Ini Kata Mereka yang Sudah Nonton Avatar: The Way of Water
Rabu, 14 Desember 2022 - 06:35 WIB
loading...
A
A
A
“Avatar: The Way of Water: yeah, jangan pernah bertaruh melawan James Cameron. Mencoba menghindari hiperbola, tapi saya tidak pernah melihat apa pun seperti ini dari titik pandang teknis dan visual. Ini luar biasa. Mungkin terlalu luar biasa. Kadang, saya ketinggalan titik plot karena saya memandangi seekor ikan Pandora,” kata Mike Ryan dari Uproxx.
![Ini Kata Mereka yang Sudah Nonton Avatar: The Way of Water]()
Foto: CinemaBlend
Mike melanjutkan kalau dia mendapatkan pesan teks setelah cuitannya itu. Teks itu mempertanyakan bagian terbaik visual film tersebut. Dia menjawab semuanya. Sentimen yang sama juga diungkapkan Perri Nemiroff dari Collider.
“#AvatarTheWayof Water cukup luar biasa. Saya punya keyakinan pada James Cameron akan menaikkan level dengan efek, tapi visual ini menakjubkan. Satu frame mengejutkan setelah yang lainnya. Tapi, hal yang paling saya gali adalah bagaimana pencapaian teknisnya selalu terasa melayani karakter dan pembangunan dunia,” tulis Perri.
Nick de Semlyen dari Empire sampai tidak bisa menggambarkan betapa indahnya visual Avatar: The Way of Water. Dia menyebut James telah melompat melampaui apa yang dicapai film pertama. Nick mengatakan, sekuel itu adalah impian nyata yang mustahil terjadi di layar. “Banyak yang harus diproses. Dan pengingat atas apa yang bisa dilakukan sinema ketika dia berani bermimpi besar,” kata Nick.
![Ini Kata Mereka yang Sudah Nonton Avatar: The Way of Water]()
Foto: NME
Dengan biaya produksi sebesar USD350 juta, Avatar: The Way of Water tentu tidak dibuat dengan asal-asalan. Banyak yang dimasukkan di film ini. James pun berusaha keras untuk membuat film ini sepadan dengan biaya yang telah dikeluarkan.
“Dalam hal kerumitan naraasi dan bahkan juga dialog, sekuel berdana USD350 miliar itu nyaris semendasar pendahulunya, bahkan terkadang lemah. Tapi, pembangunan dunia yang luas dan beranekaragam ini menarik kalian, tontonan visual membuat kalian takjub, semangat kesadaran lingkungannya sedang diaduk dan peperangannya semendalam dan mengasyikkan yang bisa diinginakn audiens multiplex,” tulis David Rooney dari The Hollywood Reporter.
Salah satu kritikan di film ini adalah ceritanya yang tipis. Meski visualnya menakjubkan, tapi beberapa orang merasa ceritanya kurang menarik. “Jadi #AvatarTheWayOfWater: saya suka, tidak yang suka banget. Kabar baiknya adalah 3D bagus lagi (yay!), dan aksinya lumayan luar biasa (terutama di act terakhir). Tapi, banyak lini ceritanya terasa kalau mereka harus berhenti dan dimulai lagi, dan high frame rate-nya pas dan kelewatan buat saya,” kata Amon Warmann dari Empire.
Teknologi 3D memang menjadi salah satu titik jual film ini. Menontonnya di studio IMAX atau sejenisnya akan membuat penonton merasakan pengalaman menonton yang berbeda dari biasanya. Teknologi dan visual inilah yang menutupi kekurangan plot di film ini.
![Ini Kata Mereka yang Sudah Nonton Avatar: The Way of Water]()
Foto: Vulture
Foto: CinemaBlend
Mike melanjutkan kalau dia mendapatkan pesan teks setelah cuitannya itu. Teks itu mempertanyakan bagian terbaik visual film tersebut. Dia menjawab semuanya. Sentimen yang sama juga diungkapkan Perri Nemiroff dari Collider.
“#AvatarTheWayof Water cukup luar biasa. Saya punya keyakinan pada James Cameron akan menaikkan level dengan efek, tapi visual ini menakjubkan. Satu frame mengejutkan setelah yang lainnya. Tapi, hal yang paling saya gali adalah bagaimana pencapaian teknisnya selalu terasa melayani karakter dan pembangunan dunia,” tulis Perri.
Nick de Semlyen dari Empire sampai tidak bisa menggambarkan betapa indahnya visual Avatar: The Way of Water. Dia menyebut James telah melompat melampaui apa yang dicapai film pertama. Nick mengatakan, sekuel itu adalah impian nyata yang mustahil terjadi di layar. “Banyak yang harus diproses. Dan pengingat atas apa yang bisa dilakukan sinema ketika dia berani bermimpi besar,” kata Nick.
Foto: NME
Dengan biaya produksi sebesar USD350 juta, Avatar: The Way of Water tentu tidak dibuat dengan asal-asalan. Banyak yang dimasukkan di film ini. James pun berusaha keras untuk membuat film ini sepadan dengan biaya yang telah dikeluarkan.
“Dalam hal kerumitan naraasi dan bahkan juga dialog, sekuel berdana USD350 miliar itu nyaris semendasar pendahulunya, bahkan terkadang lemah. Tapi, pembangunan dunia yang luas dan beranekaragam ini menarik kalian, tontonan visual membuat kalian takjub, semangat kesadaran lingkungannya sedang diaduk dan peperangannya semendalam dan mengasyikkan yang bisa diinginakn audiens multiplex,” tulis David Rooney dari The Hollywood Reporter.
Salah satu kritikan di film ini adalah ceritanya yang tipis. Meski visualnya menakjubkan, tapi beberapa orang merasa ceritanya kurang menarik. “Jadi #AvatarTheWayOfWater: saya suka, tidak yang suka banget. Kabar baiknya adalah 3D bagus lagi (yay!), dan aksinya lumayan luar biasa (terutama di act terakhir). Tapi, banyak lini ceritanya terasa kalau mereka harus berhenti dan dimulai lagi, dan high frame rate-nya pas dan kelewatan buat saya,” kata Amon Warmann dari Empire.
Teknologi 3D memang menjadi salah satu titik jual film ini. Menontonnya di studio IMAX atau sejenisnya akan membuat penonton merasakan pengalaman menonton yang berbeda dari biasanya. Teknologi dan visual inilah yang menutupi kekurangan plot di film ini.
Foto: Vulture
Lihat Juga :