Lewat Startalks M20 Suarakan Kesejahteraan, Hak Intelektual hingga Konser Ramah Lingkungan
Jum'at, 30 September 2022 - 19:24 WIB
loading...
A
A
A
Konferensi pre event kedua ini, para musisi termasuk komunitas music akan membahas kekuatan musik sebagai platform untuk mendorong perdamaian, perubahan iklim, dan transisi energi yang adil. “Puncaknya adalah M20 Summit pada 31 Oktober 2022. Kegiatan ini bakal diikuti oleh perwakilan negara-negara G20 yang hadir di KTT. Produknya adalah pernyataan bersama mengenai isu-isu prioritas yang jadi sorotan,” kata Tantowi dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews.com, Jumat (30/9/2022) sore.
Kakak kandung master game Helmi Yahya ini menambahkan, inklusivitas dalam musik di era streaming saat ini, memiliki dua sisi mata pisau yang berbeda. Era ini memudahkan musisi generasi muda mengekspresikan karya dengan lebih mudah di sosial media secara instan. Namun, kesejahteraan para musisi semakin tidak terperhatikan dan bias karena persaingan yang begitu luas. “Inilah yang melatarbelakangi hadirnya Music 20. Kami mendorong transformasi digital di industri musik yang adil dan inklusif,” ujarnya.
Anggun C. Sasmi, salah satu musisi yang terlibat ambil bagian dalam M20 menambahkan, di era digital saat ini musisi membutuhkan keadilan dan transparansi dari platform penyedia layanan streaming seperti Youtube. Platform streaming bisa membuat agreement dengan pihak iklan atau sponsor.
“Kami sebagai seniman tidak pernah tahu dan tidak memiliki akses untuk mengetahui berapa pendapatan sebenarnya yang diperoleh oleh platform streaming dari sponsor. Yang jelas pendapatan si artis sangat kecil. Di sinilah dibutuhkan adanya fairness dan mekanisme yang saling menguntungkan sehingga musisi bisa terus berkarya,” kata Anggun.
Kakak kandung master game Helmi Yahya ini menambahkan, inklusivitas dalam musik di era streaming saat ini, memiliki dua sisi mata pisau yang berbeda. Era ini memudahkan musisi generasi muda mengekspresikan karya dengan lebih mudah di sosial media secara instan. Namun, kesejahteraan para musisi semakin tidak terperhatikan dan bias karena persaingan yang begitu luas. “Inilah yang melatarbelakangi hadirnya Music 20. Kami mendorong transformasi digital di industri musik yang adil dan inklusif,” ujarnya.
Anggun C. Sasmi, salah satu musisi yang terlibat ambil bagian dalam M20 menambahkan, di era digital saat ini musisi membutuhkan keadilan dan transparansi dari platform penyedia layanan streaming seperti Youtube. Platform streaming bisa membuat agreement dengan pihak iklan atau sponsor.
“Kami sebagai seniman tidak pernah tahu dan tidak memiliki akses untuk mengetahui berapa pendapatan sebenarnya yang diperoleh oleh platform streaming dari sponsor. Yang jelas pendapatan si artis sangat kecil. Di sinilah dibutuhkan adanya fairness dan mekanisme yang saling menguntungkan sehingga musisi bisa terus berkarya,” kata Anggun.
(hri)
Lihat Juga :