Ibu yang Alami Depresi Perinatal Berisiko Pengaruhi Anak
Sabtu, 11 Juli 2020 - 01:21 WIB
loading...
A
A
A
"Depresi perinatal tidak cukup dibicarakan dan masih ada banyak stigma yang melekat padanya," kata Dr. Roseann Capanna-Hodge, seorang psikolog dan pakar kesehatan mental anak-anak yang berbasis di Connecticut dan New York.
Depresi perinatal mengacu pada episode depresi selama kehamilan (depresi antenatal) atau dalam waktu 12 bulan setelah kehamilan (depresi pascanatal). Gangguan suasana hati ini berkisar dari ringan hingga parah dan dapat disembuhkan, menurut National Institute of Mental Health.
"Kami melukis gambar bahwa memiliki bayi yang baru lahir adalah sinar matahari dan mawar, tetapi 60-80% ibu baru akan mengalami baby blues dan 10-20% akan mengalami depresi pascapersalinan secara klinis," jelas Capanna-Hodge.
"Untuk ibu baru, mereka merasa bersalah karena sedih setelah memiliki bayi yang sangat mereka inginkan dan beberapa ibu bahkan mungkin tidak mengenali depresi mereka," tambahnya.
(Baca juga: Tips Kehamilan Aman di Masa Pandemi COVID-19 )
Depresi perinatal mengacu pada episode depresi selama kehamilan (depresi antenatal) atau dalam waktu 12 bulan setelah kehamilan (depresi pascanatal). Gangguan suasana hati ini berkisar dari ringan hingga parah dan dapat disembuhkan, menurut National Institute of Mental Health.
"Kami melukis gambar bahwa memiliki bayi yang baru lahir adalah sinar matahari dan mawar, tetapi 60-80% ibu baru akan mengalami baby blues dan 10-20% akan mengalami depresi pascapersalinan secara klinis," jelas Capanna-Hodge.
"Untuk ibu baru, mereka merasa bersalah karena sedih setelah memiliki bayi yang sangat mereka inginkan dan beberapa ibu bahkan mungkin tidak mengenali depresi mereka," tambahnya.
(Baca juga: Tips Kehamilan Aman di Masa Pandemi COVID-19 )
Lihat Juga :