Review Violent Night: Film Natal Anak-Anak untuk Orang Dewasa
Rabu, 30 November 2022 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Trudy membuat jebakan bagi para penjahat itu karena terinspirasi dari Home Alone. Sementara jebakan di Home Alone konyol dan tidak berdarah-darah, jebakan di Violent Night ala Trudy lebih kejam dengan darah yang mengucur dan mayat bertumpukan. Jadi, ini mirip Home Alone versi gelapnya.
![Review Violent Night: Film Natal Anak-Anak untuk Orang Dewasa]()
Foto: Metacritic
Film berdurasi 1 jam 59 menit ini juga kocak. Aksi Sinterklas menghadapi para penjahat itu tak jarang mengundang gelak tawa. David Harbour terlihat bersenang-senang di film ini. Seorang diri dia menghajar para penjahat itu dengan apa saja yang ada di sekitarnya. Aksi ini benar-benar brutal, kejam, dan tanpa ampun.
Sutradara film ini, Tommy Wirkola, berhasil menghadirkan tontonan Natal yang tidak generik, penuh kejutan, aksi, dan tawa. Violent Night benar-benar punya vibe film keluarga yang kental dengan kecanggungan, drama, dan segala macam intrik di dalamnya. Namun, di sisi lain, film ini juga menyajikan tontonan padat aksi yang tentunya sulit untuk dilewatkan.
![Review Violent Night: Film Natal Anak-Anak untuk Orang Dewasa]()
Foto: SyFy
Twist film ini tidak terlalu istimewa. Tapi, semuanya disajikan dengan suasana kocak sehingga terasa lebih menarik. Film ini mampu menangkap suasana Natal yang kental dan juga kekelaman di balik sebuah keluarga kaya raya yang menjadi salah satu inti ceritanya.
Keluarga Lighthouse yang kaya raya dan berpengaruh ternyata punya rahasia gelap yang akhirnya menarik kawanan penjahat. Ketika uang sudah berbicara, maka tidak ada kawan dan lawan. Keluarga sendiri pun bisa berkhianat. Ini juga terjadi di Violent Night. Namun, karena ini film dengan vibe keluarga, beberapa bagiannya diselesaikan dengan cara damai.
![Review Violent Night: Film Natal Anak-Anak untuk Orang Dewasa]()
Foto: JoBlo
Violent Night membawa suasana kebahagiaan dan kehangatan Natal keluarga yang dibalut kekerasan di malam yang seharusnya penuh canda tawa itu. Segalanya bisa berakhir dengan sangat tragis kalau superhero dadakan tidak muncul malam itu. Film ini membuktikan kalau Sinterklas bukanlah kakek-kakek tua ramah anak, dia juga punya masa lalu kelam dan bisa mengangkat senjata untuk menyelamatkan keluarga yang dia kunjungi.

Foto: Metacritic
Film berdurasi 1 jam 59 menit ini juga kocak. Aksi Sinterklas menghadapi para penjahat itu tak jarang mengundang gelak tawa. David Harbour terlihat bersenang-senang di film ini. Seorang diri dia menghajar para penjahat itu dengan apa saja yang ada di sekitarnya. Aksi ini benar-benar brutal, kejam, dan tanpa ampun.
Sutradara film ini, Tommy Wirkola, berhasil menghadirkan tontonan Natal yang tidak generik, penuh kejutan, aksi, dan tawa. Violent Night benar-benar punya vibe film keluarga yang kental dengan kecanggungan, drama, dan segala macam intrik di dalamnya. Namun, di sisi lain, film ini juga menyajikan tontonan padat aksi yang tentunya sulit untuk dilewatkan.

Foto: SyFy
Twist film ini tidak terlalu istimewa. Tapi, semuanya disajikan dengan suasana kocak sehingga terasa lebih menarik. Film ini mampu menangkap suasana Natal yang kental dan juga kekelaman di balik sebuah keluarga kaya raya yang menjadi salah satu inti ceritanya.
Keluarga Lighthouse yang kaya raya dan berpengaruh ternyata punya rahasia gelap yang akhirnya menarik kawanan penjahat. Ketika uang sudah berbicara, maka tidak ada kawan dan lawan. Keluarga sendiri pun bisa berkhianat. Ini juga terjadi di Violent Night. Namun, karena ini film dengan vibe keluarga, beberapa bagiannya diselesaikan dengan cara damai.

Foto: JoBlo
Violent Night membawa suasana kebahagiaan dan kehangatan Natal keluarga yang dibalut kekerasan di malam yang seharusnya penuh canda tawa itu. Segalanya bisa berakhir dengan sangat tragis kalau superhero dadakan tidak muncul malam itu. Film ini membuktikan kalau Sinterklas bukanlah kakek-kakek tua ramah anak, dia juga punya masa lalu kelam dan bisa mengangkat senjata untuk menyelamatkan keluarga yang dia kunjungi.
Lihat Juga :