Apa Anda akan Mati Muda? Tes Denyut Jantung ini Bisa Memprediksi
Kamis, 26 November 2015 - 07:25 WIB
Apa Anda akan Mati Muda? Tes Denyut Jantung ini Bisa Memprediksi
A
A
A
QINGDAO - Kabar baik! Para ilmuwan telah menemukan cara cepat dan mudah soal 'tes kematian' yang bisa memprediksi jika Anda akan mati dalam waktu dekat.
Benarkah tes kematian ini bisa memprediksi kapan? Nah caranya pun tak sulit. Karena hanya dengan mengambil pembacaan denyut jantung saat waktu istirahat Anda.
Jika itu lebih dari 80 kali/menit, mungkin sudah waktunya untuk mulai membuat perdamaian dengan Tuhan, atau (lebih praktis) merenungkan tempat di mana Anda bakal beristirahat nantinya. Weleh-weleh!
Nah, orang-orang yang memiliki 'denyut jantung saat istirahat' sebanyak 80 denyut per menit. Punya kemungkinan 45 persen lebih banyak untuk meninggal dalam 20 tahun ke depan.
Itu kalau dibandingkan dengan mereka yang denyut jantung istirahatnya di kisaran 45 bpm (denyut per menit).
Hasil riset ilmiah ini sendiri dipaparkan oleh Medical College of Qingdao University seperti dilansir oleh situs metro.co.uk.
Perlu diketahui, denyut jantung/menit yang terbaik adalah diukur pertama pada pagi hari, ketika Anda baru saja terbangun dari tidur.
Denyut jantung istirahat kebanyakan orang adalah antara 60 hingga 100 detakan per menit, tapi para atlet profesional lebih sering berada di kisaran 40 kali per menit.
Para peneliti di Medical College of Qingdao University menggunakan data dari 46 studi sebelumnya yang melibatkan 1,2 juta orang.
Dr Dongfeng Zhang mengatakan, 'Tidak ada keraguan bahwa peningkatan denyut jantung berfungsi sebagai penanda status kesehatan yang buruk.
Benarkah tes kematian ini bisa memprediksi kapan? Nah caranya pun tak sulit. Karena hanya dengan mengambil pembacaan denyut jantung saat waktu istirahat Anda.
Jika itu lebih dari 80 kali/menit, mungkin sudah waktunya untuk mulai membuat perdamaian dengan Tuhan, atau (lebih praktis) merenungkan tempat di mana Anda bakal beristirahat nantinya. Weleh-weleh!
Nah, orang-orang yang memiliki 'denyut jantung saat istirahat' sebanyak 80 denyut per menit. Punya kemungkinan 45 persen lebih banyak untuk meninggal dalam 20 tahun ke depan.
Itu kalau dibandingkan dengan mereka yang denyut jantung istirahatnya di kisaran 45 bpm (denyut per menit).
Hasil riset ilmiah ini sendiri dipaparkan oleh Medical College of Qingdao University seperti dilansir oleh situs metro.co.uk.
Perlu diketahui, denyut jantung/menit yang terbaik adalah diukur pertama pada pagi hari, ketika Anda baru saja terbangun dari tidur.
Denyut jantung istirahat kebanyakan orang adalah antara 60 hingga 100 detakan per menit, tapi para atlet profesional lebih sering berada di kisaran 40 kali per menit.
Para peneliti di Medical College of Qingdao University menggunakan data dari 46 studi sebelumnya yang melibatkan 1,2 juta orang.
Dr Dongfeng Zhang mengatakan, 'Tidak ada keraguan bahwa peningkatan denyut jantung berfungsi sebagai penanda status kesehatan yang buruk.
(sbn)