CERMIN: Berlindung dari Godaan Sihir Iblis lewat Ustaz Qodrat
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 08:15 WIB
loading...
Film Qodrat mengembalikan lagi peran penting ustaz dalam film horor Indonesia. Foto/Rapi Films
A
A
A
JAKARTA - Tahun 2019. Saya sakit hingga diopname dua kali di rumah sakit. Setelahnya selalu diserang demam tinggi setelah Magrib. Dan akhirnya tahu bahwa masalahnya melebihi perihal medis.
Saya termasuk golongan “percaya enggak percaya” dengan urusan santet, sihir, dan sejenisnya hingga mengalaminya sendiri pada 2019. Setelah urusan editing serial Cerita Dokter Cintakelar, saya merasa ada yang aneh dengan diri saya.
Hasilnya, hanya dalam dua bulan, saya diopname hingga dua kali di rumah sakit. Dan setelahnya selama berhari-hari, saya selalu diserang demam tinggi setelah Magrib dan membaik secara mendadak keesokan harinya.
Akhirnya salah satu teman baik menyarankan saya ke ustaz. Cuma dibacakan beberapa ayat, saya langsung muntah parah dan mengeluarkan cairan kehitaman dari mulut. Setelahnya saya tahu bahwa urusan santet dan sihir bisa menyerang siapa saja, bahkan untuk yang cukup pragmatis seperti saya.
![CERMIN: Berlindung dari Godaan Sihir Iblis lewat Ustaz Qodrat]()
Foto: Rapi Films
Maka menonton film Qodratmembawa ingatan saya kembali berlompatan ketiga tahun lalu. Ketika diserang sebuah situasi yang tak bisa diterima akal dan merasa tak berdaya menghadapinya. Sayangnya memang di sekitar lingkungan saya tak ada ustaz seperti Qodrat. Yang percaya bahwa selain malaikat, Tuhan juga menciptakan iblis untuk memperdaya manusia.
Apa yang dialami Qodrat mengingatkan saya pada yang dialami Nabi Ayub. Saya mendapat cerita ini dari Muhary Wahyu Nurba, sahabat, penasihat spiritual, sekaligus aktor yang beberapa kali main dalam film saya.
Suatu kali Tuhan ingin menguji ketakwaan Nabi Ayub. Tuhan menghilangkan hartanya dalam sekejap. Setelah itu anak-anaknya meninggal dan istrinya lantas meninggalkannya. Seperti belum cukup, Tuhan menimpakan penyakit kulit padanya. Tapi Nabi Ayub teguh, ia tetap beribadah seperti biasa. Ia masih bisa menahan perih ketika air wudu menyentuh kulitnya yang berlumuran penyakit.
Baca Juga: CERMIN: Ditolak Google, Lahirkan Spotify
Saya termasuk golongan “percaya enggak percaya” dengan urusan santet, sihir, dan sejenisnya hingga mengalaminya sendiri pada 2019. Setelah urusan editing serial Cerita Dokter Cintakelar, saya merasa ada yang aneh dengan diri saya.
Hasilnya, hanya dalam dua bulan, saya diopname hingga dua kali di rumah sakit. Dan setelahnya selama berhari-hari, saya selalu diserang demam tinggi setelah Magrib dan membaik secara mendadak keesokan harinya.
Akhirnya salah satu teman baik menyarankan saya ke ustaz. Cuma dibacakan beberapa ayat, saya langsung muntah parah dan mengeluarkan cairan kehitaman dari mulut. Setelahnya saya tahu bahwa urusan santet dan sihir bisa menyerang siapa saja, bahkan untuk yang cukup pragmatis seperti saya.

Foto: Rapi Films
Maka menonton film Qodratmembawa ingatan saya kembali berlompatan ketiga tahun lalu. Ketika diserang sebuah situasi yang tak bisa diterima akal dan merasa tak berdaya menghadapinya. Sayangnya memang di sekitar lingkungan saya tak ada ustaz seperti Qodrat. Yang percaya bahwa selain malaikat, Tuhan juga menciptakan iblis untuk memperdaya manusia.
Apa yang dialami Qodrat mengingatkan saya pada yang dialami Nabi Ayub. Saya mendapat cerita ini dari Muhary Wahyu Nurba, sahabat, penasihat spiritual, sekaligus aktor yang beberapa kali main dalam film saya.
Suatu kali Tuhan ingin menguji ketakwaan Nabi Ayub. Tuhan menghilangkan hartanya dalam sekejap. Setelah itu anak-anaknya meninggal dan istrinya lantas meninggalkannya. Seperti belum cukup, Tuhan menimpakan penyakit kulit padanya. Tapi Nabi Ayub teguh, ia tetap beribadah seperti biasa. Ia masih bisa menahan perih ketika air wudu menyentuh kulitnya yang berlumuran penyakit.
Baca Juga: CERMIN: Ditolak Google, Lahirkan Spotify
Lihat Juga :