alexametrics

Sederet Band Besar AS Berutang karena Tak Bisa Gelar Konser

loading...
Sederet Band Besar AS Berutang karena Tak Bisa Gelar Konser
Band papan atas seperti Guns N Roses, Eagles, Pearl Jam, dan Green Day mendapat pinjaman uang karena gagal menggelar konser akibat pandemi COVID-19. Foto/Variety
A+ A-
JAKARTA - Pandemi COVID-19 benar-benar berdampak pada industri musik, tak terkecuali di Amerika Serikat (AS). Sejumlah band besar bahkan diketahui telah meminjam uang melalui Paycheck Protection Program (PPP) lantaran tak bisa menjalani tur musik.

Menurut dokumen yang dirilis Small Business Administration (SBA) AS yang menyelenggarakan PPP, band papan atas seperti Guns N’ Roses, Eagles, Pearl Jam, dan Green Day telah mendapatkan pinjaman. PPP merupakan bagian dari program Coronavirus Aid, Relief, and Economic Security Act (CARES Act) senilai USD2 triliun yang dirancang untuk memberi bantuan keuangan kepada perusahaan kecil yang terdampak oleh pandemi COVID-19.

Band-band tersebut meminjam uang untuk membayar para kru dan staf pendukung lain yang selama ini membantu konser mereka. Band Eagles, Pearl Jam, dan Disturbed diketahui sudah menerima bantuan antara USD350.000 dan USD1 juta. Sementara band yang lain menerima dana antara USD150.000 dan USD350.000. (Baca Juga: Deretan Musisi Inggris Desak Pemerintah Selamatkan Industri Musik)

Band ataupun musisi yang juga telah menerima dana dari PPP termasuk Chainsmokers, Cheap Trick, Head and the Heart, Imagine Dragons, Jason Isbell, Lil Jon, Nickelback, Papa Roach, Pentatonix, Rascal Flatts, Chris Stapleton, Tool, 311, Weezer, dan Wiz Khalifa. Messina Touring Group, promotor untuk konser-konser Taylor Swift, termasuk yang sudah menerima bantuan tersebut.



Informasi dari SBA ini menunjukkan betapa tergantungnya industri musik pada kegiatan konser fisik. Meskipun para musisi itu masih bisa melakukan pertunjukan virtual demi bertahan di tengah bisnis yang sedang lesu, namun konser fisik tetap menjadi pemasukan terbesar mereka tiap tahun selama satu dekade terakhir.

Laman Variety menulis, bantuan yang diterima para musisi tadi sebetulnya jauh lebih kecil dibandingan pelaku dunia hiburan lain. Sebut saja Kanye West, yang diketahui sudah mendapat bantuan dari PPP untuk keberlangsungan bisnis fashion-nya yang bernama Yeezy, STX Entertainment, New Regency, dan Laemmle Theatres. STX dan Yeezy dilaporkan menerima USD2 juta-USD5 juta sehingga bisa mempertahankan setidaknya 100 dan 106 tenaga kerja. Sementara New Regency menerima bantuan antara USD1 juta-USD2 juta dan berhasil menyelamatkan 50 tenaga kerja. (Baca Juga: Berawal dari Grup WA, SROM Sukses Lahirkan Album Kompilasi Band Cadas)



Di sisi lain, ternyata tidak semua perusahaan hiburan yang mengajukan pinjaman dari PPP disetujui untuk mendapatkan bantuan. Di antara yang gagal dibantu itu adalah Ithaca Holdings yang menaungi SB Projects, manajemen artis yang menangani Ariana Grande, Justin Bieber, dan Demi Lovato.
(tsa)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak