Podcast Aksi Nyata Perindo: Makanan Khas Bengkulu Jarang Ditemui di Luar Daerah, Harus Sering Dipromosikan
Minggu, 11 Desember 2022 - 17:50 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau di Bengkulu selatan itu (ikan pais) dikukus. Kalau di Utara pakai santan dibikin seperti gulai atau sup, namanya botok," jelasnya.
Selain makanan khas daerah, Hj Radiati juga memperkenalkan potensi wisata di Bengkulu yang berjalan beriringan dengan potensi kuliner khas daerah. Wisatawan yang berwisata ke pantai di Bengkulu bisa sekaligus mencicipi makanan khas di resto atau warung yang sudah tersedia di pinggir pantai.
"Wisatanya bagus, ada pantai panjang sepanjang kota bengkulu dikeliliningi pantai. Sudab banyak kuliner di pinggir pantai, wisatawan itu jadi sekalian. Ada resto makanan khas Bengkulu," pungkasnya.
Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda pun, masyarakat tetap mengandalkan usaha kuliner untuk menyambung hidup. Hal ini seolah menjadi bukti bahwa potensi wisata kuliner daerah harus terus dikembangkan.
Berbekal usaha rumahan, masyarakat mengikuti perkembangan teknologi dengan menjajakan jualannya di media sosial sehingga bisa tetap bertahan di era badai pandemi yang menyebabkan banyak orang tidak bisa mengunjungi warung atau resto mereka.
Selain makanan khas daerah, Hj Radiati juga memperkenalkan potensi wisata di Bengkulu yang berjalan beriringan dengan potensi kuliner khas daerah. Wisatawan yang berwisata ke pantai di Bengkulu bisa sekaligus mencicipi makanan khas di resto atau warung yang sudah tersedia di pinggir pantai.
"Wisatanya bagus, ada pantai panjang sepanjang kota bengkulu dikeliliningi pantai. Sudab banyak kuliner di pinggir pantai, wisatawan itu jadi sekalian. Ada resto makanan khas Bengkulu," pungkasnya.
Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda pun, masyarakat tetap mengandalkan usaha kuliner untuk menyambung hidup. Hal ini seolah menjadi bukti bahwa potensi wisata kuliner daerah harus terus dikembangkan.
Berbekal usaha rumahan, masyarakat mengikuti perkembangan teknologi dengan menjajakan jualannya di media sosial sehingga bisa tetap bertahan di era badai pandemi yang menyebabkan banyak orang tidak bisa mengunjungi warung atau resto mereka.
(hri)
Lihat Juga :