Festival Sinema Prancis Dibuka dengan Pemutaran Film Dheepan

Jum'at, 04 Desember 2015 - 15:31 WIB
Festival Sinema Prancis...
Festival Sinema Prancis Dibuka dengan Pemutaran Film Dheepan
A A A
JAKARTA - Festival film asing tertua yaitu Festival Sinema Prancis 2015 kembali digelar. Acara tersebut dibuka dengan pemutaran sebuah film pemenang penghargaan Palme d'Or di Festival de Cannes 2015, kegiatan tersebut sekaligus perayaan ulang tahun ke-20 Festival Sinema Prancis. Kegiatan ini dipenuhi oleh begitu banyak masyarakat yang antusias dengan perfilman Prancis.

"Selamat malam bapak dan ibu sekalian, selamat malam Tara Basro. Sebuah kebahagiaan buat saya berada diantara ibu-ibu dan bapak-bapak sekarang ini untuk merayakan pembukaan Festival Sinema Prancis yang ke-20 hari ini. Acara hari ini kami buka dengan pemutaran film Dheepan, sebuah film karya Jacques Audiard yang telah memenangkan penghargaan Palme d'Or di Festival de Cannes 2015. Dalam kesempatan ini saya ingin berterimakasih kepada tim penyelenggara dari Institut Prancis di Indonesia juga kepada rekanan kami yang mendukung acara ini. Selamat bersenang-senang di Festival Sinema Prancis," ujar Corinne Breuzé, Duta Besar Prancis untuk Indonesia saat membuka acara Festival Sinema Prancis 2015 di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Dalam kesempatan itu, Tara Basro sebagai Duta Festival Sinema Prancis 2015 juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua yang sudah datang dalam acara pembukaan Festival Sinema Prancis 2015. "Terimakasih semuanya telah datang, terima kasih Marc Piton dan ibu Duta Besar, Corinne Breuzé. Senang sekali studionya full house malam ini, ternyata nggak cuma saya yang excited datang ke Festival Sinema Prancis malam ini. Enjoy the show, thank you!," tutur aktris 25 tahun ini.

Film Dheepan sendiri menceritakan tentang berakhirnya sebuah perang sipil di Sri Lanka. Seorang mantan prajurit bernama Dheepan memutuskan untuk kabur dari negaranya dengan membawa seorang wanita dan anak perempuan yang tidak ia kenal dengan harapan dapat memperoleh suara politik dengan mudah di Eropa.

Ketiga orang yang tidak saling mengenal ini tinggal di sebuah kawasan rawan di Paris. Mereka berusaha untuk membangun kehidupan layaknya keluarga, namun kekerasan yang mereka hadapi sehari-hari membuat luka yang bahkan belum sempat mengering akibat perang terdahulu kembali terkuak. Festival Sinema Prancis akan ditutup pada Minggu, 6 Desember 2015 pukul 19.00 WIB, pada malam penutupan itu juga akan diberikan penghargaan Festival Sinema Prancis 2015 yang akan diselenggarakan di XXI Metropole.
(nfl)
Berita Terkait
Episode 3 Series The...
Episode 3 Series The One: Harapan Baru Untuk Tim SMBG, Nasya Marcella Malah Ngamuk
Gokil! Steve Pattinama...
Gokil! Steve Pattinama Nyusruk di Bawah Terik Pulau Bali, Simak Keseruannya!
Gawat! Gelagat Zee Terbongkar?...
Gawat! Gelagat Zee Terbongkar? Saksikan The One Episode 7 di Vision+
The Banishing, Kisah...
The Banishing, Kisah Rumah Paling Berhantu di Inggris
Polisi Jadwalkan Periksa...
Polisi Jadwalkan Periksa Pemeran Film Porno pada Jumat Mendatang
Versi Baru Kisah Klasik...
Versi Baru Kisah Klasik Freaky Friday Siap Beredar
Berita Terkini
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
19 menit yang lalu
Richard Lee Akui Seluruh...
Richard Lee Akui Seluruh Perbuatannya, Kejari Tangerang: Kasus Sudah Terang Benderang
45 menit yang lalu
Dipersulit Sarwendah...
Dipersulit Sarwendah Ketemu Anak, Ruben Onsu Banjir Dukungan dari Teman Artis
1 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 65 : Dipa Kembali Pengaruhi Novan yang Mulai Ragu
2 jam yang lalu
Makin Panas, Kuasa Hukum...
Makin Panas, Kuasa Hukum Ruben Onsu Sebut Permintaan Maaf Sarwendah Tidak Tulus
2 jam yang lalu
Tak Lupa Masa Lalu,...
Tak Lupa Masa Lalu, RM BTS Beri Hadiah Pernikahan Rp120 Juta untuk Sleepy
2 jam yang lalu
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved