Mengenal Growth Hormone Deficiency, Penyakit Lionel Messi Sebelum Antarkan Argentina Juara Piala Dunia 2022

Rabu, 21 Desember 2022 - 06:06 WIB
loading...
Mengenal Growth Hormone...
Lionel Messi pernah didiagnosis mengidap growth hormone deficiency. Foto/Instagram Lionel Messi
A A A
JAKARTA - Lionel Messi yang kini jadi sorotan dunia merupakan kapten timnas sepakbola Argentina yang fenomenal. Namanya sudah dikenal sejak belasan tahun lalu. Kini kiprahnya di dunia sepakbola pun disebut-sebut kian meroket lantaran berhasil mengantarkan Argentina memboyong trofi Piala Dunia 2022.

Siapa sangka, pemain dengan julukan Greatest of All Time itu sempat didiagnosis mengidap penyakit yang menganggu pertumbuhan hingga tinggi badannya lebih pendek dari kebanyakan orang Argentina.

Lionel Messi didiagnosis mengalami growth hormone deficiency pada usia 11 tahun setelah menjalani serangkaian pemeriksaan. Kondisi ini membuatnya kekurangan hormon pertumbuhan sehingga tinggi badan Messi kecil sekitar 132 cm dan tidak tumbuh sejak ia berusia 9 tahun.

Baca Juga: 5 Potret Keseruan Keluarga Lionel Messi Rayakan Kemenangan Argentina di Final Piala Dunia 2022

Meski begitu, kepiawaiannya dalam bermain di lapangan hijau membuat Messi kecil direkrut oleh FC Barcelona sejak berusia 13 tahun. Melalui surat kontrak itu, klub sepakbola profesional tersebut rela menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan untuk memperbaiki kondisi kesehatan Lionel Messi.

Messi menjalani serangkaian terapi hormon untuk merawat kondisi growth hormone deficiency yang dialaminya. Pesepakbola ini diketahui mendapat suntikan somatotropin atau hormon pertumbuhan manusia (hGH) setiap hari. Suntikan hormon ini membuat Messi mencapai tinggi badan lebih baik mencapai rata-rata, serta semakin menunjang kariernya sebagai pemain sepakbola.

Hormon pertumbuhan adalah zat yang diperlukan untuk merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan lain yang membantu anak tumbuh dan berkembang. Sedangkan defisiensi hormon pertumbuhan adalah suatu kondisi di mana kelenjar pituitari tidak menghasilkan hormon pertumbuhan yang cukup, sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak.

Ada dua jenis defisiensi hormon pertumbuhan:

1. Defisiensi GH Bawaan

Ini adalah jenis defisiensi yang biasanya dialami bayi sejak lahir. Awalnya, pertumbuhan mereka mungkin tampak normal tetapi gejalanya mulai terlihat saat berusia sekitar 6 hingga 12 bulan.

Baca Juga: Kisah Cinta Antonella Roccuzzo dan Lionel Messi, Naksir Sejak Usia 9 Tahun

2. Defisiensi GH yang Didapat


Jenis defisiensi ini terjadi ketika kelenjar hipofisis tubuh berhenti memproduksi hormon pertumbuhan yang cukup bagi tubuh untuk tumbuh secara normal. Ini dapat dimulai kapan saja selama masa kanak-kanak.

Dikutip dari Hopkins Medicine, Rabu (21/12/2022), penyebab growth hormone deficiency belum diketahui secara pasti. Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab GHD yang perlu diwaspadai:

- Kelainan genetik
- Tumor di kelenjar hipofisis atau daerah hipotalamus di dekat otak
- Cedera kepala serius
- Infeksi
- Paparan radiasi

Beberapa tes yang dapat mendiagnosis kondisi tersebut adalah:

-Tes darah
- Sinar-X usia tulang
- Tes stimulasi GH
- MRI otak

Untuk mengobati defisiensi GH, seseorang mungkin memerlukan suntikan hormon pertumbuhan sintetis setiap hari. Bergantung pada kemajuan orang tersebut, pengobatan dapat berlangsung beberapa tahun hingga akhir masa pubertas. Penting agar pengobatan dimulai sedini mungkin karena kemungkinan keberhasilannya lebih besar.
(tsa)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Resepsi Jennifer Coppen...
Resepsi Jennifer Coppen dan Justin Hubner Curi Perhatian, Tema Kartu Remi Bikin Salfok
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Jalani Pengajian dan...
Jalani Pengajian dan Siraman, Jennifer Coppen Tampil Anggun dengan Makeup Soft Glam
Raffi Ahmad Beberkan...
Raffi Ahmad Beberkan Penyakit yang Membuatnya Harus Operasi Setelah Pulang Haji
Waspada! Demam Anak...
Waspada! Demam Anak Turun Bisa Jadi Tanda Kondisi Memburuk
Kasus Hantavirus Ditemukan...
Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, Kemenkes Pastikan Situasi Masih Terkendali
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
Bukan Messi atau Ronaldo,...
Bukan Messi atau Ronaldo, Hanya Kylian Mbappe yang Kenakan Lencana Istimewa di Piala Dunia 2026
10 Pemain Terkaya Piala...
10 Pemain Terkaya Piala Dunia 2026: Ronaldo Nomor 1
Rekomendasi
Khasiat Surat Al Waqiah...
Khasiat Surat Al Waqiah yang Jarang Diketahui: Rezeki Lancar, Hidup Berkah hingga Wajah Bercahaya di Akhirat
Kisah Syahla, Anak Driver...
Kisah Syahla, Anak Driver Ojol dan Penjual Nasi Lolos UGM lewat Jalur SNBP
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 6: Konflik Memuncak! Jaka Jual Aset Mertua, Rumah Tangga Mila di Ujung Tanduk
Amanda Manopo Resmi...
Amanda Manopo Resmi Laporkan Pencemaran Nama Baik Demi Sang Buah Hati
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Raffi Ahmad Donasi Rp250...
Raffi Ahmad Donasi Rp250 Juta untuk Wanita Korban Penyiksaan Taufik Hidayat
Davina Karamoy Curi...
Davina Karamoy Curi Perhatian saat Nonton Ardhito Pramono Manggung di Musiczone Okezone
Gandeng Fuji, Bella...
Gandeng Fuji, Bella Shofie Ajak Emak-Emak Melek Digital dan Mandiri Secara Finansial
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved