CERMIN: Apa yang Ingin Kau Ceritakan, David?

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 06:55 WIB
loading...
CERMIN: Apa yang Ingin...
Film Amsterdam didukung banyak pemain beken, tapi justru membuatnya tidak fokus karena menceritakan banyak topik. Foto/20th Century Studios
A A A
JAKARTA - Tahun 2019. Saya memutuskan menjajal karier baru sebagai sutradara dan telah menonton empat film karya David O Russell.

Sebelum menjadi sutradara, saya memang sudah menyukai film . Bahkan sejak masih kanak-kanak. Saya ingat selalu merengek minta ditemani orang dewasa ke bioskop sewaktu masih SD. Sekarang ini saya selalu menghabiskan malam dengan menonton film/serial/miniseri dan minimal seminggu sekali ke bioskop untuk menyaksikan film dalam format terbaiknya.

Lama kelamaan saya mulai memperhatikan sutradara tertentu dengan film-film yang mereka tangani. Pada tahun 2010 saya berkenalan dengan David O Russell melalui filmnya, The Fighter. Ada kekhasan Amerika yang kasar dalam film tersebut yang justru membuatnya terasa jujur. Selanjutnya Silver Linings Playbookjuga terasa betul dibuat oleh orang yang paham soal berdamai dengan diri sendiri.

Khusus American Hustle, meski saya tetap menyukainya, tapi terasa tak relevan bagi saya. Sementara Joyyang bercerita tentang perjuangan seorang perempuan merintis kariernya entah mengapa terasa seperti tak menyisakan identitas David seperti karya-karya sebelumnya.

CERMIN: Apa yang Ingin Kau Ceritakan, David?

Foto: 20th Century Studios

Kekuatan seorang sutradara adalah caranya bercerita dan bagaimana ia mempresentasikan cerita itu di hadapan para penontonnya. Tak semua karya dibuat untuk semua orang.

Karya-karya David juga tak mungkin disukai semua orang meskipun kita mudah dibuat jatuh cinta dengan karakter-karakternya. Justru inilah kekuatan terbesar David: membangun karakter yang kokoh yang kelak dimainkan dengan bagus oleh aktor-aktor pilihannya.

Baca Juga: CERMIN: Tragedi di Balik Badai Katrina

Dalam Amsterdam,kita bertemu dengan tiga karakter utama: Burt, Harold, dan Valerie. Ketiganya bertemu di sebuah medan perang dan akhirnya menjalin persahabatan. Mereka membuat janji untuk selalu saling menolong. Ketika perang telah usai, ketiganya harus berhadapan dengan jenis perang baru. Di sinilah persahabatan mereka diuji sempurna.

Meski berlatar belakang pembuat film, saya justru sering membiarkan diri saya tak terekspos dengan sinopsis atau secuplik cerita dari film yang akan saya tonton. Biasanya saya hanya menyaksikan trailer, poster atau tertarik dengan sutradara atau para aktor-aktrisnya. Ketika menyaksikan Amsterdam, saya sama sekali tak punya bayangan bahwa David akan bercerita tentang apa. Dengan naif saya menyangka ia 'hanya' akan bercerita soal persahabatan.

CERMIN: Apa yang Ingin Kau Ceritakan, David?

Foto: 20th Century Studios

Tapi saya salah besar. David mengajak saya memasuki lorong berliku-liku dengan niat untuk bercerita banyak hal. Tapi jika bisa dimampatkan, ia ingin bercerita satu hal: konspirasi. David mungkin ingin menjahili penontonnya, termasuk saya, untuk masuk dulu ke semesta penceritaannya untuk kemudian sadar bahwa kita diajak memasuki labirin.

Amsterdamsangat berbeda dengan The Fighteratau Silver Linings Playbookyang terasa dekat buat saya karena bercerita soal keluarga. Saya mungkin masih terkoneksi dengan Amsterdamdalam konteks persahabatan trio Burt-Harold-Valerie. Namun di luar itu semua, saya tidak paham apa sebenarnya yang ingin diceritakan David.

Mungkin karena bercerita hal-hal besar membuat saya merasa David kehilangan arah kali ini. Terutama soal penceritaan yang terkesan bertele-tele. Mungkin dengan maksud ingin menipu penonton naif seperti saya. Atau mungkin juga memang diniatkan untuk membahas beragam topik. Tapi saya merasa lebih baik David kembali ke akarnya: bercerita soal keluarga Amerika.

Saya belum pernah menyutradarai film panjang. Menyutradarai serial 10 episode dengan durasi 20-an menit per episode sudah pernah. Satu hal yang selalu saya wanti-wanti sejak proses penulisan adalah bagaimana membuat cerita selalu fokus.

CERMIN: Apa yang Ingin Kau Ceritakan, David?

Foto: 20th Century Studios

Mungkin saja kali ini David ingin bereksperimen, ingin keluar dari zona nyamannya tapi menurut saya justru terasa tak jujur. Rasanya seperti David tak tahu apa yang ingin dibicarakannya dalam Amsterdam”.

Ia ingin banyak hal dan akhirnya tak mendapatkan apa pun. Bahkan aktor sekaliber Christian Bale pun rasanya tak mampu banyak menolong Amsterdamdari gagapnya David bercerita.

Baca Juga: Review Werewolf by Night: Horor Kejam Tak Biasa dari Marvel

Saya memahami ego sutradara. Tapi saya kira sebagai sutradara, kita juga perlu memahami keterbatasan. Tak akan mungkin kita menguasai segala hal.

Quentin Tarantino mungkin juga akan gagap jika diminta menyutradarai film bertema keluarga normal. Masing-masing sutradara punya kelebihannya dan buat saya, kelebihan terbaik yang dimiliki David O. Russell adalah menghadirkan keluarga Amerika dengan segala kekhasannya dan dengan segala kejujurannya. Itulah kontribusi terbaik dari David untuk perfilman dunia.



AMSTERDAM
Produser: Christian Bale, Matthew Budman, Anthony Katagas, Arnon Milchan, David O. Russell
Sutradara: David O. Russell
Penulis Skenario: David O. Russell
Pemain: Christian Bale, Margot Robbie, John David Washington


Ichwan Persada
Sutradara/produser/penulis skenario, pernah menjadi dosen di Universitas Padjajaran dan SAE Institute
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Prabowo Sambut Jabat...
Prabowo Sambut Jabat Tangan Erat Kedatangan PM Singapura di Istana Merdeka
Dari Lampu Merah di...
Dari Lampu Merah di Liuzhou, Lahirlah Revolusi EV yang Mengubah Jakarta
Mengenal Liuzhou, Markas...
Mengenal Liuzhou, Markas Wuling Sekaligus Ibu Kota Mobil Listrik Dunia
Berita Terkini
Ruben Onsu Pasrah Jika...
Ruben Onsu Pasrah Jika Jordi Onsu Bongkar Aibnya: Silakan Saja
Petisi Boikot Sarwendah...
Petisi Boikot Sarwendah Meluas, Eks Manajer Minta Segera Minta Maaf
Konflik dengan Sarwendah...
Konflik dengan Sarwendah Bikin Ruben Onsu Stres, Sahabat: Dia Sudah Sangat Capek
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Maternity Shoot Angga...
Maternity Shoot Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Perhiasan Rp2,88 Miliar Jadi Sorotan
Hidung Lisa BLACKPINK...
Hidung Lisa BLACKPINK Terlihat Lebih Mancung, Operasi Plastik?
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved