Bali Digital Fashion Week (BDFW) 2022: Perkembangan WEB 3 dan Digital Indonesia
Senin, 19 Desember 2022 - 15:53 WIB
loading...
A
A
A
Digital Fashion NFT & Art Exhibition serta Phygital Exhibition dihelat pada tanggal 12-15, di Desember 2022 di Superlative Gallery (Superlative Secret Society). Kemudian Samsara Living Museum, Karangasem, Bali pada tanggal 15 Desember 2022, dan akan ditutup pada tanggal 16 Desember 2022 di T-Hub by Tokocrypto, Bali.
Dalam acara Bali Digital Fashion Week 2022 ini terdapat sesi acara talkshow mengenai WEB 3 Economy Outlook bersama melihat bagaimana perkembangan WEB 3 dan digital Indonesia (16/12/22) dengan narasumber yakni Edo Lavika seorang member BI Institute, Tarreq Kemal dari Venture Capitalist , Adrian Zakhary yakni seorang Founder Maja Labs.
Narasumber yang hadir membicarakan secara mendalam mengenai perkembangan WEB 3 khususnya di Indonesia dimana terjadinya situs web dan aplikasi akan dapat memproses informasi dengan cara yang cerdas melalui teknologi seperti machine learning, big data, teknologi buku besar terdesentralisasi (DLT). Edo Lavika memaparkan perlunya fokus negara Indonesia melihat kekuatan dengan adanya adopsi dari WEB 3 di Indonesia tanpa melupakan ancaman yang kapan saja bisa hadir.
“Sebagai regulator concern nya adalah customer protection,sebagai regulator perlu melihat WEB 3 secara global melihat strenght dan ancaman nya. Jadi memang perlu kehati-hatian dan perhitungan yang jelas," ujar Edo Lavika.
Narasumber menyampaikan jika Indonesia ingin memanfaatkan adanya WEB 3 dan digital dengan baik dan maksimal di masa depan diperlukan adanya pendalaman untuk mempelajari WEB 3 itu sendiri dikarenakan tidak relevannya keadaan saat ini jika dibandingkan dengan masa depan digital.
Dalam acara Bali Digital Fashion Week 2022 ini terdapat sesi acara talkshow mengenai WEB 3 Economy Outlook bersama melihat bagaimana perkembangan WEB 3 dan digital Indonesia (16/12/22) dengan narasumber yakni Edo Lavika seorang member BI Institute, Tarreq Kemal dari Venture Capitalist , Adrian Zakhary yakni seorang Founder Maja Labs.
Narasumber yang hadir membicarakan secara mendalam mengenai perkembangan WEB 3 khususnya di Indonesia dimana terjadinya situs web dan aplikasi akan dapat memproses informasi dengan cara yang cerdas melalui teknologi seperti machine learning, big data, teknologi buku besar terdesentralisasi (DLT). Edo Lavika memaparkan perlunya fokus negara Indonesia melihat kekuatan dengan adanya adopsi dari WEB 3 di Indonesia tanpa melupakan ancaman yang kapan saja bisa hadir.
“Sebagai regulator concern nya adalah customer protection,sebagai regulator perlu melihat WEB 3 secara global melihat strenght dan ancaman nya. Jadi memang perlu kehati-hatian dan perhitungan yang jelas," ujar Edo Lavika.
Narasumber menyampaikan jika Indonesia ingin memanfaatkan adanya WEB 3 dan digital dengan baik dan maksimal di masa depan diperlukan adanya pendalaman untuk mempelajari WEB 3 itu sendiri dikarenakan tidak relevannya keadaan saat ini jika dibandingkan dengan masa depan digital.
Lihat Juga :