Before, Now & Then (Nana) Film Terbaik FFI 2022

Rabu, 23 November 2022 - 03:30 WIB
loading...
Before, Now & Then (Nana) Film Terbaik FFI 2022
Before, Now & Then (Nana) garapan sutradara Kamila Andini dinobatkan sebagai Film Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2022. Foto/Festival Film Indonesia
A A A
JAKARTA - Before, Now & Then (Nana) garapan sutradara Kamila Andini dinobatkan sebagai Film Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2022 yang digelar Selasa (22/11/2022) malam. Di kategori bergengsi ini, Before, Now & Then (Nana) berhasil mengungguli empat nominator lain yakni film Autobiography, Mencuri Raden Saleh, Ngeri-Ngeri Sedap, dan Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas.

Pemenang Film Terbaik dibacakan oleh salah satu juri yang juga aktris legendaris Indonesia, Christine Hakim. Sementara Piala Citra diserahkan langsung oleh Menteri Kemendikbud Ristek Nadiem Makarim.

"Ini untuk para leluhur kami di Tanah Sunda, terima kasih," ujar Kamila Andini di panggung FFI 2022, Selasa (22/11/2022) malam.

Kemenangan Before, Now & Then (Nana) kian lengkap karena diraih saat FFI mengangkat tema tentang perempuan. Saat penyerahan piala, cast dan crew yang diduduki oleh para perempuan hebat pun diperkenalkan, seperti sutradara Kamila Andini, serta aktris Laura Basuki dan Happy Salma.

Baca Juga: 2 Bintang 'Seperti Dendam' Marthino Lio dan Ladya Cheryl Raih Gelar Pemeran Utama Terbaik FFI 2022

Usai menerima penghargaan, Kamila Andini menyampaikan harapannya agar ke depan perfilman Indonesia semakin banyak diisi oleh para perempuan hebat.

"Harapan ingin sekali, semakin banyak pekerja film perempuan di Indonesia. Semakin banyak perempuan yang berani menyuarakan suara mereka sendiri," tutur Kamila.

Berangkat dari kisah yang dekat dengan kehidupan para cast dan kru yang terlibat, Kamila berharap di masa mendatang akan ada banyak film Indonesia yang mengedepankan budaya dari Tanah Air sendiri.

"Film Nana itu dibuat dari kisah keluarga. Kisah kecil, memori saya, Happy juga, tentang ibu kami, perempuan Sunda, nenek saya, Bu Fatimah, ibu saya perempuan Sunda. Ini disusun dari memori kecil, tapi itu Indonesia. Saya berharap kemenangan ini mengajak semua pembuat film bicara bahasa kita dan karakter kita," pungkas Kamila.
(tsa)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3695 seconds (11.97#12.26)