16 Proyek Marvel dari yang Terjelek sampai Terbaik di Fase 4 MCU
Minggu, 13 November 2022 - 10:00 WIB
loading...
A
A
A
Setiap episodenya diangkat dari era sitcom berbeda, mau itu The Brady Bunch atau Malcolm in the Middle. Tidak hanya itu, tapi itu adalah Lynchian dalam cara menceritakan cerita menakutkan dan misterius. Serial ini juga menjadi prolog bagus untuk Doctor Strange in the Multiverse of Madness. WandaVision bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
![16 Proyek Marvel dari yang Terjelek sampai Terbaik di Fase 4 MCU]()
Foto: Disney Plus
Hawkeye adalah salah satu dari sejumlah rilis Fase 4 di mana konsensus kritik dan umum tidak selaras. Baik kritikus dan audiens punya pendapat berbeda terhadap Doctor Strange 2. Sementara, kritikus dan audiens sama-sama suka No Way Home. Tapi, Hawkeyeadalah serial yang dianggap penggemar baik-baik saja.
Kritikus suka Hawkeye. Karena serial ini tidak hanya tentang seorang pensiunan Avengers, tapi, seorang pensiunan Avengers yang jadi dasar banyak lelucon, sungguh sebuah prestasi kalau serial itu punya skor tinggi di Rotten Tomatoes. Tapi, skor itu bisa dibantu oleh debut Kate Bishop, yang dengan segera menjadi sosok menonjol di MCU. Hawkeye bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
![16 Proyek Marvel dari yang Terjelek sampai Terbaik di Fase 4 MCU]()
Foto: Disney Plus
Loki adalah serial paling science-fiction yang pernah dibuat MCU. Serial ini bermain-main dengan ruang dan waktu dan memperkenalkan audiens dengan ide varian dan multiverse. Dari semua serial televisi terbaik tentang multiverse, karena ide ini jadi lebih populer di film dan televisi, Loki berhasil melakukannya dengan semua varian Loki, mau itu Loki Aligator atau Classic Loki yang diperankan Richard E Grant.
Tidak hanya itu, tapi bromance Loki dan Mobius juga membuat komedi teman polisi The Falcon and the Winter Soldier terlihat membosankan ketika dibandingkan. Sementara banyak superhero menghadapi versi jahat dirinya di akhir cerita mau itu Vision di WandaVision atau bahkan Loki di Loki, serial ini juga memperkenalkan penjahat paling menarik dan seru, He Who Remains, yang ternyata adalah varian Kang the Conqueror. Loki bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
![16 Proyek Marvel dari yang Terjelek sampai Terbaik di Fase 4 MCU]()
Foto: Netflix
Tidak mungkin Spider-Man: No Way Home tidak akan menjadi hit besar di antara para kritikus. Film ini memperkenalkan Spider-Verse ke MCU. Melawan semua kemustahilan, film ini berhasil memuaskan semuanya meski pun setiap penggemar punya teori berbeda tentang apa yang akan terjadi.
Ketiga Peter Parker versi live-action yang muncul bersamaan adalah tontonan yang layak dinantikan dan merupakan momen besar yang belum pernah ada sebelumnya di bioskop. Film ini bahkan berjalan lebih jauh dengan memberikan Matt Murdock kepada para penggemar. Tidak banyak lagi yang diminta penggemar MCU atau Spider-Man. Tapi, ironisnya, film itu kini membuat penggemar menuntut dunia Sony, termasuk The Amazing Spider-Man 3 dan Spider-Man 4. Spider-Man: No Way Home bisa disaksikan di Netflix.
![16 Proyek Marvel dari yang Terjelek sampai Terbaik di Fase 4 MCU]()
Foto: Disney Plus
Skor What If…? di Rotten Tomatoes cukup mengejutkan. Terutama, dengan mempertimbangkan kalau serial ini mendapatkan respons biasa-biasa saja dari audiens umum. Sementara ada sejumlah episode yang jelas bagus, penggemar MCU mengkritisi animasinya dan penceritaan yang biasa, belum lagi serial ini berada di luar lini masa umum MCU.
Tapi, kritikus suka episode kecil-kecil ini. Serial ini menyatukan karakter Marvel yang tidak mungkin akan disaksikan penonton di MCU biasa. Sementara semua orang merasa serial ini tidak menambah apa pun ke narasi besar MCU, Doctor Strange in the Multiverse of Madness menggunakan Captain Carter dan Zombie Strange, yang sama-sama tampil di What If…? Jadi, season 2 serial ini bisa ditonton untuk melihat apa yang bisa tampil di film live-action nanti. What If…? bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
Baca Juga: 10 Karakter Marvel dari Komik Ini Jadi Kacau di MCU
![16 Proyek Marvel dari yang Terjelek sampai Terbaik di Fase 4 MCU]()
Foto: Disney Plus
Ms. Marvel lebih pada serial komedi yang dihidupkan oleh penampilan karismatik dan menawan dari aktor pemimpinnya. Debut akting Iman Vellani sebagai Ms. Marvel menunjukkan kalau dia punya masa depan cerah di industri ini. Terlebih, dia adalah karakter superhero yang agak berbeda dari yang lain di MCU.
Ulasan serial ini berkilauan tidak hanya karena akting Iman, tapi jauh lebih dalam dari itu. Serial ini menampilkan salah satu cerita asal usul yang lebih baik di MCU. Selain itu, serial ini mampu menemukan cara untuk memastikan aspek nonsuperhero-nya bisa semenghibur adegan aksinya. Ms. Marvel bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
5. Hawkeye — 92%

