Pemulihan Ekonomi Indonesia Melalui Indonesia Fintech Summit
Rabu, 23 November 2022 - 22:30 WIB
loading...
A
A
A
Tujuan lainnya adalah mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional. Kegiatan ini secara konsisten diselenggarakan oleh regulator dan asosiasi industri sejak 2019. Program ini juga didukung oleh berbagai instansi/kementerian lembaga, asosiasi industri dalam ekosistem layanan keuangan digital, serta mitra-mitra internasional seperti World Bank Group, Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), serta Asian Development Bank.
Asosiasi Fintech Indonesia atau AFTECH merasa sangat berbangga dapat kembali menyelenggarakan IFS yang diharapkan mampu mengoptimalkan dampak positif kepada sektor jasa keuangan, seperti terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kestabilan sistem keuangan pada masa mendatang. Hal ini dapat diraih dengan mengimplementasikan keseimbangan antara inovasi, pertumbuhan, dan perlindungan konsumen.
Dalam penyelenggaran IFS tahun ini, BI bersama AFTECH dan OJK mengangkat berbagai tema yang masih sejalan dengan topik pada Presidensi G20 Indonesia. Presidensi G20 Indonesia mengangkat pengembangan pembayaran lintas negara (cross-border payment) sebagai salah satu agenda prioritas. Dalam mewujudkan pembayaran lintas negara, interoperabilitas yang dicapai melalui kerja sama lintas batas internasional perlu diperkuat di tengah peningkatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.
Kerja sama lintas batas internasional dapat melalui percepatan digitalisasi menuju inklusi ekonomi-keuangan, remitansi, perdagangan ritel, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengan atau UMKM.
Penyelenggaraan IFS 2022 juga didukung oleh OJK sebagai bentuk komitmen penguatan tata kelola dan infrastruktur yang dibutuhkan seiring dengan melesatnya pertumbuhanfintech.Selain itu penguatansektor keuangan digital ini dapat dilihat dari segi sisi penawaran (supply)dan permintaan (demand).
Di sisi penawaran,saat ini OJK berkolaborasi dengan seluruh elemen ekosistem keuangan digital tengah mempersiapkan infrastruktur seperti Electronic-Know Your Customer (e-KYC), tanda tangan elektronik, dan digital ID. Juga perangkat keamanan siber yang diyakini mampu meningkatkan tata kelola dan tingkat keamanan dalam bertransaksi melalui layanan dan produk keuangan digital.
Asosiasi Fintech Indonesia atau AFTECH merasa sangat berbangga dapat kembali menyelenggarakan IFS yang diharapkan mampu mengoptimalkan dampak positif kepada sektor jasa keuangan, seperti terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kestabilan sistem keuangan pada masa mendatang. Hal ini dapat diraih dengan mengimplementasikan keseimbangan antara inovasi, pertumbuhan, dan perlindungan konsumen.
Dalam penyelenggaran IFS tahun ini, BI bersama AFTECH dan OJK mengangkat berbagai tema yang masih sejalan dengan topik pada Presidensi G20 Indonesia. Presidensi G20 Indonesia mengangkat pengembangan pembayaran lintas negara (cross-border payment) sebagai salah satu agenda prioritas. Dalam mewujudkan pembayaran lintas negara, interoperabilitas yang dicapai melalui kerja sama lintas batas internasional perlu diperkuat di tengah peningkatan digitalisasi ekonomi dan keuangan.
Kerja sama lintas batas internasional dapat melalui percepatan digitalisasi menuju inklusi ekonomi-keuangan, remitansi, perdagangan ritel, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengan atau UMKM.
Penyelenggaraan IFS 2022 juga didukung oleh OJK sebagai bentuk komitmen penguatan tata kelola dan infrastruktur yang dibutuhkan seiring dengan melesatnya pertumbuhanfintech.Selain itu penguatansektor keuangan digital ini dapat dilihat dari segi sisi penawaran (supply)dan permintaan (demand).
Di sisi penawaran,saat ini OJK berkolaborasi dengan seluruh elemen ekosistem keuangan digital tengah mempersiapkan infrastruktur seperti Electronic-Know Your Customer (e-KYC), tanda tangan elektronik, dan digital ID. Juga perangkat keamanan siber yang diyakini mampu meningkatkan tata kelola dan tingkat keamanan dalam bertransaksi melalui layanan dan produk keuangan digital.
Lihat Juga :