3 Faktor Ini Bikin Yuta Okkotsu Berbeda di Jujutsu Kaisen
Minggu, 20 November 2022 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Pada dasarnya, Yuta ingin dikelilingi orang-orang yang dia cintai untuk mendapatkan validasi untuk kekuatannya. Kalau dia tidak menerimanya, dai sepertinya tidak punya kekuatan untuk melanjutkan. Yuta melihat dunia lewat lensa hubungannya dengan yang lain. Dia hanya percaya kalau dia layak untuk terus hidup kalau teman-temannya melihaatnya dengan cara itu juga.
![3 Faktor Ini Bikin Yuta Okkotsu Berbeda di Jujutsu Kaisen]()
Foto: Epicstream
Ketika diperkenalkan ke Jujutsu Kaisen di busur Shibuya, jelas kalau mindset Yuta telah berubah sejak berhadapan dengan Suguru. Ketika dia dikirim untuk melenyapkan Yuji Itadori, dia menolak melakukannya. Meski secara pribadi tidak mengenal adik kelasnya itu, karena Yuji penting bagi teman-teman sekelasnya, Yuta berjuang membelanya dan malahan menghibur Yuji.
Tapi, karena pandangan kolektivisnya, Yuta salah paham terhadap Yuji dan berusaha memahami cara dia berpikir. Dia tidak memahami Yuji sebagai dirinya, hanya sebagai orang penting bagi mereka yang penting untuknya. Makanya, Yuta memperlakukan Yuji dengan cara itu dan menolak membunuhnya.
Yuta masih mengembangkan rasa empatinya. Bahkan sebagai karakter yang sangat empatik, kode moralnya tidak disetujui pandangan dunia saat ini. Ini bisa dilihat dengan cara dia mendekati pertarungan Jujutsu-nya.
Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan Yuta tapi tidak bisa dilakukan Yuji dan Megumi karena mereka terlalu berfokus pada diri mereka dan perbaikan diri mereka. Misalnya, Yuta adalah satu-satunya yang berusaha mencari tahu mengapa lawannya ada di Culling Game atau apa yang mereka perjuangkan. Yuta kaget ketika mereka mengatakan mereka tidak bertarung demi kekasih atau teman mereka.
Baca Juga: Apakah Megumi Fushiguro akan Mati di Akhir Jujutsu Kaisen?
2. Yuta Masih Tumbuh secara Emosional

Foto: Epicstream
Ketika diperkenalkan ke Jujutsu Kaisen di busur Shibuya, jelas kalau mindset Yuta telah berubah sejak berhadapan dengan Suguru. Ketika dia dikirim untuk melenyapkan Yuji Itadori, dia menolak melakukannya. Meski secara pribadi tidak mengenal adik kelasnya itu, karena Yuji penting bagi teman-teman sekelasnya, Yuta berjuang membelanya dan malahan menghibur Yuji.
Tapi, karena pandangan kolektivisnya, Yuta salah paham terhadap Yuji dan berusaha memahami cara dia berpikir. Dia tidak memahami Yuji sebagai dirinya, hanya sebagai orang penting bagi mereka yang penting untuknya. Makanya, Yuta memperlakukan Yuji dengan cara itu dan menolak membunuhnya.
Yuta masih mengembangkan rasa empatinya. Bahkan sebagai karakter yang sangat empatik, kode moralnya tidak disetujui pandangan dunia saat ini. Ini bisa dilihat dengan cara dia mendekati pertarungan Jujutsu-nya.
Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan Yuta tapi tidak bisa dilakukan Yuji dan Megumi karena mereka terlalu berfokus pada diri mereka dan perbaikan diri mereka. Misalnya, Yuta adalah satu-satunya yang berusaha mencari tahu mengapa lawannya ada di Culling Game atau apa yang mereka perjuangkan. Yuta kaget ketika mereka mengatakan mereka tidak bertarung demi kekasih atau teman mereka.
Baca Juga: Apakah Megumi Fushiguro akan Mati di Akhir Jujutsu Kaisen?
Lihat Juga :