Review Film Black Adam: Kekacauan yang Asyik Ditonton
Rabu, 19 Oktober 2022 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Tapi, perkenalan Justice Society of America (JSA) yang terdiri atas Hawkman, Dr. Fate, Cyclone, dan Atom Smasher, mengubah permainan. Teth Adam yang awalnya tidak punya tujuan, akhirnya menjadi buron. Keseruan pun dimulai. JSA ingin menangkap Teth Adam karena khawatir akan berulangnya sejarah sementara Teth Adam jelas ogah harus ditangkap.
![Review Film Black Adam: Kekacauan yang Asyik Ditonton]()
Foto: AIPT
Dari sinilah penonton disuguhi aksi tanpa henti. Penonton tidak diberi sela untuk bernapas dengan pertarungan antara Teth Adam melawan Hawkman dan Doctor Fate. Sementara, Cyclone dan Atom Smasher bertindak sebagai pendukung, atau mungkin cheerleader mereka. Sungguh, meski menghibur, kedua orang ini tidak terlalu banyak berperan di sepanjang film ini.
Penampilan Dwayne Johnson sebagai Teth Adam memang solid. Dia benar-benar meresapi perannya sebagai manusia dari era Mesir kuno yang kaku dan keras. Di sepanjang film ini, dia bahkan hampir tidak pernah tersenyum, apalagi tertawa. Dwayne mempersembahkan karakter yang benar-benar mengganggu dan brutal karena peristiwa traumatis di masa lalu.
Apresiasi juga patut dilayangkan untuk Aldis Hodge, pemeran Carter Hall Hawkman. Dia berhasil mencuri perhatian dengan penampilannya yang solid sebagai pemimpin JSA. Penuh percaya diri dan sedikit arogan, Carter adalah lawan seimbang bagi Teth Adam yang tidak pernah memikirkan orang lain, tapi dirinya sendiri. Aldis berhasil membangun chemistry dengan Dwayne sehingga adegan tarung mereka dan juga dialog mereka pun terlihat asyik untuk diikuti.
Sementara, penampilan Pierce Brosnan sebagai Kent alias Doctor Fate pun tak kalah mencuri perhatian. Dia tampil sebagai sosok penyihir tua yang bijak dan misterius. Pierce menjadikan Doctor Fate sebagai sosok orangtua bagi Hawkman dengan berbagai nasihat dan pandangannya terhadap peristiwa di sekitar mereka. Chemistry-nya dengan pemain lain pun cukup bagus dan dia menjadi sosok kunci dalam pertarungan melawan penjahat akhir.
![Review Film Black Adam: Kekacauan yang Asyik Ditonton]()
Foto: Screen Rant
Sayang, penampilan solid ketiga orang ini sedikit “ternoda” dengan penampilan penjahat utamanya. Meski sudah diindikasikan sejak awal, tapi pada akhirnya, penjahat itu, Ishmael (Marwan Kenzari), bukanlah penjahat yang seru. Setelah berubah penampilan, dia mirip penjahat tanpa otak yang hanya ingin berkuasa dengan menghancurkan dunia. Entah apa yang ada di otak penjahat yang ingin berkuasa tapi menghancurkan dunia di sekelilingnya.
Black Adam juga menampilkan sederet karakter pendukung yang terasa formula sekali. Ada ibu dan anak, yaitu Adriana (Sarah Shahi) dan Amon. Keduanya punya peranan penting dalam kebangkitan Teth Adam dan menjadi pendukung setianya. Namun, kehadiran mereka, bagi orang yang sudah terbiasa menonton film dengan formula seperti ini, membuat plot film ini jadi mudah ditebak dan terasa biasa. Anak kecil atau ibunya pasti menghadapi masalah dan pahlawannya akan bertindak. Ya, seperti itu.

Foto: AIPT
Dari sinilah penonton disuguhi aksi tanpa henti. Penonton tidak diberi sela untuk bernapas dengan pertarungan antara Teth Adam melawan Hawkman dan Doctor Fate. Sementara, Cyclone dan Atom Smasher bertindak sebagai pendukung, atau mungkin cheerleader mereka. Sungguh, meski menghibur, kedua orang ini tidak terlalu banyak berperan di sepanjang film ini.
Penampilan Dwayne Johnson sebagai Teth Adam memang solid. Dia benar-benar meresapi perannya sebagai manusia dari era Mesir kuno yang kaku dan keras. Di sepanjang film ini, dia bahkan hampir tidak pernah tersenyum, apalagi tertawa. Dwayne mempersembahkan karakter yang benar-benar mengganggu dan brutal karena peristiwa traumatis di masa lalu.
Apresiasi juga patut dilayangkan untuk Aldis Hodge, pemeran Carter Hall Hawkman. Dia berhasil mencuri perhatian dengan penampilannya yang solid sebagai pemimpin JSA. Penuh percaya diri dan sedikit arogan, Carter adalah lawan seimbang bagi Teth Adam yang tidak pernah memikirkan orang lain, tapi dirinya sendiri. Aldis berhasil membangun chemistry dengan Dwayne sehingga adegan tarung mereka dan juga dialog mereka pun terlihat asyik untuk diikuti.
Sementara, penampilan Pierce Brosnan sebagai Kent alias Doctor Fate pun tak kalah mencuri perhatian. Dia tampil sebagai sosok penyihir tua yang bijak dan misterius. Pierce menjadikan Doctor Fate sebagai sosok orangtua bagi Hawkman dengan berbagai nasihat dan pandangannya terhadap peristiwa di sekitar mereka. Chemistry-nya dengan pemain lain pun cukup bagus dan dia menjadi sosok kunci dalam pertarungan melawan penjahat akhir.

Foto: Screen Rant
Sayang, penampilan solid ketiga orang ini sedikit “ternoda” dengan penampilan penjahat utamanya. Meski sudah diindikasikan sejak awal, tapi pada akhirnya, penjahat itu, Ishmael (Marwan Kenzari), bukanlah penjahat yang seru. Setelah berubah penampilan, dia mirip penjahat tanpa otak yang hanya ingin berkuasa dengan menghancurkan dunia. Entah apa yang ada di otak penjahat yang ingin berkuasa tapi menghancurkan dunia di sekelilingnya.
Black Adam juga menampilkan sederet karakter pendukung yang terasa formula sekali. Ada ibu dan anak, yaitu Adriana (Sarah Shahi) dan Amon. Keduanya punya peranan penting dalam kebangkitan Teth Adam dan menjadi pendukung setianya. Namun, kehadiran mereka, bagi orang yang sudah terbiasa menonton film dengan formula seperti ini, membuat plot film ini jadi mudah ditebak dan terasa biasa. Anak kecil atau ibunya pasti menghadapi masalah dan pahlawannya akan bertindak. Ya, seperti itu.
Lihat Juga :