alexametrics

Tiga Model Wakili Indonesia di Ajang AsNTM

loading...
Tiga Model Wakili Indonesia di Ajang AsNTM
Gani (kiri) dan Thalia (kanan) bersama Rani Ramadhany akan mewakili Indonesia di ajang Asia's Next Top Model. Gani dan Thalia berbagi pengalaman saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/3/2015). (KORAN SINDO/Ramadhan Adiputra)
A+ A-
JAKARTA - Ajang pencarian model Asia atau yang dikenal dengan Asia’s Next Top Model (AsNTM) kembali digelar. Tahun ini, AsNTM memasuki musim ketiganya dengan total 14 orang finalis yang terpilih dari sejumlah negara di Asia, seperti Singapura, Filipina, Jepang, Hong Kong, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Dari delapan negara tersebut, hanya Indonesia dan Filipina yang mampu memberikan kontestan terbanyak, yakni tiga orang. Tiga konstestan cantik dan berbakat asal Indonesia yang turut berkompetisi di ajang tersebut adalah Ayu Gani, Tahlia Raji, dan Rani Ramadhany. Kepada Sindonews, Gani dan Tahlia menceritakan sedikit pengalaman mereka saat terpilih mejadi finalis AsNTM.

“Aku tinggal di Bali, dari lahir di Bali. Selesai SMA tahun lalu aku pindah ke Jakarta. Mau mengejar karier atau mau kuliah, mau ngecek dua-duanya. Aku memang ingin modelling, lalu pada saat itu ada AsNTM, ada kesempatan bagus buat untuk memulai pintu untuk modelling. Aku ikut audisi langsung, September 2014. Di situ aku coba-coba saja, nggak tahu bakal masuk atau nggak. Akhirnya jalanin semua, beberapa minggu kemudian aku ditelepon katanya aku masuk AsNTM 20 besar. Wah, sudah beruntung nih bisa masuk 20 besar untuk Asia,” ungkap Tahlia saat ditemui di kantor Fox International Channel di bilangan Sudirman, Jakarta (20/3/2015).

Kontestan termuda di AsNTM ini mengaku tidak menaruh harapan yang besar di ajang pencarian model ini karena takut kecewa. Apalagi ketika melihat sejumlah wanita yang akan bersaing dengannya. “Senang sih dari berapa orang bisa terpilih 20 besar, tapi nggak high hopes banget sih, takut kecewa. Tapi habis itu ditelepon lagi, dibilang kalau terpilih dan harus segera prepare. Banyak banget fase yang harus dilalui setelah itu, ada interview, tes psikologi, modelling skill, bahasa inggris,” imbuh dia.

Cerita berbeda datang dari Gani. Dia mendaftar via online dan diawawancara via Skype. Karena ketika wawancara itu ada gangguan, maka dia dipanggil datang ke JW Marriott untuk langsung wawancara dengan casting director AsTNM. “Habis itu, kira-kira 2-3 minggu dikabarin, katanya aku masuk 20 besar. Tapi 20 besar itu belum tentu finalis, cuma 20 besar. Setelah itu, disuruh kirim foto lagi, ukuran baju, ukuran sepatu, terus mereka kasih psikotes. Setelah kita sudah jawab, kirim lagi ke mereka, ada wawancara dengan psikolog via Skype. Habis itu dikabarin lagi, 'Congrats, kamu salah satu finalis AsNTM’,” papar Gani.

Sebelum mengikuti ajang ini, Gani dan Thalia mengaku sedikit banyak telah memiliki pengalaman di bidang modelling. Gani memulai kariernya dengan terpilih menjadi cover di sebuah majalah ternama pada tahun 2011, dan selanjutnya sejumlah majalah lain juga kerap memintanya untuk menjadi cover di majalah tersebut.

Sedangkan Thalia mengaku sejak umur 13 tahun sudah menjadi model freelance. Dia menekuni dunia model pada saat itu dibarengi dengan sekolah, hingga lama kelamaan dia mulai fokus dan memiliki banyak panggilan pekerjaan di bidang modelling pada usia 17 tahun.

Tak hanya diikuti oleh tiga model berbakat Indonesia, salah satu ajang pencarian model bergengsi ini menampilkan sesuatu yang berbeda pada musim ketiganya. Di musim ini, sang juri utama yang sebelumnya adalah seorang model senior asal Indonesia, Nadia Hutagalung kini digantikan oleh Georgina Wilson, seorang model asal Filipina. Georgina akan memberikan energi positif yang baru bagi AsNTM dengan juri lainnya seperti Alex Perry, Joey Med-King, dan sejumlah juri tamu dari beberapa negara di Asia.
(alv)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak