Beri Ruang Apresiasi Pengrajin Batik, Lakon Indonesia Harap Adanya Sistem Kelestarian Budaya Tradisional
Jum'at, 18 November 2022 - 21:54 WIB
loading...
A
A
A
"Dan kalau kita pergi ke sana kita gak takut untuk membeli, memang harga sekian dengan kualitas sekian, beda dengan batik gak ada padahal wine sesuatu yang lebih sulit dinilai tapi mereka bisa bikin sistem itu tapi batik gak punya sistem itu," tandasnya.
"Sistem itu artinya misalnya batik apakah mas bisa benar bisa menentukan ini batik pantas harga 2 juta kita sulit gitu karena kita gak punya sistem untuk menentukan harga itu sesuai dengan kualitas, harga yang beda sama makanya kalo bikin batik lebih mahal sulit menjual itu karena orang berpikir benar gak harga Rp2 juta saya dibohongin gak sih, nah itu salah satu contohnya saja," katanya.
Terkait proses kurasi sekitar 300 pengrajin batik tulis dan batik cap sendiri, Thresia mengaku lebih banyak mengkurasi dari segi sikap. Mmenurutnya hal itu yang utama, lalu menyusul kreatifitas, kualitas karena dua hal itu nanti bisa dibina.
Pihaknya berharap dengan Lakon Indonesia bisa memberikan ruang apresiasi sekaligus memamerkan hasil karya pengrajin ini dalam menciptakan sebuah ekosistem budaya yang bisa terus berjalan dan lestari. "Tujuan saya pasti untuk melestarikan budaya sesimple itu saja," harapnya.
"Sistem itu artinya misalnya batik apakah mas bisa benar bisa menentukan ini batik pantas harga 2 juta kita sulit gitu karena kita gak punya sistem untuk menentukan harga itu sesuai dengan kualitas, harga yang beda sama makanya kalo bikin batik lebih mahal sulit menjual itu karena orang berpikir benar gak harga Rp2 juta saya dibohongin gak sih, nah itu salah satu contohnya saja," katanya.
Terkait proses kurasi sekitar 300 pengrajin batik tulis dan batik cap sendiri, Thresia mengaku lebih banyak mengkurasi dari segi sikap. Mmenurutnya hal itu yang utama, lalu menyusul kreatifitas, kualitas karena dua hal itu nanti bisa dibina.
Pihaknya berharap dengan Lakon Indonesia bisa memberikan ruang apresiasi sekaligus memamerkan hasil karya pengrajin ini dalam menciptakan sebuah ekosistem budaya yang bisa terus berjalan dan lestari. "Tujuan saya pasti untuk melestarikan budaya sesimple itu saja," harapnya.
(hri)
Lihat Juga :