Bedah Saraf Tanpa Sayatan

Rabu, 03 Juni 2015 - 10:18 WIB
Bedah Saraf Tanpa Sayatan
Bedah Saraf Tanpa Sayatan
A A A
OTAK dan sumsum tulang belakang merupakan salah satu sistem organ yang paling kompleks dan canggih di dalam tubuh manusia.

Sistem organ ini mengatur hampir seluruh aktivitas hidup manusia, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Oleh karena itu, adanya gangguan ataupun penyakit pada otak memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat khusus sehingga tingkat kesulitan operasi bedah saraf sangat tinggi.

Setelah memahami pentingnya struktur otak, maka penanganan penyakit bedah saraf sudah seharusnya dilakukan secara minimal invasif, untuk menurunkan risiko dan komplikasi operasi. Dengan demikian, konsep patient safetydapat diwujudkan secara lebih maksimal.

“Teknologi minimal invasif, seperti lubang kunci yang hanya dengan bukaan yang kecil kita bisa mengintip dan masuk ke dalam area otak yang luas,” kata dokter spesialis bedah saraf Dr Mardjono Tjahjadi SpBS dalam acara seminar kesehatan mengenai penanganan terkini di bedah saraf di Penang Bistro, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bedah saraf minimal invasif dapat dilakukan dalam beberapa metode seperti microsurgery yang menggunakan mikroskop operasi, endoscopicsurgery yang menggunakan neuroendoscopic, stereotacticsurgery yang menggunakan frame dan software stereotacticdan endovascularsurgery yang menggunakan kateter dari arteri femoralis ataupun arteri lainnya. Masing-masing metode memiliki indikasi, kelebihan, dan kekurangan.

Pemilihan modalitas tentu berdasarkan sifat penyakit pasien, keterampilan dokter, ketersediaan peralatan medis, dan kesiapan tim. “Dalam microsurgery kita menggunakan mikroskop, hampir semua kelainan di kepala dan tulang punggung bisa diselesaikan dengan microsurgeryini sehingga saat ini microsurgery masih jadi andalan untuk bedah minimal invasif,” kata Dr Mardjono.

Menurut dia, teknologi mikroskop semakin maju. Dia menuturkan, mikroskop saat ini bisa menggambarkan suatu penyakit dengan 3D. “Lalu, sudah bisa memberikan gambaran batasan-batasan tumor sehingga bedah saraf saat ini dengan memencet satu tombol saja di layar langsung bisa terlihat di mana tumor itu. Itu sangat membantu,” katanya.

Bedah saraf mikro memang masih menjadi andalan dalam bedah minimal invasif untuk mengatasi sebagian besar penyakit bedah saraf. Selain majunya sistem mikroskop, perangkat lain seperti mikroinstrumen, navigasi, dan monitoring pun semakin maju sehingga memungkinkan pengangkatan lesi di otak secara aman.

Bedah endoskopi merupakan terapi pilihan untuk pengangkatan tumor otak tertentu yang berada pada dasar tengkorak, seperti adenomia hiposfisis. Penyakit-penyakit lain yang dapat dilakukan dengan bedah endoskopi adalah penyakit pada sistem ventrikel otak dan penyakit pada tulang punggung. Stereotacticsurgery merupakan terapi pilihan untuk kasus-kasus tumor otak yang dalam.

Selain itu, modalitas ini juga dapat dilakukan pada kasuskasus yang memerlukan stimulasi otak dalam, seperti pada penyakit parkinson. Sementara endovascularsurgery merupakan terapi pilihan pada kasuskasus aneurisma tertentu yang sulit dicapai dengan tindakan microsurgery.

Tindakan ini juga dapat dilakukan sebagai pendukung terapi pembedahan, seperti pada tumor otak yang berdarah dan malformasi arteri-vena otak. “Dalam teknologi minimal invasif ini 99% pasien hampir tidak ada keluhan karena benar-benar minimal,” kata dr Mardjono.

Iman firmansyah
(ftr)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Pihak Fangfang Ungkap...
Pihak Fangfang Ungkap Peluang Damai dengan Vicky Prasetyo Kian Menipis
1 jam yang lalu
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
4 jam yang lalu
Telur Ceplok atau Dadar,...
Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
7 jam yang lalu
Kabar Bahagia, Chelsea...
Kabar Bahagia, Chelsea Islan Umumkan Kelahiran Anak Pertama
10 jam yang lalu
Cinta Laura Biayai Sekolah...
Cinta Laura Biayai Sekolah Asisten hingga Lulus SMA, Alasannya Bikin Haru
11 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Ceria Sejak Konflik dengan Sarwendah, Eks Manajer: Dia Banyak Merenung
12 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved