CERMIN: Hidup adalah Kumpulan Kilas Balik Tak Terelakkan
Rabu, 07 Desember 2022 - 15:32 WIB
loading...
A
A
A
Di antara tiga periode itu ada cinta, airmata, romantisme, dan kadang tragedi. Berbagai peristiwa menguji persahabatan mereka dan sejauh ini solid. Namun bisakah mereka terus bertahan melewatinya ketika hidup dan dunia di sekeliling mereka terus berubah?
Menonton Firefly Lanemengasyikkan karena kita seperti melihat kisah-kisah hidup perempuan yang bisa siapa saja. Tully bisa saja Amelia yang kita kenal saat kuliah jurnalistik dan berambisi menjadi jurnalis reporter yang hebat.
![CERMIN: Hidup adalah Kumpulan Kilas Balik Tak Terelakkan]()
Foto: Netflix
Kate bisa saja Dewi yang kita kenal saat jadi anak baru di stasiun televisi swasta yang tak ambisius menjadi produser program acara karena ingin menjadi seorang ibu. Keduanya sosok yang familier yang dengan mudah bisa kita temukan di manapun.
Tapi kita tak perlu menjadi seorang perempuan untuk bisa terkoneksi dengan kisah panjang dari Tully dan Kate. Saya pun bisa menjadi Tully yang selalu berpura-pura tegar saat putus cinta dengan seseorang yang sangat dicintai. Saya juga bisa menjadi Kate yang masih tak bisa menyembunyikan rasa cinta pada sang mantan.
Seiring dengan kilas balik yang terus berjalan konsisten dalam tiap adegan, khayalan kita melayang-layang menyusuri masa lalu. Saya mengingat masa kecil saya yang menyenangkan di Polewali, menikmati masa remaja di Makassar, dan akhirnya berteman dengan kerasnya hidup saat merantau di Jakarta. Kilas balik itu sering kali datang dan tak terelakkan.
Tapi memori juga punya caranya sendiri untuk mengingatkan kita. Bahwa hidup tak berdiri sendiri. Ia selalu dengan caranya sendiri punya keterkaitan satu sama lain, periode demi periode. Saya memang berkuliah di Fakultas Kedokteran dan malah berakhir menjadi sutradara/produser tapi melalui kilas balik, saya diingatkan bahwapada masa kecil di Polewali saya memang sudah suka sekali menonton di bioskop.
![CERMIN: Hidup adalah Kumpulan Kilas Balik Tak Terelakkan]()
Foto: Netflix
Menonton Firefly Lanemengasyikkan karena kita seperti melihat kisah-kisah hidup perempuan yang bisa siapa saja. Tully bisa saja Amelia yang kita kenal saat kuliah jurnalistik dan berambisi menjadi jurnalis reporter yang hebat.

Foto: Netflix
Kate bisa saja Dewi yang kita kenal saat jadi anak baru di stasiun televisi swasta yang tak ambisius menjadi produser program acara karena ingin menjadi seorang ibu. Keduanya sosok yang familier yang dengan mudah bisa kita temukan di manapun.
Tapi kita tak perlu menjadi seorang perempuan untuk bisa terkoneksi dengan kisah panjang dari Tully dan Kate. Saya pun bisa menjadi Tully yang selalu berpura-pura tegar saat putus cinta dengan seseorang yang sangat dicintai. Saya juga bisa menjadi Kate yang masih tak bisa menyembunyikan rasa cinta pada sang mantan.
Seiring dengan kilas balik yang terus berjalan konsisten dalam tiap adegan, khayalan kita melayang-layang menyusuri masa lalu. Saya mengingat masa kecil saya yang menyenangkan di Polewali, menikmati masa remaja di Makassar, dan akhirnya berteman dengan kerasnya hidup saat merantau di Jakarta. Kilas balik itu sering kali datang dan tak terelakkan.
Tapi memori juga punya caranya sendiri untuk mengingatkan kita. Bahwa hidup tak berdiri sendiri. Ia selalu dengan caranya sendiri punya keterkaitan satu sama lain, periode demi periode. Saya memang berkuliah di Fakultas Kedokteran dan malah berakhir menjadi sutradara/produser tapi melalui kilas balik, saya diingatkan bahwapada masa kecil di Polewali saya memang sudah suka sekali menonton di bioskop.

Foto: Netflix
Lihat Juga :