Onitsuka Tiger Tampilkan Koleksi Musim Semi dan Panas 2023 di Milan Fashion Week
Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Bentuk tubuh menjadi fokus pengembangan kreatif dan didesain ulang dengan konstruksi yang dipinjam dari budaya Jepang. Tali serut panjang, misalnya, mentransformasi kaus georgette oversize menjadi atasan timbul atau rok pahatan dari nilon Jepang dengan lipatan yang mengingatkan pada hakama yang dikenakan oleh pemanah kyūdō.
Kimono juga muncul di sana-sini: di antara potongan lengan blus yang panjang, lebar, berkibar, atau lebih jelas lagi di kerutan handuk pantai berlogo yang disusun di sebuah tank top. Pakaian rajut memiliki garis sapuan, dan jumpsuit ikonik Onitsuka hadir dalam versi ultra-longgar yang berlekuk lebar.
Namun, elemen urban muncul dalam detail koleksi: gaun nilon safari ringan dapat dipendekkan berkat ritsleting tersembunyi, dan rok mini, sependek celana mendaki, membentuk ulang siluet dengan saku tempel besar.
Pompilio juga menempatkan fokus pada bagian belakang tampilan yang kehilangan kesan dua dimensinya demi mendapatkan volume tiga dimensi yang tak terduga: selain tali serut yang meredefinisikan siluet, gaun yang dapat dibongkar-pasang, dan jaket yang dapat dipakai dengan jubah yang dipinjam dari mantel trench.
Sang Perancang memperkenalkan gaun kecil dengan saku ransel yang tergabung di bagian belakang untuk palet warna, hitam dan putih adalah narasinya, namun diinterupsi oleh warna kuning dan hijau shiso yang khas, terinspirasi oleh warna cerah daun kemangi Jepang.
Kimono juga muncul di sana-sini: di antara potongan lengan blus yang panjang, lebar, berkibar, atau lebih jelas lagi di kerutan handuk pantai berlogo yang disusun di sebuah tank top. Pakaian rajut memiliki garis sapuan, dan jumpsuit ikonik Onitsuka hadir dalam versi ultra-longgar yang berlekuk lebar.
Namun, elemen urban muncul dalam detail koleksi: gaun nilon safari ringan dapat dipendekkan berkat ritsleting tersembunyi, dan rok mini, sependek celana mendaki, membentuk ulang siluet dengan saku tempel besar.
Pompilio juga menempatkan fokus pada bagian belakang tampilan yang kehilangan kesan dua dimensinya demi mendapatkan volume tiga dimensi yang tak terduga: selain tali serut yang meredefinisikan siluet, gaun yang dapat dibongkar-pasang, dan jaket yang dapat dipakai dengan jubah yang dipinjam dari mantel trench.
Sang Perancang memperkenalkan gaun kecil dengan saku ransel yang tergabung di bagian belakang untuk palet warna, hitam dan putih adalah narasinya, namun diinterupsi oleh warna kuning dan hijau shiso yang khas, terinspirasi oleh warna cerah daun kemangi Jepang.
(hri)
Lihat Juga :