alexametrics

Sony Pictures Usahakan Penayangan The Interview

loading...
Sony Pictures Usahakan Penayangan The Interview
Seorang penjaga keamana berdiri di depan pintu masuk teater United Artists saat premier The Interview di Los Angeles, 11 Desember lalu. (Reuters/Kevork Djansezian/Files)
A+ A-
LOS ANGELES - Sony Pictures tetap berusaha untuk menayangkan The Interview. Film yang mengisahkan petualangan dua jurnalis ke Korea Utara (Korut) ini diduga menjadi penyebab peretasan ke salah satu studio film besar di Amerika Serikat (AS) itu.

David Boies, kuasa hukum Sony Pictures menjelaskan masih mencari cara untuk tetap menayangkan film ini.

Menurut Boies sampai saat ini hanya pihak Sony Pictures yang mengetahui rencana untuk tetap menayangkan film ini. "Sony masih terus berupaya untuk mendapatkan izin pendistribusian dari film ini. Saya pastikan film ini segera di distribusikan,” ungkap dia seperti dilansir CNN.



Kepala Eksekutif Sony, Michael Lynton mengungkapkan hal yang sama dengan Boies. Dia yakin bahwa film ini akan tetap ditayangkan dan di tonton oleh semua pencinta film.

Lynton juga menegaskan kalau pihak Sony tidak akan takut dengan ancaman para hacker. "Kami akan tetap menyukai jika semua orang bisa menyaksikan film ini. Kami telah memiliki beberapa opsi guna mewujudkan hal ini," ujar dia.

Dengan tetap di tayangkannya The Interview, maka ini akan membantah isu yang menyatakan jika film tersebut akan digratiskan ke publik via Crackle.

Sementara, dalam sebuah polling yang digelar Reuters/Ipsos ditunjukkan bahwa hampir separuh warga AS atau 47% yakin Sony Pictures mengambil keputusan yang salah dengan membatalkan perilisan The Interview. Film ini diduga membuat marah Korut karena mengungkapkan rencana pembunuhan pemimpin mereka, Kim Jong-un.

Sekitar 29% responden menyatakan sepakat dengan keputusan untuk menarik film yang dijadwalkan dirilis tepat pada hari Natal. Sedangkan, 24% lainnya menyatakan tidak punya pilihan.

Jajak pendapat ini digelar pada 18—22 Desember dan melibatkan 1.246 warga AS. Hasilnya mengindikasikan sebagian besar warga AS sepakat dengan Presiden Barack Obama yang mengatakan Sony membuat kesalahan dengan membatalkan perilisan itu dan tunduk pada intimidasi para peretas.

FBI telah menyatakan, pemerintah Korut bertanggung jawab atas peretasan yang melumpuhkan jaringan komputer di Sony Pictures dan mengeskpos sejumlah data sensitif dan email pribadi. Pyongyang telah membantah tuduhan itu dan bahkan menyeru investigasi gabungan.
(alv)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak