CERMIN: Cerita dari Sekolah Paling Terpencil di Dunia

Rabu, 02 November 2022 - 14:54 WIB
loading...
CERMIN: Cerita dari...
Film Lunana menceritakan kisah dari Bhutan, negara yang mengukur kesejahteraan warganya berdasarkan tingkat kebahagiaannya. Foto/Klik Film
A A A
JAKARTA - Tahun 2011. Saya mendapat kesempatan emas. Memproduseri film dokumenter panjang tentang seorang guru yang bergulat soal pendidikan untuk anak-anak di salah satu perbatasan terluar negeri ini.

Film itu berjudul Cerita Dari Tapal Batasyang kelak masuk sebagai nomine Film Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2012 dan membawa kami berpetualang hingga ke Qatar untuk Aljazeera International Documentary Film Festival. Kisah Bu Martini yang mengajar seorang diri di dusun Badat Baru, salah satu dusun terluar di perbatasan Indonesia – Malaysia, menyentuh hati banyak orang hingga hari ini.

Ingatan tentang produksi film itu kembali berlompatan dari benak saya ketika menyimak Lunana: A Yak in the Classroomdi Klik Film yang diputar sebagai bagian dari World Cinema Week 2022. Sebuah film sederhana dengan kekuatan pesan yang luar biasa dari sebuah negara kecil bernama Bhutan.

Bhutan dikenal di seluruh dunia karena prinsipnya yang unik. Negara dengan jumlah penduduk bahkan tak sampai satu juta jiwa ini mengusung prinsip Gross National Happiness, alih-alih mempraktikkan prinsip yang digunakan hampir seluruh negeri di dunia yaitu Gross Domestic Product. Negeri kecil ini tak bermimpi menjadi negeri yang kaya tapi mereka ingin menjadi negara paling berbahagia di seluruh dunia. Namun betulkah warganya merasa demikian?

CERMIN: Cerita dari Sekolah Paling Terpencil di Dunia

Foto: Klik Film

Mari berkenalan dengan Ugyen Dorji, pemuda yang bermimpi menjadi penyanyi profesional. Sebagaimana umumnya generasi milenial, Ugyen merasa terperangkap dalam hidupnya. Ia merasa tak menemukan jati dirinya, bahkan yang paling miris, ia mungkin tak merasa bahagia. Tapi negara mewajibkannya mengabdi dan ia harus menyelesaikannya setahun lagi.

Maka dikirimlah Ugyen ke Lunana, sebuah desa di puncak gunung dengan ketinggian lebih dari 11 ribu kaki dari permukaan laut. Kita bisa menebak apa yang terjadi dengan pemuda berusia 20-an ini. Sepanjang perjalanan berjalan kaki yang memakan waktu berhari-hari, ia terus menerus mengeluh.

Ia dongkol setengah mati ketika tiba di desa Lunana yang minim segalanya. Mulai dari sekolah tempatnya mengajar, rumah tempatnya berdiam hingga soal listrik yang byar-pet.

Baca Juga: CERMIN: Berlindung dari Godaan Sihir Iblis lewat Ustaz Qodrat
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Dari Pulau Terpencil...
Dari Pulau Terpencil ke Dunia yang Lebih Luas, PNM Bangun Ruang Literasi untuk Anak Rinca
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Rekomendasi
Insiden Penembakan Dekat...
Insiden Penembakan Dekat Markas Timnas Inggris Bayangi Piala Dunia 2026
Kapolri Buka Peluang...
Kapolri Buka Peluang Sipil Duduki Jabatan di Polri, Pakar: Modernisasi Kelembagaan
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Berita Terkini
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Jadi Atensi Publik,...
Jadi Atensi Publik, Kejaksaan Siapkan 7 Jaksa Senior Kawal Sidang Richard Lee
Bukan Sekadar Cantik,...
Bukan Sekadar Cantik, Peserta Audisi Miss Indonesia 2026 Surabaya Tunjukkan Kualitas dan Bakat
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
Kejari Tangerang Tegaskan...
Kejari Tangerang Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Dokter Richard Lee di Lapas
Hari Kedua Audisi Miss...
Hari Kedua Audisi Miss Indonesia 2026 Membludak, Talenta Muda Surabaya Tunjukkan Pesonanya
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved