Pemburu atau Pembasmi Iblis, Mana yang Pekerjaannya Lebih Sulit?
Jum'at, 18 November 2022 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Pembasmi iblis profesional melawan para iblis itu dengan pedang Nichirin mereka. Pedang itu ditempa dari inti yang berlumur sinar matahari yang bisa secara permanen membantai iblis dengan memenggal kepala mereka. Para pembasmi iblis iut juga bisa meningkatkan kekuatan mereka secara temporer dengan teknik pernapasan khusus, dari Pernapasan Suara Hashira Suara Tengen Uzui hingga Pernapasan Petir Zenitsu Agatsuma dan Pernapasan mirip Matahari Tanjiro Kamado.
Para pembasmi iblis ini juga mendapatkan dukungan logistik dari penginapan lokal, yang melindungi mereka dengan tembok mereka dan juga bunga wisteria untuk mengusir iblis. Tapi, angka kematian para prajurit ini sangat tinggi. Bahkan, 9 Hashira pun tidak dengan mudah bisa mengatasi ancaman iblis atas seperti Akaza yang agresif atau duo Daki/Gyutaro. Faktanya, sebagian besar pembasmi iblis yang ditemui Tanjiro, paling tua berusia di akhir 20-an.
![Pemburu atau Pembasmi Iblis, Mana yang Pekerjaannya Lebih Sulit?]()
Foto: CNET
Di Chainsaw Man, yang berlatar di dunia alternatif 1990-an, pemerintahan kota Tokyo mempekerjakan pemburu iblis profesional untuk menemuklan dan menghancurkan semua iblis yang mengancam umat manusia. Mereka terbagi menjadi pegawai keamanan publik dan sector swasta. Yang bekerja di Biro Keamanan Publik mendapatkan gaji yang layak sebagai pegawai pemerintah.
Protagonis Chainsaw Man, Denji, dan temannya yang seorang fiend, Power, sama-sama bekerja di Divisi Keempat Biro Keamanan. Mereka ada di bawah kepemimpinan Makima yang misterius. Ini memberikan rasa seperti apa pekerjaan itu kepada para penonton.
Pemburu iblis boleh menggunakan senjata mereka sendiri, seperti katana Aki Hayakawa. Tapi, mereka juga bisa memakai sekutu iblis dan fiend mereka untuk melawan api dengan api. Pemburu iblis menangkap iblis bukan untuk dibunuh, tapi, untuk membuat kontrak dengan mereka dan melawan iblis lain dengan kekuatan yang setara.
Tapi, melakukan hal itu pun punya risiko. Kemudian, ada orang luar seperti Denji dan Power yang tidak biasa bahkan dengan standar Divisi Keempat. Denji adalah hybrid manusia/iblis yang unik dan Power adalah fiend yang menggunakan darahnya sendiri untuk membentuk senjata.
Sebagai pegawai pemerintah Jepang di era 1990-an, pemburu iblis ini didukung dengan baik secara logistik. Mereka bisa menggunakan ponsel era itu untuk mengontak satu sama lain. Mereka juga bisa pergi ke lokasi iblis secepatnya dengan menggunakan mobil. Mereka bisa membentuk kelompok yang lebih besar untuk melawan iblis yang lebih kuat dan punya semua akomodasilain yang diperlukan di Tokyo, dari perumahan hingga listrik. Pembasmi Iblis yang hidup di era Taisho Jepang sama sekali tidak bisa menikmati fasilitas itu.
Para pembasmi iblis ini juga mendapatkan dukungan logistik dari penginapan lokal, yang melindungi mereka dengan tembok mereka dan juga bunga wisteria untuk mengusir iblis. Tapi, angka kematian para prajurit ini sangat tinggi. Bahkan, 9 Hashira pun tidak dengan mudah bisa mengatasi ancaman iblis atas seperti Akaza yang agresif atau duo Daki/Gyutaro. Faktanya, sebagian besar pembasmi iblis yang ditemui Tanjiro, paling tua berusia di akhir 20-an.
2. Pekerjaan Pemburu Iblis Keamanan Publik Chainsaw Man

Foto: CNET
Di Chainsaw Man, yang berlatar di dunia alternatif 1990-an, pemerintahan kota Tokyo mempekerjakan pemburu iblis profesional untuk menemuklan dan menghancurkan semua iblis yang mengancam umat manusia. Mereka terbagi menjadi pegawai keamanan publik dan sector swasta. Yang bekerja di Biro Keamanan Publik mendapatkan gaji yang layak sebagai pegawai pemerintah.
Protagonis Chainsaw Man, Denji, dan temannya yang seorang fiend, Power, sama-sama bekerja di Divisi Keempat Biro Keamanan. Mereka ada di bawah kepemimpinan Makima yang misterius. Ini memberikan rasa seperti apa pekerjaan itu kepada para penonton.
Pemburu iblis boleh menggunakan senjata mereka sendiri, seperti katana Aki Hayakawa. Tapi, mereka juga bisa memakai sekutu iblis dan fiend mereka untuk melawan api dengan api. Pemburu iblis menangkap iblis bukan untuk dibunuh, tapi, untuk membuat kontrak dengan mereka dan melawan iblis lain dengan kekuatan yang setara.
Tapi, melakukan hal itu pun punya risiko. Kemudian, ada orang luar seperti Denji dan Power yang tidak biasa bahkan dengan standar Divisi Keempat. Denji adalah hybrid manusia/iblis yang unik dan Power adalah fiend yang menggunakan darahnya sendiri untuk membentuk senjata.
Sebagai pegawai pemerintah Jepang di era 1990-an, pemburu iblis ini didukung dengan baik secara logistik. Mereka bisa menggunakan ponsel era itu untuk mengontak satu sama lain. Mereka juga bisa pergi ke lokasi iblis secepatnya dengan menggunakan mobil. Mereka bisa membentuk kelompok yang lebih besar untuk melawan iblis yang lebih kuat dan punya semua akomodasilain yang diperlukan di Tokyo, dari perumahan hingga listrik. Pembasmi Iblis yang hidup di era Taisho Jepang sama sekali tidak bisa menikmati fasilitas itu.
Lihat Juga :