Pementasan Teater Musikal Tuanku Imam Bonjol

Selasa, 26 Mei 2015 - 09:09 WIB
Pementasan Teater Musikal...
Pementasan Teater Musikal Tuanku Imam Bonjol
A A A
JAKARTA - Teater adalah salah satu cabang seni hiburan yang juga memiliki manfaat untuk menyampaikan pesan. Cerita-cerita yang cerdas, sarat akan kritik sosial, seringkali lebih kita temukan dalam naskah-naskah teater.

Namun tentu saja, selain sebagai salah satu sarana penyampai pesan, teater juga harus menyajikannya dengan cara yang menghibur, seperti yang akan dilakukan oleh komunitas Satujuan dengan pementasan teater musikal Tuanku Imam Bonjol.

Pentas yang akan diadakan pada tanggal 28 Mei 2015 ini menceritakan kembali kisah Tuanku Imam Bonjol, seorang pahlawan nasional yang berasal dari Minangkabau.

Patriotisme dan sikap heroismenya dalam melawan penjajah telah tercatat dengan tinta emas dalam sejarah bangsa Indonesia. Perjuangannya melawan Belanda yang saat itu sering mengingkari janjinya, semakin mempersulit keadaannya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Komunitas Satujuan merupakan komunitas suku Minangkabau yang dibawahi langsung oleh komunitas terbesar Minangkabau yaitu Komunitas Gebu Minang Pusat. Berdasarkan penjelasan dari John Rizal, ketua umum dari komunitas Satujuan, seluruh pemain dari pertunjukkan teater ini merupakan anggota komunitas tersebut.

Sementara untuk pemilihan tokoh Tuanku Imam Bonjol sebagai cerita besar dari pertunjukkan ini disepakati dengan alasan bahwa Tuanku Imam Bonjol adalah seorang pahlawan yang paling terkenal dari Sumatra Barat.

“Tuanku Imam Bonjol adalah seorang pahlawan paling terkenal dari Sumatera Barat sebagai pejuang kemerdekaan dari penjajah, sekaligus menyebarkan Islam dalam perjuangannya," ujar John.

“Semoga apa yang kami hadirkan, dengan cerita tentang Tuanku Imam Bonjol dapat memberi pengetahuan bagi para penonton. Kami juga berharap ini satu langkah untuk bisa berlanjut kepertunjukan internasional," tambahnya.

Dijelaskan pula bahwa nantinya pertunjukkan ini akan dibuka dengan ‘legaran randai’ (permainan tradisional asal Minangkabau) yang kemudian akan diikuti oleh percakapan Bandaro Kayo dengan Tuanku Imam Bonjol yang menyadari adanya politik adu domba yang dilakukan oleh Belanda.

Dari percakapan tersebut lahirlah sebuah gagasan yang telah dikenal oleh masyarakat Minangkabau sampai sekarang, ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato, Adat Mamakai’ yang berarti ‘Adat berdasarkan hukum Islam, hukum Islam berdasarkan Al-Quran, segala sesuatnya diatur berdasarkan hukum Islam, dan pelaksanaannya dilakukan oleh adat’.

Pementasan ini akan digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM) di gedung Teater Jakarta pada hari Kamis (28/05/2015) jam 20.00 WIB. Sedangkan untuk harga tiket dibagi menjadi tiga kelas, dimulai dari Rp100.000 (Kelas II), Rp200.000 (Kelas I) dan Rp300.000 (VIP).
(nfl)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Ruang Cinta Yang Tersisa,...
Ruang Cinta Yang Tersisa, Seni dan Kita di JDC
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
1 jam yang lalu
Kim Ji Yeon dan Park...
Kim Ji Yeon dan Park Seo Ham Adu Akting dalam Drama Fantasi Romantis Baru: Dive Into You
2 jam yang lalu
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
3 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
3 jam yang lalu
Sarwendah Hapus Sejumlah...
Sarwendah Hapus Sejumlah Brand dari Bio Instagram, Ada Apa?
5 jam yang lalu
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
7 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved