'Ini Dia Biang Keladi Naiknya Jumlah Penderita HIV di Inggris'
Kamis, 05 November 2015 - 04:30 WIB
'Ini Dia Biang Keladi Naiknya Jumlah Penderita HIV di Inggris'
A
A
A
LONDON - Kini situs kencan di Eropa, khususnya di Inggris dan Britania Raya. Ditenggarai jadi penyebab meningkatnya jumlah pengidap penyakit menular seksual (PMS) dan virus HIV.
Ya, banyak media sosial kini digunakan secara tidak bertanggung jawab. Tidak hanya di Indonesia, dimana banyak yang menggunakannya sebagai ajang menjajakan diri secara online alias mencari pelanggan seksual atau sebaliknya konsumen yang ingin secara online mendapatkan jasa seks komersil.
Di negara maju seperti Inggris, ternyata hal itu juga ada. Dan malah, di kawasan Britania Raya, banyak situs kencan yang ditenggarai menyebabkan makin meluasnya infeksi penyakit seksual menular.
Seperti dilansir metro.co.uk dari British Association for Sexual Health and HIV. Mereka meyakini jika situs kencan, dimana pengguna aplikasi tersebut dapat dengan mudah bertransaksi seksual. Dianggap bertanggung jawab menciptakan pandemic atau makin meluasnya infeksi penyakit seksual menular, sekaligus meledaknya jumlah orang yang terjangkit virus HIV dan tentunya AIDS.
Berbicara kepada BBC Newsbeat, Dr Peter Greenhouse mengatakan: “Anda dapat dengan mudah bertukar partner atau pasangan seksual secara cepat dengan aplikasi situs kencan ini. Dan semakin cepat Anda berganti pasangan, semakin cepat juga Anda bakal terinfeksi penyakit menular seksual.”
“Jika makin banyak orang berganti pasangan secara cepat, dan mereka tidak mengontrol diri (memeriksakan kondisi kesehatan mereka selepas bertransaksi seksual via situs kencan). Mereka tidak akan mengetahui telah terinfeksi penyakit menular seksual. Ini merupakan sebuah awal dari meledaknya jumlah orang yang terkena HIV dalam populasi heteroseksual. Aplikasi (situs kencan) dapat melakukan itu dengan mudah dan jadi penyebab masalah tersebut,” imbuhnya.
Akan tetapi, sejauh ini masih belum ada bukti sahih yang menyebabkan meledaknya jumlah penderita HIV dan AIDS di Britania Raya dikarenakan orang tersebut merupakan pengguna sebuah situs kencan, dimana mereka sering bergonta-ganti pasangan seksual.
Sebuah penelitian terakhir dari Public Health England, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit menular seksual yang bernama Syphilis (di Indonesia disebut Raja Singa).
Selain itu, sejak 2014 silam, terjadi peningkatan sebanyak 19 persen dari jumlah penderita penyakit menular seksual lainnya yang bernama Gonorrhoea alias ‘kencing nanah’.
Namun seorang kepala sebuah aplikasi kencan di U.K. bernama Happn, yakni Marie Cosnard, meyakini jika banyak faktor yang ikut mempengaruhi hasil penelitian tersebut, khususnya bagaimana jumlah penderita penyakit menular seksual di Britania Raya bisa meningkat.
Ya, banyak media sosial kini digunakan secara tidak bertanggung jawab. Tidak hanya di Indonesia, dimana banyak yang menggunakannya sebagai ajang menjajakan diri secara online alias mencari pelanggan seksual atau sebaliknya konsumen yang ingin secara online mendapatkan jasa seks komersil.
Di negara maju seperti Inggris, ternyata hal itu juga ada. Dan malah, di kawasan Britania Raya, banyak situs kencan yang ditenggarai menyebabkan makin meluasnya infeksi penyakit seksual menular.
Seperti dilansir metro.co.uk dari British Association for Sexual Health and HIV. Mereka meyakini jika situs kencan, dimana pengguna aplikasi tersebut dapat dengan mudah bertransaksi seksual. Dianggap bertanggung jawab menciptakan pandemic atau makin meluasnya infeksi penyakit seksual menular, sekaligus meledaknya jumlah orang yang terjangkit virus HIV dan tentunya AIDS.
Berbicara kepada BBC Newsbeat, Dr Peter Greenhouse mengatakan: “Anda dapat dengan mudah bertukar partner atau pasangan seksual secara cepat dengan aplikasi situs kencan ini. Dan semakin cepat Anda berganti pasangan, semakin cepat juga Anda bakal terinfeksi penyakit menular seksual.”
“Jika makin banyak orang berganti pasangan secara cepat, dan mereka tidak mengontrol diri (memeriksakan kondisi kesehatan mereka selepas bertransaksi seksual via situs kencan). Mereka tidak akan mengetahui telah terinfeksi penyakit menular seksual. Ini merupakan sebuah awal dari meledaknya jumlah orang yang terkena HIV dalam populasi heteroseksual. Aplikasi (situs kencan) dapat melakukan itu dengan mudah dan jadi penyebab masalah tersebut,” imbuhnya.
Akan tetapi, sejauh ini masih belum ada bukti sahih yang menyebabkan meledaknya jumlah penderita HIV dan AIDS di Britania Raya dikarenakan orang tersebut merupakan pengguna sebuah situs kencan, dimana mereka sering bergonta-ganti pasangan seksual.
Sebuah penelitian terakhir dari Public Health England, menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit menular seksual yang bernama Syphilis (di Indonesia disebut Raja Singa).
Selain itu, sejak 2014 silam, terjadi peningkatan sebanyak 19 persen dari jumlah penderita penyakit menular seksual lainnya yang bernama Gonorrhoea alias ‘kencing nanah’.
Namun seorang kepala sebuah aplikasi kencan di U.K. bernama Happn, yakni Marie Cosnard, meyakini jika banyak faktor yang ikut mempengaruhi hasil penelitian tersebut, khususnya bagaimana jumlah penderita penyakit menular seksual di Britania Raya bisa meningkat.
(sbn)