LMKN Terus Perbaiki Tata Kelola Pengumpulan Royalti Satu Pintu

Rabu, 14 September 2022 - 14:00 WIB
loading...
LMKN Terus Perbaiki...
LMKN berupaya terus memperbaiki tata kelola pengumpulan royalti satu pintu guna menghindari terjadinya kesalahan. / Foto: Thomas Manggalla
A A A
JAKARTA - Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) berupaya terus memperbaiki tata kelola pengumpulan royalti satu pintu guna menghindari terjadinya kesalahan dalam pelaksaan pengumpulan royalti.

LMKN pun menggelar Rapat Koordinasi Pelaksana Harian di Hotel JW Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (14/9/2022).

Pelaksana Harian LMKN Bidang Hak Terkait, Handry Noya menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini salah satunya untuk menyatukan persepsi di bidang lisensi, percepatan penghimpunan (penagihan) royalti, dengan melibatkan semua LMK yang ada, seperti Selmi, WAMI, KCI, Pelari, dan lainnya.

Baca juga: Blackpink Segera Rilis Video Musik Shut Down Bareng Album Born Pink

"Dengan semangat melakukan sinkronisasi dan keterbukaan, diharapkan target LMKN memuliakan pemberi mandat dapat tercapai. Dan tentunya akan memberikan dampak positif terhadap hasil pengumpulan royalti," tuturnya saat dijumpai di sela rapat koordinasi LMKN, Selasa (14/9/2022).

Wakil Ketua Harian Pelaksana Harian LMKN Bidang Hak Terkait, Sandec Sahetapy berharap forum ini bisa mencapai tujuannya, dan menyamakan persepsi.

"Kita satu hati menurunkan ego, agar kepentingan pemberi kuasa bisa terpenuhi. Dan jangan lupa, kita harus akui bahwa sosok Enteng Tanamal adalah pejuang hak cipta, jadi tanpa dia tidak mungkin ada LMK sebanyak ini," ungkap Sandec Sahetapy.

Selain menyamakan visi dan sinkronisasi, dalam rapat tersebut juga dibahas soal manajemen database penagihan royalti musik dan hak terkait di Indonesia yang masih lemah. Hal itu diperparah dengan rendahnya kesadaran para user di Indonesia untuk menunaikan kewajibannya membayar royalti musik dan hak terkait.

"Kita harus benahi dan perkuat database ini, kita akan melakukan audiensi dan pendekatan-pendekatan dengan Dinas Pariwisata yang ada di seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Indonesia untuk menguatkan database kita," ujar anggota Komisioner LMKN, Yessy.

Ketua LMK Selmi, Jusak Sutiono menambahkan bahwa besaran tarif di Indonesia masih yang paling murah dibanding dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Australia atau yang lain.

"Jadi, jika dibandingkan dengan sistem penagihan royalti di negara regional, tidak relevan. Malaysia penurunannya hanya 30 persen, karena broadcasting di sana seperti TV dan Radio tidak turun. Hanya hilang 1/3 selama Covid-19, pulihnya pun lebih cepat, karena database mereka sudah kuat," bebernya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu Komisioner LMKN, Johnny Maukar Dyang mendukung penuh pelaksana harian untuk memperbaiki sistem tata kelola pengumpulan royalti.

Baca juga: 4 Film Korea tentang Korupsi Negara, Bikin Emosi Tingkat Tinggi

"Komisioner LMKN mendukung penuh Pelaksana Harian mencapai targetnya, terutama dari tim force collecting. Dengan adanya pemusatan database, maka menghimpun royalti bisa melihat data yang tersedia secara transparan, dan tidak ada benturan di lapangan," papar Johnny Maukar.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Tur Dunia hingga...
Dari Tur Dunia hingga Royalti, Penghasilan G-Dragon Tembus Rp731 Miliar
ARDI Tolak Royalti LMKN...
ARDI Tolak Royalti LMKN Senilai Rp25 Juta, Ikke Nurjanah: Harus Transparan!
Royalti ARDI Anjlok...
Royalti ARDI Anjlok ke Rp25 Juta, Ikke Nurjanah Desak Transparansi LMKN
Jelang Lebaran, LMKN...
Jelang Lebaran, LMKN Distribusi Royalti Sebesar Rp24, 9 Miliar kepada 5 LMK
Di Tengah Duka Kepergian...
Di Tengah Duka Kepergian Vidi Aldiano, Unggahan Ahmad Dhani soal Royalti Tuai Kritikan
Ariel Noah Buka Suara...
Ariel Noah Buka Suara soal Lagu AI, Regulasi Hak Cipta Dinilai Mendesak
Isu Royalti Musik Mengemuka,...
Isu Royalti Musik Mengemuka, Menteri HAM dan AKSI Dukung Langkah 60 Pencipta Lagu
Royalti Musik di Era...
Royalti Musik di Era Digital Jadi Sorotan, Kemenkum Gelar Diskusi Publik
Puluhan Pencipta Lagu...
Puluhan Pencipta Lagu Datangi KPK, Laporkan LMKN
Rekomendasi
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Berita Terkini
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Samuel Cipta Hadirkan...
Samuel Cipta Hadirkan Makna Cinta Lewat Single Terbaru Jagat Rasa
Bukan Skill Game-nya,...
Bukan Skill Game-nya, Ini yang Membuat Konten Refa Ardhi Disukai Banyak Orang
Program Loyalitas Jadi...
Program Loyalitas Jadi Strategi Pusat Belanja Menjaga Kedekatan dengan Pengunjung
Kesuksesan Refa Ardhi...
Kesuksesan Refa Ardhi di Dunia Digital Ternyata Dibangun dari Hal Sederhana Ini
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved