Seperti Apa Perbedaan dan Sejarah Manga, Manhwa, dan Manhua?
Senin, 05 Desember 2022 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
Selama Pendudukan Amerika (1945—1952), tentara Amerika membawa komik Eropa dan Amerika, yang mempengaruhi gaya seni dan kreativitas mangaka. Ada permintaan besar terhadap manga karena meningkatnya pembaca pada 1950-an—1960-an. Tak lama setelah itu, manga menjadi fenomena global dengan readership luar negeri dimulai pada akhir 1980-an.
![Seperti Apa Perbedaan dan Sejarah Manga, Manhwa, dan Manhua?]()
Foto: Recent Highlights
Manhwa punya sejarah perkembangan sendiri. Selama Pendudukan Jepang di Korea (1910—1945), tentara Jepang membawa budaya dan bahasa mereka ke masyarakat Korea, termasuk impor manga. Dari 1930-an—1950-an, manhwa dipakai untuk propaganda usaha perang dan untuk memberlakukan ideologi politik.
Manhwa menjadi populer pada 1950-an, tapi kemudian mengalami penurunan pada pertengahan 1960-an karena undang-undang penyensoran yang ketat. Tapi, manhwa kembali jadi populer ketika Korea Selatan meluncurkan situs yang menerbitkan manhwa digital yang dikenal sebagai webtoon, seperti Daum Webtoon pada 2003 dan Naver Webtoon pada 2004. Pada 2014, Naver Webtoon diluncurkan secara global sebagai Line Webtoon.
![Seperti Apa Perbedaan dan Sejarah Manga, Manhwa, dan Manhua?]()
Foto: Medium
Perbedaan antara manhua dan manhwa adalah manhua berasal dari China, Taiwan, dan Hong Kong. Manhua disebut dimulai pada awal abad 20, dengan perkenalan proses cetak litografis. Sejumlah manhua didorong politik, dengan cerita tentang Perang China-Jepang kedua dan Pendudukan Jepang atas Hong Kong.
Tapi, setelah Revolusi China pada 1949, ada undang-undang sensor yang ketat. Akibatnya, manhua menghadapi waktu sulit untuk bisa dipublikasikan secara sah di luar negeri. Tapi, manhuajia mulai menerbitkan sendiri karya mereka di media sosial dan platform komik web seperti QQ Comic dan Vcomic.
![Seperti Apa Perbedaan dan Sejarah Manga, Manhwa, dan Manhua?]()
Foto: One Esports
Komik Asia Timur punya konten spesifik yang bertujuan menarik demografi berbeda, biasanya berdasarkan usia dan gender. Di Jepang, manga shounen cowok dipenuhi cerita aksi dan petualangan seperti My Hero Academia dan Naruto. Manga shoujo utamanya adalah cerita magis yang menampilkan cewek, seperti Cardcaptor Sakura, dan romansa kompleks, seperti Fruits Basket. Ada juga manga—yang dikenal sebagai seinen dan josei—untuk orang dengan usia lebih tua dan menampilkan konten yang lebih dewasa. Manhwa dan manhua juga punya komik yang ditujukan untuk demografi spesifik.
Di Jepang, chapter manga dipublikasikan di majalan mingguan atau dua mingguan seperti Shonen Jump. Kalau manga-nya jadi populer, maka akan dipublikasikan dalam bentuk volume kolektif yang dikenal sebagai tankoubon. Sementara, di manhwa dan manhua digital, chapter-nya diunggah setiap pekan di platform webtoon.

Foto: Recent Highlights
Manhwa punya sejarah perkembangan sendiri. Selama Pendudukan Jepang di Korea (1910—1945), tentara Jepang membawa budaya dan bahasa mereka ke masyarakat Korea, termasuk impor manga. Dari 1930-an—1950-an, manhwa dipakai untuk propaganda usaha perang dan untuk memberlakukan ideologi politik.
Manhwa menjadi populer pada 1950-an, tapi kemudian mengalami penurunan pada pertengahan 1960-an karena undang-undang penyensoran yang ketat. Tapi, manhwa kembali jadi populer ketika Korea Selatan meluncurkan situs yang menerbitkan manhwa digital yang dikenal sebagai webtoon, seperti Daum Webtoon pada 2003 dan Naver Webtoon pada 2004. Pada 2014, Naver Webtoon diluncurkan secara global sebagai Line Webtoon.

Foto: Medium
Perbedaan antara manhua dan manhwa adalah manhua berasal dari China, Taiwan, dan Hong Kong. Manhua disebut dimulai pada awal abad 20, dengan perkenalan proses cetak litografis. Sejumlah manhua didorong politik, dengan cerita tentang Perang China-Jepang kedua dan Pendudukan Jepang atas Hong Kong.
Tapi, setelah Revolusi China pada 1949, ada undang-undang sensor yang ketat. Akibatnya, manhua menghadapi waktu sulit untuk bisa dipublikasikan secara sah di luar negeri. Tapi, manhuajia mulai menerbitkan sendiri karya mereka di media sosial dan platform komik web seperti QQ Comic dan Vcomic.
2. Pembaca Ideal Manga, Manhwa, dan Manhua

Foto: One Esports
Komik Asia Timur punya konten spesifik yang bertujuan menarik demografi berbeda, biasanya berdasarkan usia dan gender. Di Jepang, manga shounen cowok dipenuhi cerita aksi dan petualangan seperti My Hero Academia dan Naruto. Manga shoujo utamanya adalah cerita magis yang menampilkan cewek, seperti Cardcaptor Sakura, dan romansa kompleks, seperti Fruits Basket. Ada juga manga—yang dikenal sebagai seinen dan josei—untuk orang dengan usia lebih tua dan menampilkan konten yang lebih dewasa. Manhwa dan manhua juga punya komik yang ditujukan untuk demografi spesifik.
Di Jepang, chapter manga dipublikasikan di majalan mingguan atau dua mingguan seperti Shonen Jump. Kalau manga-nya jadi populer, maka akan dipublikasikan dalam bentuk volume kolektif yang dikenal sebagai tankoubon. Sementara, di manhwa dan manhua digital, chapter-nya diunggah setiap pekan di platform webtoon.
Lihat Juga :