Kemenparekraf Dukung Kolaborasi Pentahelix Sektor Pariwisata Melalui Sadar Wisata 5.0
Kamis, 29 September 2022 - 13:04 WIB
loading...
A
A
A
"Sinergitas yang diperlukan meliputi 3C, yaitu commitment dari perangkat desa, kabupaten, provinsi, dan seluruh komponen penyelenggara pariwisata. Kemudian competent, desa harus memiliki kompetensi membangun diri menjadi desa wisata mandiri. Lalu champion yang berarti menciptakan agen perubahan melalui warga yang berkontribusi bagi peningkatan perekonomian masyarakat," paparnya.
Pentingnya kolaborasi pentahelix sebagai lokomotif pembangunan dan pengembangan pariwisata juga digarisbawahi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, Sasma Hamonangan Situmorang.
"Di antaranya bagaimana hubungan pemerintah, media, akademisi, dan dukungan stakeholder lainnya," ungkap Sasma sembari mengajak para peserta pelatihan mendukung upaya pemerintah membangun kembali sektor pariwisata pasca pandemi.
Sementara itu, pada pembukaan kegiatan pelatihan di Kabupaten Samosir, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Samosir, Tety Naibaho memaparkan langkah kolaboratif harus diterapkan guna pembangunan kepariwisataan, mulai dari kerja sama pembinaan dengan para pelaku bisnis, hingga edukasi sadar wisata yang didukung kalangan akademisi di sekolah-sekolah.
Terdapat 3 paket pelatihan yang diberikan kepada peserta yakni; Paket A yang terdiri dari Pengembangan Inovasi Produk Pariwisata, terdiri dari materi terkait Sustainable Tourism, Exploring, Packaging dan Presentation; Paket B yang terdiri atas materi Paket Wisata, Homestay, Kuliner dan Cinderamata; dan Paket C mengenai kewirausahaan yang meliputi materi Perencanaan Bisnis, Keuangan Digital, Digital Marketing dan Pengelolaan SDM di Desa Wisata.
Baca juga: 3 Tips Cegah Anak Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ditujukan kepada perwakilan pelaku pariwisata dari 65 desa wisata pada tahun 2022, di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yakni Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, dan Wakatobi.
Pentingnya kolaborasi pentahelix sebagai lokomotif pembangunan dan pengembangan pariwisata juga digarisbawahi Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Utara, Sasma Hamonangan Situmorang.
"Di antaranya bagaimana hubungan pemerintah, media, akademisi, dan dukungan stakeholder lainnya," ungkap Sasma sembari mengajak para peserta pelatihan mendukung upaya pemerintah membangun kembali sektor pariwisata pasca pandemi.
Sementara itu, pada pembukaan kegiatan pelatihan di Kabupaten Samosir, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Samosir, Tety Naibaho memaparkan langkah kolaboratif harus diterapkan guna pembangunan kepariwisataan, mulai dari kerja sama pembinaan dengan para pelaku bisnis, hingga edukasi sadar wisata yang didukung kalangan akademisi di sekolah-sekolah.
Terdapat 3 paket pelatihan yang diberikan kepada peserta yakni; Paket A yang terdiri dari Pengembangan Inovasi Produk Pariwisata, terdiri dari materi terkait Sustainable Tourism, Exploring, Packaging dan Presentation; Paket B yang terdiri atas materi Paket Wisata, Homestay, Kuliner dan Cinderamata; dan Paket C mengenai kewirausahaan yang meliputi materi Perencanaan Bisnis, Keuangan Digital, Digital Marketing dan Pengelolaan SDM di Desa Wisata.
Baca juga: 3 Tips Cegah Anak Lahir dengan Penyakit Jantung Bawaan
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan ditujukan kepada perwakilan pelaku pariwisata dari 65 desa wisata pada tahun 2022, di 6 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) yakni Danau Toba, Borobudur-Yogyakarta-Prambanan, Mandalika, Labuan Bajo, Bromo-Tengger-Semeru, dan Wakatobi.
(nug)
Lihat Juga :