Indonesia Fintech Summit (IFS): Mendorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional
Sabtu, 26 November 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku industrifintechmendorong kemajuan dalam digitalisasi, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam pidatonya secara virtual pada hari kedua kegiatan 4thIFS pada 11 November, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyambut baik penyelenggaraan kegiatan 4thIFS yang menjadi bagian dari BulanFintechNasional 2022. Airlangga menyebutkan bahwa meski berada di tengah gejolak tantangan global, perekonomian Indonesia cukup resilient.
“Terbaru dalam kuartal ketiga tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di atas ekspektasi, yakni sebesar 5,72% Year over Year (YoY) dengan tingkat inflasi yang terkendali sebesar 5,71% (YoY) pada Oktober 2022 di tengah lonjakan inflasi di berbagai negara. Pertumbuhan tersebut juga seiring dengan perbaikan sektor jasa keuangan yang juga tumbuh konsisten dan stabilitas tetap terjaga,” ungkap Airlangga.
Airlangga optimistis upaya pemulihan perekonomian nasional bisa terus berlanjut, termasuk pertumbuhan ekonomi di atas 5% hingga Triwulan IV-2022. Ia menambahkan bahwa sektor keuangan digital memiliki potensi yang sangat menjanjikan, sehingga dibutuhkan kolaborasi parastakeholder, termasuk asosiasi sehingga beragam platform layanan keuangan digital semakin inklusif dan mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat.
Melalui Menko Perekonomian, pemerintah bekerja sama dengan OJK dan BI akan terus mendukung kontribusi industrifintech
terhadap penguatan ekonomi nasional.
Dalam pemulihan ekonomi secara nasional dan global, Indonesia menghadapi tantangan dari tingkat inflasi dunia yang lebih tinggi dari perkiraan. Berdasarkan IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat dari 6,1% pada 2021 menjadi 3,2% pada 2022.
Alhasil, negara-negara di seluruh belahan dunia memprioritaskan upaya untuk 'menjinakkan' inflasi. Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mempertegas bahwa masalah yang dihadapi oleh Indonesia adalah masalah yang juga dihadapi oleh seluruh negara secara global.
Dalam pidatonya secara virtual pada hari kedua kegiatan 4thIFS pada 11 November, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyambut baik penyelenggaraan kegiatan 4thIFS yang menjadi bagian dari BulanFintechNasional 2022. Airlangga menyebutkan bahwa meski berada di tengah gejolak tantangan global, perekonomian Indonesia cukup resilient.
“Terbaru dalam kuartal ketiga tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di atas ekspektasi, yakni sebesar 5,72% Year over Year (YoY) dengan tingkat inflasi yang terkendali sebesar 5,71% (YoY) pada Oktober 2022 di tengah lonjakan inflasi di berbagai negara. Pertumbuhan tersebut juga seiring dengan perbaikan sektor jasa keuangan yang juga tumbuh konsisten dan stabilitas tetap terjaga,” ungkap Airlangga.
Airlangga optimistis upaya pemulihan perekonomian nasional bisa terus berlanjut, termasuk pertumbuhan ekonomi di atas 5% hingga Triwulan IV-2022. Ia menambahkan bahwa sektor keuangan digital memiliki potensi yang sangat menjanjikan, sehingga dibutuhkan kolaborasi parastakeholder, termasuk asosiasi sehingga beragam platform layanan keuangan digital semakin inklusif dan mampu menjangkau segenap lapisan masyarakat.
Melalui Menko Perekonomian, pemerintah bekerja sama dengan OJK dan BI akan terus mendukung kontribusi industrifintech
terhadap penguatan ekonomi nasional.
Dalam pemulihan ekonomi secara nasional dan global, Indonesia menghadapi tantangan dari tingkat inflasi dunia yang lebih tinggi dari perkiraan. Berdasarkan IMF, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat dari 6,1% pada 2021 menjadi 3,2% pada 2022.
Alhasil, negara-negara di seluruh belahan dunia memprioritaskan upaya untuk 'menjinakkan' inflasi. Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mempertegas bahwa masalah yang dihadapi oleh Indonesia adalah masalah yang juga dihadapi oleh seluruh negara secara global.
Lihat Juga :