Sandiaga Uno Jadikan Museum Subak Bali sebagai Wisata Edukasi
Sabtu, 31 Desember 2022 - 23:55 WIB
loading...
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menjadikan Museum Subak di Tabanan, Bali sebagai wisata edukasi bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjadikan Museum Subak di Tabanan, Bali sebagai wisata edukasi bagi wisatawan lokal dan mancanegara.
Sandiaga mengatakan Subak merupakan sistem yang mengatur pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Di mana sistem tersebut sebelumnya telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
"Seperti kita ketahui Subak ini sudah mendapatkan pengetahuan UNESCO di tahun 2012. Dan ini sangat menarik karena merupakan kearifan lokal yang masih sangat kental dan relevan di masa kini di mana kita memerlukan ketahanan dan kedaulatan pangan," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu (31/12/2022).
Lebih lanjut, Sandiaga mendorong agar pengelolaan Museum Subak dapat dimaksimalkan dengan melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Termasuk dengan penambahan atraksi sehingga dapat menarik lebih besar minat kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Jumlah Shuttle Bus di TMII Terbatas, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Berwisata dengan Jalan Kaki
"Ini (Museum Subak) sangat menarik dan jika kita tambah atraksi, kami akan mendorong lebih banyak wisatawan khususnya sebagai destinasi wisata edukasi tentang pengelolaan pengairan itu. Kami akan membantu promosi Museum Subak ini supaya kunjungan wisatawan meningkatkan," jelas Sandiaga.
Sandiaga bilang, keberadaan sistem Subak di Bali sendiri telah memberikan dampak yang luas, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di Bali sendiri, beberapa waktu lalu telah dilakukan perjanjian kerja sama (PKS) antara Marriott Group dengan UMKM Bali yang difasilitasi Pemprov Bali untuk memasok berbagai kebutuhan termasuk beras.
Sandiaga mengatakan Subak merupakan sistem yang mengatur pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali. Di mana sistem tersebut sebelumnya telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
"Seperti kita ketahui Subak ini sudah mendapatkan pengetahuan UNESCO di tahun 2012. Dan ini sangat menarik karena merupakan kearifan lokal yang masih sangat kental dan relevan di masa kini di mana kita memerlukan ketahanan dan kedaulatan pangan," kata Sandiaga dalam keterangan resminya, Sabtu (31/12/2022).
Lebih lanjut, Sandiaga mendorong agar pengelolaan Museum Subak dapat dimaksimalkan dengan melakukan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Termasuk dengan penambahan atraksi sehingga dapat menarik lebih besar minat kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Jumlah Shuttle Bus di TMII Terbatas, Sandiaga Uno Ajak Masyarakat Berwisata dengan Jalan Kaki
"Ini (Museum Subak) sangat menarik dan jika kita tambah atraksi, kami akan mendorong lebih banyak wisatawan khususnya sebagai destinasi wisata edukasi tentang pengelolaan pengairan itu. Kami akan membantu promosi Museum Subak ini supaya kunjungan wisatawan meningkatkan," jelas Sandiaga.
Sandiaga bilang, keberadaan sistem Subak di Bali sendiri telah memberikan dampak yang luas, termasuk di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Di Bali sendiri, beberapa waktu lalu telah dilakukan perjanjian kerja sama (PKS) antara Marriott Group dengan UMKM Bali yang difasilitasi Pemprov Bali untuk memasok berbagai kebutuhan termasuk beras.
Lihat Juga :