4 Drama Korea Kena Kritik tapi Tetap Raih Rating Tinggi dan Cetak Sejarah
Sabtu, 03 September 2022 - 10:03 WIB
loading...
A
A
A
Adegan ini dianggap tidak sensitif karena lagi-lagi menonjolkan romantisme di tengah salah satu tragedi terburuk dalam sejarah dunia.
4. Mr. Sunshine (2018)
![4 Drama Korea Kena Kritik tapi Tetap Raih Rating Tinggi dan Cetak Sejarah]()
Foto: tvN
Mr. Sunshinesaat ini masih menjadi drama Korea tvN dengan rating tertinggi sepanjang masa dengan raihan angka rata-rata nasional sebesar 12,9%. Sejak awal, drama yang dibintangi Lee Byung-hun dan Kim Tae-ri ini sudah mencatat angka cemerlang, dengan ratingpremieresebesar 8%.
Secara singkat, drama besutan sutradara Lee Eung-bok ini menceritakan tentang pelarian Eugene Choi kecil (Lee Byung-hun) ke Amerika pada 1871. Ia meninggalkan Dinasti Joseon, hingga saat dewasa dirinya bergabung ke marinir Amerika.
Setelah resmi menjadi marinir Amerika, ia ditugaskan untuk kembali ke Joseon (Korea) dan secara tidak sengaja bertemu cintanya, Go Ae-shin (Kim Tae-ri) yang merupakan seorang putri bangsawan. Tapi sayangnya, cinta mereka harus terhalang karena perbedaan kelas. Go Ae-shin juga sudah bertunangan dengan Kim Hui-seong (Byun Yo-han) yang juga dari kelas atas.
Selain rating tinggi, Mr. Sunshine juga berhasil meraih sejumlah penghargaan, antara lain Drama of The Year dari APAN Star Awards 2018, Best Creative Award dari Asia Contents Awards 2019. Drama ini juga membuat Lee Byung-hun meraih gelar aktor terbaik dari 55th Baeksang Awards.
Baca Juga: 8 Drama Korea yang Bikin Menguras Air Mata, Tayang di Netflix
Tapi, di tengah kesuksesannya, Mr. Sunshinejuga tidak luput dari kritik karena ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan sejarah di mata penonton. Cerita yang disuguhkan dianggap tidak menggambarkan fakta yang terjadi saat era Dinasti Joseon secara akurat. Bahkan, petisi pun sempat dilakukan karena kreator drama ini dinilai seolah-olah ingin menggambarkan bahwa orang-orang di era Joseon bukanlah korban penjajahan.
Dari sisi karakter juga tak lepas dari kritik para penonton. Mereka keberatan dan memprotes latar belakang Goo Dong-mae,kepala Black Dragon Society di Hanseong yang merupakan organisasi pro-Jepang.
Karakter Dong-mae yang digambarkan sebagai sosok yang mempesona dianggap sebagai bentuk romantisasi pro-Jepang. Seperti diketahui, Jepang pernah menjajah Korea pada tahun 1910 hingga 1945.
Fazjri Abdillah
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @rana.warta
4. Mr. Sunshine (2018)

Foto: tvN
Mr. Sunshinesaat ini masih menjadi drama Korea tvN dengan rating tertinggi sepanjang masa dengan raihan angka rata-rata nasional sebesar 12,9%. Sejak awal, drama yang dibintangi Lee Byung-hun dan Kim Tae-ri ini sudah mencatat angka cemerlang, dengan ratingpremieresebesar 8%.
Secara singkat, drama besutan sutradara Lee Eung-bok ini menceritakan tentang pelarian Eugene Choi kecil (Lee Byung-hun) ke Amerika pada 1871. Ia meninggalkan Dinasti Joseon, hingga saat dewasa dirinya bergabung ke marinir Amerika.
Setelah resmi menjadi marinir Amerika, ia ditugaskan untuk kembali ke Joseon (Korea) dan secara tidak sengaja bertemu cintanya, Go Ae-shin (Kim Tae-ri) yang merupakan seorang putri bangsawan. Tapi sayangnya, cinta mereka harus terhalang karena perbedaan kelas. Go Ae-shin juga sudah bertunangan dengan Kim Hui-seong (Byun Yo-han) yang juga dari kelas atas.
Selain rating tinggi, Mr. Sunshine juga berhasil meraih sejumlah penghargaan, antara lain Drama of The Year dari APAN Star Awards 2018, Best Creative Award dari Asia Contents Awards 2019. Drama ini juga membuat Lee Byung-hun meraih gelar aktor terbaik dari 55th Baeksang Awards.
Baca Juga: 8 Drama Korea yang Bikin Menguras Air Mata, Tayang di Netflix
Tapi, di tengah kesuksesannya, Mr. Sunshinejuga tidak luput dari kritik karena ada hal-hal yang dianggap tidak sesuai dengan sejarah di mata penonton. Cerita yang disuguhkan dianggap tidak menggambarkan fakta yang terjadi saat era Dinasti Joseon secara akurat. Bahkan, petisi pun sempat dilakukan karena kreator drama ini dinilai seolah-olah ingin menggambarkan bahwa orang-orang di era Joseon bukanlah korban penjajahan.
Dari sisi karakter juga tak lepas dari kritik para penonton. Mereka keberatan dan memprotes latar belakang Goo Dong-mae,kepala Black Dragon Society di Hanseong yang merupakan organisasi pro-Jepang.
Karakter Dong-mae yang digambarkan sebagai sosok yang mempesona dianggap sebagai bentuk romantisasi pro-Jepang. Seperti diketahui, Jepang pernah menjajah Korea pada tahun 1910 hingga 1945.
Fazjri Abdillah
Kontributor GenSINDO
Politeknik Negeri Jakarta
Instagram: @rana.warta
(ita)
Lihat Juga :