QRIS Mendunia: Cross Border Payment Transaksi QR Antarnegara

Rabu, 23 November 2022 - 22:00 WIB
loading...
QRIS Mendunia: Cross...
QRIS bisa juga dipakai saat bertransaksi di lima negara ASEAN lainnya. Foto/QRIS
A A A
BALI - Pada 11 Juli 2022, kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) resmi dibuka oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. FEKDI 2022 juga menjadi salah satu bagian dari kegiatan G20 Presidensi Indonesia 2022 yang juga merupakan bagian dari acara G20.

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan dukungan, partisipasi, dan kolaborasi dari industri, Kementerian/Lembaga, serta masyarakat terhadap kebijakan dan inisiatif digitalisasi sistem pembayaran Bank Indonesia maupun program digitalisasi Kementerian/Lembaga dan industri.

Hal tersebut dilaksanakan guna mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional, termasuk memperluas informasi dan partisipasi publik terhadap kegiatan G20. Acara yang diselenggarakan selama lima hari (11 – 15 Juli 2022) ini mengangkat tema Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery.

Melalui tema tersebut, Bank Indonesia dan pemerintah berfokus untuk melaksanakan kerja sama internasional dalam mengoptimalkan peluang digitalisasi melalui implementasi sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital. Tak hanya itu, kerja sama yang dilakukan juga bertujuan untuk menguatkan konektivitas pada lingkup regional maupun global di berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan dan pembayaran di ASEAN sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi global.

Cross Border Payment menjadi topik yang dibahas pada hari keempat pelaksanaan FEKDI. Topik ini dibahas dalam dua kegiatan yang berbeda dengan mengusung tema Pembayaran Lintas Batas yang Lebih Cepat, Lebih Murah, dan Lebih Inklusif untuk Mendorong Pemulihan Ekonomi Daerah pada Casual Talk 1 dan Meningkatkan Pembayaran Lintas Batas: Membuka Jalan Menuju Pembayaran yang Dapat Dioperasikan pada Casual Talk 2.

Cross Border Payment merupakan kode QR yang dapat menghubungkan pembayaran antarnegara melalui interkoneksi kode QR nasional. Ini sebagai salah satu inisiatif terkait dengan perluasan layanan QR Code Indonesian Strandard (QRIS).

QRIS (dibaca: KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRIS. QR Cross-border menjadi salah satu upaya penting yang berperan dalam meningkatkan kemudahan transaksi antarnegara, mendorong digitalisasi pembayaran, serta sebagai upaya stabilitas ekonomi.

Pada saat ini, pembayaran pada wilayah ASEAN masih bersifat bilateral, dengan adanya Cross Border Payment, makadapat menjadi suatu keterhubungan terkait pembayaran dengan layanan menggunakan QR Code dan fast payment di ASEAN untuk lebih bersifat multirateral. Hal ini merupakan bagian dari upaya penguatan integrasi ekonomi di kawasan ASEAN.

Tentu saja perihal tersebut menjadi suatu upaya yang penting untuk dilakukan untuk meningkatkan hubungan secara multilateral dalam membangun jaringan inklusif terkait sistem pembayaran ritel.

Bank Indonesia saat ini berkolaborasi dengan lima negara ASEAN dalam pengimplementasian Cross Border Payment, yaitu Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, dan Filipina. Hal ini menjadi suatu menjadi langkah awal dalam membangun ASEAN payment connectivity.

Pengembangan Cross Border Payment juga dipengaruhi oleh infrastruktur yang berbeda-beda dari setiap negara. Sehingga, hal tersebut mejadi alasan utama untuk tidak melibatkan seluruh negara anggota ASEAN dalam kolaborasi tersebut.

Kerjasama antara lima negara ini juga didasari dengan kesiapan infrastruktur terkait kesediaan layanan fast payment pada negara tersebut. Nantinya pengembangan Cross Border Payment diharapkan mampu diperluas ke seluruh negara sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi secara global.

GenBI Bali
Ketut Agus Oktariawan
Undiksha
(ita)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia Ingin Bangun...
Indonesia Ingin Bangun Pusat Keuangan Berdaya Saing Global, Bali Jadi Kandidat Bukan IKN
Festival Olahraga dan...
Festival Olahraga dan Edukasi Finansial Ajak Generasi Muda Hidup Sehat
BI Targetkan QRIS Terhubung...
BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
Rekomendasi
Dari Lampu Merah di...
Dari Lampu Merah di Liuzhou, Lahirlah Revolusi EV yang Mengubah Jakarta
Mengenal Liuzhou, Markas...
Mengenal Liuzhou, Markas Wuling Sekaligus Ibu Kota Mobil Listrik Dunia
Terungkap di Liuzhou!...
Terungkap di Liuzhou! Ini 4 Mobil Baru Wuling yang Bakal Gempur Indonesia
Berita Terkini
Ruben Onsu Pasrah Jika...
Ruben Onsu Pasrah Jika Jordi Onsu Bongkar Aibnya: Silakan Saja
Petisi Boikot Sarwendah...
Petisi Boikot Sarwendah Meluas, Eks Manajer Minta Segera Minta Maaf
Konflik dengan Sarwendah...
Konflik dengan Sarwendah Bikin Ruben Onsu Stres, Sahabat: Dia Sudah Sangat Capek
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Maternity Shoot Angga...
Maternity Shoot Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, Perhiasan Rp2,88 Miliar Jadi Sorotan
Hidung Lisa BLACKPINK...
Hidung Lisa BLACKPINK Terlihat Lebih Mancung, Operasi Plastik?
Infografis
Alasan Penggantian Logo...
Alasan Penggantian Logo Burung Twitter yang Telah Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved