Denny Cagur Dibuat Sedih oleh Anak yang Ditinggal Orang Tuanya Akibat Tragedi Kanjuruhan

Jum'at, 11 November 2022 - 20:55 WIB
loading...
Denny Cagur Dibuat Sedih...
Komedian Denny Cagur dibuat sedih saat menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia tragedi Kanjuruhan. Foto/Avirista Midada/MPI
A A A
MALANG - Komedian Denny Cagur dibuat sedih saat menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia tragedi Kanjuruhan. Denny Cagur yang bergabung dalam Dewan Eksekutif Nasional Rampai Nusantara sebagai Wakil Ketua Umum turut menyerahkan langsung santunan tersebut ke korban.

Satu persatu perwakilan keluarga ahli waris diberikan Denny Cagur. Saat ia memberikan santunan ke bocah bernama M. Rafli, anak dari kedua orang tua yang meninggal dunia akibat tragedi Kanjuruhan, selebritis kelahiran Bandung ini tak kuasa langsung memeluknya.

Denny Cagur mengaku amat terpukul begitu mendengar kabar banyaknya korban jiwa pasca pertandingan sepakbola Arema FC vs Persebaya Surabaya pada Sabtu malam (1/10/2022).

"Saya pribadi dan mewakili Rampai Nusantara menyampaikan duka cita mendalam, bukan duka kita saja, tapi duka seluruh dunia. Kejadian kemarin jadi kejadian terpuruk kedua di dunia dari jumlah korban, pertama di Peru," ungkap Denny Cagur di sela-sela penyerahan santunan ke ahli waris korban tragedi Kanjuruhan, pada Jumat sore (11/11/2022).

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Hary Tanoesoedibjo Berduka

Dirinya berharap tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran bagi seluruh insan persepakbolaan Indonesia, jangan ada lagi korban satu nyawa pun dari sepakbola. "Semoga bisa jadi pelajaran yang baik ke depan, baik bagi penyelenggara, petugas keamanan, dan pecinta sepakbola, semoga sepakbola kita lebih baik lagi," terangnya.

Jika tragedi itu menjadi pembelajaran dan menjadi langkah pembenahan persepakbolaan Indonesia, maka para korban tragedi Kanjuruhan pelajaran itu bisa jadi aliran pahala bagi korban meninggal.

"Jika semuanya itu bisa lebih baik lagi, itu bisa jadi aliran pahala bagi korban," tukasnya.

Sebagai informasi, babak baru tragedi Kanjuruhan Malang muncul setelah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur memutuskan mengembalikan berkas perkara dari penyidik Polda Jawa Timur. Kejati menilai berkas yang disampaikan belum lengkap dan dinyatakan P-18, sehingga harus dikembalikan atau P-19.

Proses autopsi pun telah dilakukan sebagaimana rekomendasi dari Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF). Autopsi dilakukan ke dua korban yakni Natasya Debi Ramadhani (16) dan Naila Debi Anggraini (14), yang merupakan kakak beradik, sepanjang Sabtu pekan lalu (5/11/2022). Keduanya warga RT 1 RW Demangjaya, Desa Krebet Senggrong, Kecamatan Bululawang, yang dimakamkan di TPU Dusun Patuk Baran, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Sejauh ini ada 135 korban meninggal dunia, sedangkan 660 orang terkonfirmasi luka-luka dengan rincian 24 orang, luka sedang 50 orang, luka ringan 586 orang. Para korban mayoritas berdesakan meninggalkan stadion karena semprotan gas air mata polisi ke arah tribun penonton. Akibat para penonton mengalami sesak napas dan terjadi penumpukan hingga insiden terinjak-injak di pintu keluar stadion.

Setelah kejadian ini, tim investigasi bentukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit menetapkan enam tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penanggungjawab kompetisi, Ketua Panpel Arema Abdul Harris, Sekuriti Officer Suko Sutrisno.

Sedangkan tiga tersangka lain yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidiq Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) 3 Brimob Polda Jawa Timur AKP Hasdarmawan. Keenam tersangka sendiri telah ditahan di Polda Jawa Timur setelah menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Belum Move On, Aji Darmaji...
Belum Move On, Aji Darmaji Tak Kuat Lihat Rumah Lama dengan Mpok Alpa di Ciganjur
Haru, Alfatih Putra...
Haru, Alfatih Putra Mendiang Mpok Alpa Bawa Rapor ke Makam Sang Bunda Setelah Naik Kelas
Malih Tong Tong Doakan...
Malih Tong Tong Doakan Haji Bolot Cepat Sembuh, Akui Rindu Kerja Bareng Lagi
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Jenguk Haji Bolot di...
Jenguk Haji Bolot di RS, Rico Ceper Ungkap Momen Mengharukan
Kondisi Kesehatan Haji...
Kondisi Kesehatan Haji Bolot Sudah Membaik, Ingin Segera Pulang dan Beraktivitas
Komedian Jimmy Kimmel...
Komedian Jimmy Kimmel Sebut Ibu Negara AS Melania seperti Janda Sedang Hamil, Trump Marah
Pandji Dilaporkan ke...
Pandji Dilaporkan ke Polisi, Gus Ulil: Kita Butuh Banyak Ketawa di Negeri Ini
Peringatan 3 Tahun Tragedi...
Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Keluarga Korban Masih Tuntut Keadilan
Rekomendasi
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Survei Puspoll Indonesia:...
Survei Puspoll Indonesia: Lebih dari 80 Persen Masyarakat Dukung Pilkada Langsung
Berita Terkini
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved