CERMIN: Saya dan Selena Gomez Melawan Depresi
Rabu, 09 November 2022 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Depresi adalah seburuk-buruknya pengalaman yang pernah dialami seseorang. Apalagi seseorang seperti Selena. Jangan lihat stasus sosialnya sebagai superstar tapi sebagai manusia biasa yang bergelut dengan banyak masalah nan pelik. Ia mengidap lupus, mengalami cangkok ginjal, divonis bipolar, dan kini depresi.
Mungkin rasanya seperti dijatuhkan berkali-kali dari sebuah gedung pencakar langit. Tapi seperti saya, kita hanya ingin terlihat baik-baik saja di mata siapa pun. Kita tak ingin membuat siapa pun khawatir dengan yang kita alami. Dan sampai hari ini, kedua anak perempuan saya tak pernah tahu bahwa Papam-nya sempat mengalami depresi dan ingin bunuh diri.
![CERMIN: Saya dan Selena Gomez Melawan Depresi]()
Foto: Apple TV
Merasa berguna bisa jadi adalah salah satu obat terbaik. Bagi Selena, seperti yang diperlihatkan dalam dokumenternya, ia merasa berguna ketika terlibat kegiatan kemanusiaan di Kenya. Selama beberapa lama ia di sana, ia merasa bahagia dan seperti menemukan dirinya kembali. Bisa jadi karena ia kembali merasakan koneksi manusia.
Koneksi. Interaksi. Sesuatu yang kita pikir bisa kita jangkau hanya melalui media sosial. Padahal yang kita butuhkan mungkin memang bukan emoji hati tapi pelukan hangat. Yang kita butuhkan bisa jadi bukan sekadar kata-kata, “It’s okay not to be okay”, tapi seseorang mendengarkan kita bercerita tanpa menghakimi.
Selama pandemi kita dilarang bersentuhan satu sama lain dan seketika terasa ada yang hilang dari diri kita. Padahal kita mungkin hanya butuh jabat erat dari seseorang yang kita sayangi.
Berada di industri hiburan memang mempertaruhkan banyak hal. Salah satunya adalah keinginan untuk menjadi sempurna. Mengerjakan sesuatu tanpa cela. Memproduksi sesuatu yang mesti selalu lebih baik dari sebelumnya.
![CERMIN: Saya dan Selena Gomez Melawan Depresi]()
Foto: Apple TV
Mungkin rasanya seperti dijatuhkan berkali-kali dari sebuah gedung pencakar langit. Tapi seperti saya, kita hanya ingin terlihat baik-baik saja di mata siapa pun. Kita tak ingin membuat siapa pun khawatir dengan yang kita alami. Dan sampai hari ini, kedua anak perempuan saya tak pernah tahu bahwa Papam-nya sempat mengalami depresi dan ingin bunuh diri.

Foto: Apple TV
Merasa berguna bisa jadi adalah salah satu obat terbaik. Bagi Selena, seperti yang diperlihatkan dalam dokumenternya, ia merasa berguna ketika terlibat kegiatan kemanusiaan di Kenya. Selama beberapa lama ia di sana, ia merasa bahagia dan seperti menemukan dirinya kembali. Bisa jadi karena ia kembali merasakan koneksi manusia.
Koneksi. Interaksi. Sesuatu yang kita pikir bisa kita jangkau hanya melalui media sosial. Padahal yang kita butuhkan mungkin memang bukan emoji hati tapi pelukan hangat. Yang kita butuhkan bisa jadi bukan sekadar kata-kata, “It’s okay not to be okay”, tapi seseorang mendengarkan kita bercerita tanpa menghakimi.
Selama pandemi kita dilarang bersentuhan satu sama lain dan seketika terasa ada yang hilang dari diri kita. Padahal kita mungkin hanya butuh jabat erat dari seseorang yang kita sayangi.
Berada di industri hiburan memang mempertaruhkan banyak hal. Salah satunya adalah keinginan untuk menjadi sempurna. Mengerjakan sesuatu tanpa cela. Memproduksi sesuatu yang mesti selalu lebih baik dari sebelumnya.

Foto: Apple TV
Lihat Juga :