Ilmuan Australia Temukan Terapi Imun untuk Obati Malaria

Selasa, 28 Juli 2015 - 09:22 WIB
Ilmuan Australia Temukan...
Ilmuan Australia Temukan Terapi Imun untuk Obati Malaria
A A A
JAKARTA - Sebuah terobosan baru dalam dunia kesehatan kembali hadir. Ilmuan asal Australia, Michelle Wykes berhasil menemukan terapi penyakit malaria tanpa obat. Michelle berhasil menyembuhkan malaria dengan sistem kekebalan tubuh.

Dalam penelitiannya, ia telah melakukan identifikasi molekul dalam tubuh dengan penyakit malaria untuk mengembangkan terapi ini.

"Dalam tubuh kita, sel-sel saling berkomunikasi melalui molekul-molekul ini. Ketika ada penyakit, biasanya komunikasi tidak berjalan dengan baik. Karena molekul dalam tubuh tidak melakukan fungsinya saat terserang penyakit," papar peneliti dari Australian Research Council (ARC) dan juga Kepala Molecular Immunology Laboratory di QIMR Berghofer Medical Research Institute, Brisbane Australia, Michelle Wykes saat pertemuan antar ilmuan Australia dan Indonesia, di JS Luwansa, Jakarta, Senin (27/7/2015).

Menurut Michelle, hingga saat ini obat dinilai tidak efektif untuk menyembuhkan penderita malaria. Hal ini disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang telah berubah kondisi akibat terserang penyakit. Sementara itu, sistem kekebalan tubuh diubah oleh parasit.

Metode ini bukanlah hal baru di dunia medis. Sebelumnya, terapi imun juga pernah digunakan untuk pengobatan kanker. "Dalam terapi imun nantinya akan memblokir molekul yang tidak berfungsi dalam tubuh, sehingga dapat memperkuat sistem imun. Cotohnya, dalam imunoterapi untuk kanker, molekul PD 1 yang memberikan sinyal negatif dalam tubuh. Molekul PD 1 itu kemudian diblok agar sistem dalam tubuh kembali normal," kata dia.

Pada dasarnya, prinsip-prinsip imunoterapi untuk kanker akan dipakai terapi untuk malaria. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk kepada manusia. Namun, jika sudah pernah terkena malaria tak menutup kemungkinan dapat kembali terinfeksi.

"Sebab, sistem imun sudah tidak bisa menangkal penyakit dengan cepat. Namun dengan adanya terapi imun, diharapkan dapat menyembuhkan malaria atau mencegah seseorang terkena malaria untuk kedua kalinya," tandasnya.
(nfl)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Tak Hanya Sehat, Olahraga...
Tak Hanya Sehat, Olahraga Calon Ayah Berpotensi Perbaiki DNA Anak
18 menit yang lalu
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
11 jam yang lalu
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
12 jam yang lalu
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
12 jam yang lalu
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
12 jam yang lalu
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
12 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved