Indonesia Emas 2045: Transformasi Digital Ekonomi Kian Dekat

Minggu, 27 November 2022 - 04:30 WIB
loading...
Indonesia Emas 2045:...
Transformasi ekonomi digital diharapkan makin kuat saat era Indonesia Emas 2045. Foto/SINDOnews
A A A
Pada tahun 2045 nanti, Indonesia akan memasuki umur 100 tahun sejak memproklamirkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Pada saat yang sama juga Indonesia mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia produktif lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk yang tidak produktif.

Momentum Indonesia menjadi tuan rumah dari presidensi G20 merupakan salah satu langkah menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus langkah awal dari proses transformasi digital ekonomi Indonesia.

“Ekonomi digital menyumbang 15,5% produk domestik global, ini membuka peluang bagi masyarakat kecil menjadi bagian dari rantai pasok global,” ujar Presiden RI Jokowi dalam pembukaan sesi ketiga KTT G20 hari kedua.

Dengan jumlah penduduk 273 juta jiwa, Indonesia memiliki potensi yang menjanjikan jika literasi digital dapat diresap dengan baik oleh masyarakat luas, dan mereka dapat berpatisipasi dalam ekonomi di masa mendatang. Ekonomi digital domestik Indonesia sendiri saat ini menjadi yang tertinggi di wilayah ASEAN bernilai lebih dari 70 miliar USD.

Perkembangan ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan tumbuh mencapai 30% atau setara dengan USD360 miliar dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional 2030 nanti.

“Pada 2030 size-nya sekitar USD360 miliar untuk ekonomi keuangan digital. Kalau kita lihat PDB kita sekarang sekitar USD1 triliun, artinya sudah 30 persen lebih ekonomi kitabased-onekonomi keuangan digital,” ujar Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

Perkembangan ekonomi di Indonesia memiliki keunikan atau ciri khasnya sendiri, seperti peranan dari UMKM yang sangat penting dan tidak dapat dimungkiri. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap PDB yaitu sekitar 61,97% dari total PDB nasional atau setara dengan Rp8.500 triliun pada 2020.

UMKM juga telah menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang sangat fantastis, yaitu 97% dari daya serap usaha pada tahun 2020. Dalam berbagai kebijakannya, Bank Indonesia sendiri telah mendukung transformasi digital terhadap salah satu pilar perekonomian Indonesia tersebut melalui sistem pembayaran yang sudah berbasis digital yaitu QRIS (Quick Responses Code Indonesian Standard).

Dengan upaya tersebut, Bank Indonesia telah berhasil melakukan digitalisasi terhadap UMKM di Indonesia khususnya di sistem pembayaran. Dalam perkembangannya, QRIS sekarang sudah mencapai tahap kecross bordermelalui kerja sama dengan bank sentral dari Thailand dan tidak menutup kemungkinan untuk meluaskan kerja sama dengan negara lain.

Perkembangan dari infastruktur guna menyokong transformasi digital harus berjalan lebih cepat guna mempersiapkan Indonesia untuk bertransformasi. Presiden Joko Widodo melalui KTT G20 menyampaikan tiga fokus dari pemerintah Indonesia, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur digital yang harus merata.

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) juga mengatakan bahwa ekonomi berbasis digital harus diimbangi dengan infrastruktur internet yang memadai. Dengan momentum Presidensi G20 APJII juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan kapasitasIndonesia internet exchange(IIX).

Untuk saat ini,internet exchangeAPJII baru tersebar di 15 wilayah Indonesia dan ke depannya diharapkan dapat menjangkau wilayah lainnya, terutama wilayah yang masih terkendala.

Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) Johnny G. Plate, mengatakan bahwa dengan upaya transformasi digital yang sedang pemerintah Indonesia usahakan, diharapkan dapat meyakinkan seluruh pihak akan upaya digitalisasi negara anggota G20. Ketika infrastuktur Indonesia sudah siap untuk bertransformasi ke digital, berikutnya adalah kesiapan dari sumber daya manusia Indonesia.

Pemerintah Indonesia sudah mengupayakan persiapan dan aksi nyata dari transformasi digital ekonomi guna menuju Indonesia Emas 2045. Indonesia Emas 2045 tidak dapat terwujud jika tidak diiringi dengan berbagai upaya untuk mencapainya. Peranan seluruh elemen masyarakat serta para aktor utama dari bonus demografi nantinya harus turut ambil bagian dalam proses tersebut.

GenBI
Samsul Anwar
Universitas Warmadewa
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Festival Olahraga dan...
Festival Olahraga dan Edukasi Finansial Ajak Generasi Muda Hidup Sehat
Amartha Dorong Financial...
Amartha Dorong Financial Health sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Akar Rumput di Asia Grassroots Forum 2026
Perkuat Literasi lewat...
Perkuat Literasi lewat Pojok Baca di SD Muhammadiyah Worawari dan Edukasi Keuangan Bagi Mahasiswa
Rekomendasi
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved