur Aziizah
A
A
A
JAKARTA - Aktor sekaligus Head of Creative Original Production Vision Pictures Lukman Sardi turut berpartisipasi dalam proyek terbaru Vision+ dan Palari Films. Proyek tersebut adalah original series yang berjudul Piknik Pesona.
Lukman Sardi mengatakan, Piknik Pesona merupakan sebuah antologi sepuluh film pendek karya sepuluh sutradara muda berbakat yang menceritakan berbagai kisah dari beberapa daerah di Indonesia. Tak main-main, film ini digarap selama sekitar satu tahun dengan proses yang cukup berliku di masa pandemi.
"Lumayan cukup lama, sekitar 1 tahun. Waktu itu juga lagi pandemi kan. Kita bener-bener mau solid. Jadi, cukup panjang, mulai dari scene plot, script, sampe akhirnya siap ditayangkan, malah ada yang masuk festival film," kata Lukman Sardi saat ditemui di MNC Conference Hall, iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2022).
Lewat film ini, lanjut Lukman, diharapkan film pendek Indonesia bisa semakin jaya. Pasalnya, ada banyak sineas mumpuni yang sebenarnya punya karya gemilang, tapi tak punya wadah untuk unjuk gigi di depan publik. Oleh karenanya, bersama Vision+ dan Palari Films, ia berharap para sineas semakin antusias dan bersemangat untuk berkarya membuat film pendek.
"Kalau ngomong film pendek tempat untuk mereka show itu nggak ada, nggak ada platform khusus film pendek. Padahal industri itu sedang berkembang, kita lihat banyak film maker yang bagus dan mulai dari film pendek. Potensinya luar biasa. Mudah-mudahan, Vision+ bisa menjadi supporter dan rumah bagi mereka," ucap Lukman.
Lukman Sardi mengatakan, Piknik Pesona merupakan sebuah antologi sepuluh film pendek karya sepuluh sutradara muda berbakat yang menceritakan berbagai kisah dari beberapa daerah di Indonesia. Tak main-main, film ini digarap selama sekitar satu tahun dengan proses yang cukup berliku di masa pandemi.
"Lumayan cukup lama, sekitar 1 tahun. Waktu itu juga lagi pandemi kan. Kita bener-bener mau solid. Jadi, cukup panjang, mulai dari scene plot, script, sampe akhirnya siap ditayangkan, malah ada yang masuk festival film," kata Lukman Sardi saat ditemui di MNC Conference Hall, iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (31/8/2022).
Lewat film ini, lanjut Lukman, diharapkan film pendek Indonesia bisa semakin jaya. Pasalnya, ada banyak sineas mumpuni yang sebenarnya punya karya gemilang, tapi tak punya wadah untuk unjuk gigi di depan publik. Oleh karenanya, bersama Vision+ dan Palari Films, ia berharap para sineas semakin antusias dan bersemangat untuk berkarya membuat film pendek.
"Kalau ngomong film pendek tempat untuk mereka show itu nggak ada, nggak ada platform khusus film pendek. Padahal industri itu sedang berkembang, kita lihat banyak film maker yang bagus dan mulai dari film pendek. Potensinya luar biasa. Mudah-mudahan, Vision+ bisa menjadi supporter dan rumah bagi mereka," ucap Lukman.
Lihat Juga :