Foto: Disney Plus
Hawkeye adalah salah satu dari sejumlah rilis Fase 4 di mana konsensus kritik dan umum tidak selaras. Baik kritikus dan audiens punya pendapat berbeda terhadap Doctor Strange 2. Sementara, kritikus dan audiens sama-sama suka No Way Home. Tapi, Hawkeyeadalah serial yang dianggap penggemar baik-baik saja.
Kritikus suka Hawkeye. Karena serial ini tidak hanya tentang seorang pensiunan Avengers, tapi, seorang pensiunan Avengers yang jadi dasar banyak lelucon, sungguh sebuah prestasi kalau serial itu punya skor tinggi di Rotten Tomatoes. Tapi, skor itu bisa dibantu oleh debut Kate Bishop, yang dengan segera menjadi sosok menonjol di MCU. Hawkeye bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
4. Loki — 92%

Foto: Disney Plus
Loki adalah serial paling science-fiction yang pernah dibuat MCU. Serial ini bermain-main dengan ruang dan waktu dan memperkenalkan audiens dengan ide varian dan multiverse. Dari semua serial televisi terbaik tentang multiverse, karena ide ini jadi lebih populer di film dan televisi, Loki berhasil melakukannya dengan semua varian Loki, mau itu Loki Aligator atau Classic Loki yang diperankan Richard E Grant.
Tidak hanya itu, tapi bromance Loki dan Mobius juga membuat komedi teman polisi The Falcon and the Winter Soldier terlihat membosankan ketika dibandingkan. Sementara banyak superhero menghadapi versi jahat dirinya di akhir cerita mau itu Vision di WandaVision atau bahkan Loki di Loki, serial ini juga memperkenalkan penjahat paling menarik dan seru, He Who Remains, yang ternyata adalah varian Kang the Conqueror. Loki bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
3. Spider-Man: No Way Home — 93%

Foto: Netflix
Tidak mungkin Spider-Man: No Way Home tidak akan menjadi hit besar di antara para kritikus. Film ini memperkenalkan Spider-Verse ke MCU. Melawan semua kemustahilan, film ini berhasil memuaskan semuanya meski pun setiap penggemar punya teori berbeda tentang apa yang akan terjadi.
Ketiga Peter Parker versi live-action yang muncul bersamaan adalah tontonan yang layak dinantikan dan merupakan momen besar yang belum pernah ada sebelumnya di bioskop. Film ini bahkan berjalan lebih jauh dengan memberikan Matt Murdock kepada para penggemar. Tidak banyak lagi yang diminta penggemar MCU atau Spider-Man. Tapi, ironisnya, film itu kini membuat penggemar menuntut dunia Sony, termasuk The Amazing Spider-Man 3 dan Spider-Man 4. Spider-Man: No Way Home bisa disaksikan di Netflix.
2. What If…? — 94%

Foto: Disney Plus
Skor What If…? di Rotten Tomatoes cukup mengejutkan. Terutama, dengan mempertimbangkan kalau serial ini mendapatkan respons biasa-biasa saja dari audiens umum. Sementara ada sejumlah episode yang jelas bagus, penggemar MCU mengkritisi animasinya dan penceritaan yang biasa, belum lagi serial ini berada di luar lini masa umum MCU.
Tapi, kritikus suka episode kecil-kecil ini. Serial ini menyatukan karakter Marvel yang tidak mungkin akan disaksikan penonton di MCU biasa. Sementara semua orang merasa serial ini tidak menambah apa pun ke narasi besar MCU, Doctor Strange in the Multiverse of Madness menggunakan Captain Carter dan Zombie Strange, yang sama-sama tampil di What If…? Jadi, season 2 serial ini bisa ditonton untuk melihat apa yang bisa tampil di film live-action nanti. What If…? bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
Baca Juga: 10 Karakter Marvel dari Komik Ini Jadi Kacau di MCU
1. Ms. Marvel — 97%

Foto: Disney Plus
Ms. Marvel lebih pada serial komedi yang dihidupkan oleh penampilan karismatik dan menawan dari aktor pemimpinnya. Debut akting Iman Vellani sebagai Ms. Marvel menunjukkan kalau dia punya masa depan cerah di industri ini. Terlebih, dia adalah karakter superhero yang agak berbeda dari yang lain di MCU.
Ulasan serial ini berkilauan tidak hanya karena akting Iman, tapi jauh lebih dalam dari itu. Serial ini menampilkan salah satu cerita asal usul yang lebih baik di MCU. Selain itu, serial ini mampu menemukan cara untuk memastikan aspek nonsuperhero-nya bisa semenghibur adegan aksinya. Ms. Marvel bisa disaksikan di Disney+ Hotstar.
(alv)
Lihat Juga :