CERMIN: Gadis Paya dan Prasangka Kita

Rabu, 21 September 2022 - 14:30 WIB
loading...
A A A
Dan prasangka itu menemui sumbunya ketika suatu pagi di kota kecil Barkley Cove ditemukan mayat yang mengambang di tengah rawa. Mayat itu diidentifikasi sebagai Chase, pria idola kota kecil itu. Masyarakat merasa inilah waktu paling tepat untuk menyudutkan 'yang lain' itu setelah bertahun-tahun. Dan mereka melakukannya dengan keji.

Inilah saatnya Kya berhadapan dengan dunia. Sebuah tempat yang bertahun-tahun memojokkannya, sebuah tempat yang tak pernah memberinya sekadar pijakan untuk berdiri. Kya dipaksa masuk ke dalam dunia berbeda. Sebuah penjara bermodal prasangka yang sudah disimpan bertahun-tahun bak dendam kesumat itu.

CERMIN: Gadis Paya dan Prasangka Kita

Foto: Sony Pictures Releasing

Kya, juga Josef K, juga sebagian dari kita akhirnya mempertanyakan apa sesungguhnya keadilan. Apakah perkataan satu atau beberapa orang tanpa pembuktian bisa dianggap sebagai kebenaran?

Apakah opini satu atau beberapa orang yang sering kali lebih banyak diisi dengan imajinasi bisa diterima sebagai kebenaran? Dan apakah sesungguhnya kebenaran itu? Bagaimana kita membuktikan kebenaran hanya dari opini dan imajinasi?

Pada suatu ketika, saya juga pernah berada di posisi Kya. Dituduh melakukan sesuatu yang tak pernah bisa dibuktikan. Dan si penuduh tanpa merasa bersalah terus membakar orang demi orang dengan opini yang tak bisa dipertanggungjawabkan.

Si penuduh juga tak pernah merasa perlu mendudukkan masalah dengan tertuduh, yaitu saya. Ia hirau dari mencari kebenaran karena sudah punya versi kebenarannya sendiri. Jadi apa pentingnya keadilan baginya jika kebenaran pun direkayasa olehnya?

CERMIN: Gadis Paya dan Prasangka Kita

Foto: Sony Pictures Releasing

Seperti Kya, Josef K dan juga saya pada suatu ketika, kami tak tertarik untuk membela diri. Kami membiarkan bukti demi bukti membuka dirinya sendiri dan pada akhirnya lebih memperlihatkan siapa kita sebenarnya. Bahwa tuduhan lebih sering digerakkan oleh prasangka, oleh nafsu untuk menghancurkan, bukan oleh niat baik untuk mencari keadilan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Polisi Ungkap Awal Mula...
Polisi Ungkap Awal Mula Bang Jago Pukul Pemotor Lain di Jagakarsa
Intip Pabrik Wuling...
Intip Pabrik Wuling Liuzhou: AI Jadi Otak, Robot Jadi Tangan
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
Berita Terkini
Bangkit dari Kebangkrutan,...
Bangkit dari Kebangkrutan, Susanti Wijaya Kini Punya 1,2 Juta Followers dan Agency
Ruben Onsu Pasrah Jika...
Ruben Onsu Pasrah Jika Jordi Onsu Bongkar Aibnya: Silakan Saja
Petisi Boikot Sarwendah...
Petisi Boikot Sarwendah Meluas, Eks Manajer Minta Segera Minta Maaf
Konflik dengan Sarwendah...
Konflik dengan Sarwendah Bikin Ruben Onsu Stres, Sahabat: Dia Sudah Sangat Capek
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Maternity Shoot Angga...
Maternity Shoot Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Perhiasan Rp2,88 Miliar Jadi Sorotan
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved